BerandaHits
Senin, 11 Jan 2026 18:22

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

Sungai Finke di Australia berusia 400 juta tahun lalu. (Wikimedia common)

Jauh sebelum dinosaurus menguasai Bumi, Sungai Finke di Australia ternyata sudah lebih dulu mengalir, lo! Berusia hingga 400 juta tahun, sungai "sepuh" yang membelah pegunungan batu ini menjadi saksi bisu sejarah planet kita yang masih bertahan hingga hari ini.

Inibaru.id - Pernah kepikiran nggak sih, Millens, kalau di dunia ini ada sesuatu yang jauh lebih tua daripada T-Rex atau Triceratops? Ternyata, jawabannya bukan cuma fosil, tapi sebuah sungai yang masih eksis sampai sekarang!

Namanya Sungai Finke (atau sering disebut Larapinta oleh masyarakat Adat Arrernte). Sungai yang ada di Australia ini dinobatkan sebagai salah satu kandidat kuat sungai tertua di dunia. Umurnya nggak main-main, yaitu sekitar 300 hingga 400 juta tahun. Sebagai perbandingan, dinosaurus saja baru muncul sekitar 230-an juta tahun yang lalu. Jadi, pas nenek moyang dinosaurus belum lahir, air di Sungai Finke ini sudah asyik mengalir!

Mungkin kamu bertanya-tanya, kok bisa sungai bertahan selama itu tanpa mengering atau berubah arah? Rahasianya ada pada sifat "keras kepala" si sungai ini.

Para ahli geologi menemukan fenomena unik yang disebut cross-axial drainage. Biasanya, air bakal mengalir lewat jalur yang paling gampang dan menghindari batu keras. Tapi Sungai Finke beda! Dia justru memotong langsung pegunungan batu kuarsit di Pegunungan MacDonnell.

Ini membuktikan teori antecedence: si sungai sudah ada lebih dulu sebelum pegunungan itu muncul. Jadi, pas kerak bumi perlahan naik membentuk gunung, Sungai Finke nggak mau minggir. Dia malah terus mengikis ke bawah dan mempertahankan jalurnya. Ibaratnya, dia bilang ke gunung, "Eh, gue duluan ya yang di sini!"

Penampakan yang Unik

Konon, sungai ini terbentuk ketika ular pelangi bergerak dari Danau Ryre. (Wikimedia common)

Jangan bayangin Sungai Finke itu kayak Sungai Amazon yang lebar dan arusnya deras sepanjang tahun ya. Karena letaknya di wilayah kering Australia Tengah, Finke lebih sering terlihat seperti deretan lubang air atau kolam-kolam terpisah di tengah gurun.

Sungai ini cuma mengalir deras saat musim hujan saja. Meski sering kelihatan "terputus", secara geologis sistem ini tetap satu kesatuan yang utuh sejak zaman Devonian.

Kok Bisa Awet Banget?

Keberuntungan Sungai Finke juga didukung oleh kondisi benua Australia yang relatif "santai" secara geologis. Australia jarang kena tabrakan lempeng tektonik yang ekstrem atau aktivitas vulkanik yang bisa ngacak-ngacak jalur sungai. Stabilitas inilah yang bikin Sungai Finke awet sampai ratusan juta tahun.

Tapi, gelar "si paling tua" ini bukan berarti Sungai Finke abadi selamanya. Saat ini, ancaman nyata justru datang dari perubahan iklim dan aktivitas manusia. Pemanasan global bikin wilayah Australia makin kering, dan kalau konsumsi air nggak dijaga, sejarah panjang sungai ini bisa saja berakhir di tangan kita.

Kalau suatu saat Sungai Finke benar-benar hilang, posisi sungai tertua bakal diambil alih oleh New River di Amerika Serikat yang umurnya "baru" sekitar 300 juta tahun.

Wah, kebayang nggak sih betapa berharganya tiap tetes air di Sungai Finke ini? Mengingat sejarahnya yang panjang, rasanya sayang banget kalau saksi bisu perjalanan bumi ini harus hilang begitu saja.

Gimana menurutmu, Gez? Tertarik buat mampir ke sungai "sepuh" ini suatu saat nanti? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Tenangnya Berwisata di Waduk Greneng Blora

29 Des 2025

Anak Muda Tokyo Hidup di Apartemen Super Kecil Demi Bertahan di Kota Besar

29 Des 2025

UMK Ditetapkan, Gubernur Jateng: Upah Minimum untuk Masa Kerja Kurang dari Satu Tahun

29 Des 2025

Gaya Hidup Ramah Lingkungan; Ide Sederhana untuk Resolusi 2026

29 Des 2025

Antara Banyu Panguripan dan Tempat Sampah Raksasa: Masihkah Orang Jawa Memuliakan Sungai?

29 Des 2025

Deadline 31 Desember, 5 Juta Orang Belum Aktivasi Akun Coretax, Kamu?

29 Des 2025

Pengin Wisata di Solo dengan Cara Berbeda? Naik Bus Werkudara Saja

30 Des 2025

Alasan Berkendara Saat Hujan Bikin Tubuh Lebih Lelah

30 Des 2025

No Drama; Poin Penting saat Menetapkan Batasan 'Screen Time' Anak!

30 Des 2025

Screen Time Terlalu Dini Bisa Pengaruhi Respons Anak terhadap Rangsangan Fisik

30 Des 2025

Nggak Butuh Nikel dan Lithium, Google Kenalkan Baterai Berbasis CO2

30 Des 2025

Gawat! 20 Juta Ton Sampah Serbu Laut Indonesia, Ternyata Ini Jalur Utamanya

30 Des 2025

Khusus Hadir pada Periode Tahun Baru 2026, Ini 4 Fitur Baru WhatsApp yang Seru!

31 Des 2025

Prakiraan Cuaca Malam Tahun Baru 2026; Hujan di Berbagai Tempat!

31 Des 2025

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: