BerandaHits
Kamis, 22 Sep 2021 15:30

Suara Generasi Muda Dalam Kesetaraan Gender di Sektor Pariwisata, Seberapa Lantang?

WTIDTALK #6 pada Sabtu (18/9/2021) lalu. (WTID)

Peran anak muda dalam menyuarakan kesetaraan gender di sektor pariwisata menjadi topik menarik dalam WTIDTALK #6 kali ini. Mengangkat tema 'Peran Generasi Muda dalam Pemberdayaan Responsif Gender di Sektor Pariwisata Indonesia', seberapa lantang suara generasi muda?

Inibaru.id – Women Tourism Indonesia memperingati hari lahirnya yang ke-2, belum lama ini. Bertepatan dengan itu, komunitas para perempuan yang bergerak di dunia pariwisata Indonesia tersebut kembali menggelar WTIDTalk, yang telah menginjak seri keenam.

WTIDTALK #6 kali ini mengambil topik yang cukup menarik, yakni “Youth to Elevate Women in Tourism Indonesia”. Intinya, obrolan berkutat tentang generasi muda Tanah Air yang disarankan untuk berperan aktif dalam menyuarakan kesetaraan gender, khususnya di sektor pariwisata.

Digelar Sabtu (18/9/2021) via Zoom Meeting, sejumlah narasumber muda dari dunia pariwisata dan ekonomi kreatif dihadirkan. Narasumber pertama adalah Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

Selanjutnya, ada pula Chief Business Officer GODEVI Gandhi Sanjiwani, Putra Pariwisata Intelegensia 2020 sekaligus Miss Cultural Tourism 2020 Sarah Sentoso, dan Founder Silaq Indonesia Paul W Eka. Dimoderatori Founder Women Tourism Indonesia Anindwitya R Monica, acara yang digelar mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB itu diikuti 138 peserta.

Angela Tanoesoedibjo yang hari itu sekaligus bertindak melakukan opening speech mengungkapkan tentang betapa pentingnya perempuan di sektor pariwisata. Namun, fakta di lapangan, upah mereka lebih kecil 14,7 persen dari laki-laki.

"Kesempatan untuk mendapat posisi yang lebih tinggi untuk bisa menentukan kebijakan juga lebih rendah," terangnya.

Di Indonesia, jumlah female solo travel yang menyukai wisata petualangan, alam, budaya, dan wisata belanja juga semakin meningkat. Keberadaan mereka juga menunjukkan pentingnya para perempuan di dunia wisata yang lebih memahami keinginan para wisatawan.

Kemenprekraf disebut-sebut sudah mendukung hal ini dengan menerapkan program-program yang bisa meningkatkan kualitas SDM para perempuan yang aktif di sektor pariwisata.

WTIDTALK #6 dihadiri oleh pembicara berkualitas dari dunia pariwisata. (WTID)

Sementara itu, Gandhi Sanjiwani lebih membicarakan tentang Community Based Tourism di desa-desa wisata yang ada di Bali. Dia juga menceritakan tentang start-up digital bernama GODEVI yang dikelola untuk membantu desa-desa wisata tersebut.

Selain itu, ada juga POKDARWIS yang bisa membantu pengurus desa-desa wisata ini melakukan pemberdayaan dengan sudut pandang yang baru.

Di sisi Lain, Sarah Sentoso membicarakan tentang Kain Makna yang dia kelola. Organisasi non-profit ini dibuat untuk membantu masyarakat NTT, khususnya yang mengelola kain tenun tradisional agar bisa masuk ke panggung internasional. Menariknya, organisasi ini juga ikut mendukung program lain seperti Solar Chapter yang membantu masyarakat Desa Umutnana di Malaka mendapatkan akses air yang lebih baik.

Beda lagi dengan yang diungkap oleh Paul W. Eka yang aktif di Maluku dan Maluku utara. Di sana, dia mendukung pembangunan kawasan konservasi perairan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Hanya, usai kembali ke Lombok, NTB, muncullah ide untuk membuat social enterprise bernama SILAQ.

SILAQ dibuat untuk memberdayakan perempuan yang ada di Desa Lilir, Lombok. Di masa pandemi yang berat ini, para perempuan ini bisa membuat produk-produk vegan dan handmade yang dipasarkan dengan teknologi terkini sehingga bisa go internasional.

Setelah sesi ini, ada sesi tanya jawab dengan para audiens. Hasilnya cukup menyenangkan. Sebagai contoh, ada kritik tentang pemberdayaan perempuan yang selama ini hanya difokuskan ke peningkatan kuota perempuan di pembuatan kebijakan. Padahal, yang utama adalah diubahnya mindset patriarki yang bisa menghambat kesetaraan gender ini.

Selain itu, para perempuan juga diminta harus yakin dan percaya diri bisa memberikan kontribusi besar di berbagai bidang, termasuk di dunia pariwisata. (Ads/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: