BerandaHits
Jumat, 18 Jul 2024 15:58

Siapa yang Rentan Mengidap Hoarding Disorder?

Hoarding disorder merupakan gangguan mental. (Shutterstock/Olena Yacobchuk)

Orang yang mengidap hoarding disorder mengalami kesulitan untuk berpisah dengan barang-barang meskipun itu sepele. Jadi, mereka memilih untuk mengumpulkannya sehingga dipandang sebagai perilaku "nyampah". Lalu, siapa yang rentan mengidap gangguan mental ini?

Inibaru.id - Hoarding disorder adalah kondisi mental yang ditandai dengan kesulitan terus-menerus untuk membuang atau berpisah dengan barang-barang, terlepas dari nilai sebenarnya dari barang-barang tersebut. Orang dengan hoarding disorder sering kali mengalami kesulitan untuk membuang barang karena mereka merasa bahwa mereka perlu menyimpan barang-barang tersebut atau merasa cemas saat membuangnya.

Akibatnya, rumah mereka mungkin menjadi penuh sesak dengan barang-barang, yang sering kali mengganggu kemampuan mereka untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Lalu, siapa yang rentan mengidap hoarding disorder? Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan hoarding disorder.

1. Faktor Genetik dan Keluarga

Penelitian menunjukkan bahwa hoarding disorder cenderung terjadi dalam keluarga, yang menunjukkan adanya faktor genetik. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dekat yang menderita hoarding disorder, mereka mungkin lebih rentan mengembangkan kondisi ini.

Faktor genetik mungkin memainkan peran dalam bagaimana seseorang menanggapi stres dan kecemasan, yang bisa memengaruhi kecenderungan untuk menimbun barang.

2. Usia

Meskipun hoarding disorder dapat terjadi pada segala usia, gejala biasanya mulai muncul pada masa remaja akhir atau awal dewasa muda, antara usia 11 dan 20 tahun. Namun, masalah ini sering kali tidak diakui sebagai gangguan sampai seseorang mencapai usia dewasa.

Orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih rentan untuk mengalami hoarding disorder yang lebih parah, karena mereka telah mengumpulkan barang-barang selama bertahun-tahun.

3. Pengalaman Trauma atau Kehilangan

Menyimpan barang bisa memberikan rasa nyaman bagi pengidap hoarding disorder. (Getty Image)

Banyak individu dengan hoarding disorder memiliki riwayat trauma atau kehilangan yang signifikan, seperti kematian orang yang dicintai, perceraian, atau kehilangan pekerjaan. Pengalaman-pengalaman ini dapat memicu perilaku menimbun sebagai cara untuk mengatasi perasaan kehilangan dan kesedihan. Menimbun barang dapat memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi mereka yang mengalami kesulitan emosional.

4. Masalah Kesehatan Mental Lainnya

Hoarding disorder sering kali terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya, seperti gangguan kecemasan, depresi, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), atau gangguan defisit perhatian/hiperaktivitas (ADHD). Orang dengan kondisi ini mungkin menggunakan menimbun barang sebagai cara untuk mengatasi kecemasan atau ketidakstabilan emosional mereka.

5. Isolasi Sosial

Orang yang mengalami isolasi sosial atau memiliki sedikit hubungan sosial mungkin lebih rentan mengembangkan hoarding disorder. Kurangnya dukungan sosial dapat membuat seseorang merasa kesepian dan cemas, yang dapat mendorong mereka untuk menimbun barang sebagai cara untuk merasa lebih terhubung atau memiliki kendali.

6. Kepribadian dan Temperamen

Beberapa ciri kepribadian dan temperamen mungkin membuat seseorang lebih rentan terhadap hoarding disorder. Misalnya, orang yang cenderung perfeksionis, sulit membuat keputusan, atau memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap benda-benda mungkin lebih mungkin mengembangkan hoarding disorder.

Mereka mungkin merasa bahwa setiap barang memiliki nilai sentimental atau potensial yang penting, sehingga sulit untuk membuangnya.

7. Kondisi Kognitif

Masalah kognitif, seperti kesulitan dengan perhatian, memori, dan pengambilan keputusan, dapat berkontribusi pada hoarding disorder. Orang dengan masalah kognitif mungkin merasa kesulitan untuk mengatur dan memprioritaskan barang-barang mereka, sehingga lebih cenderung menimbun barang secara berlebihan.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami gejala hoarding disorder, penting untuk mencari bantuan profesional dari seorang ahli kesehatan mental yang berpengalaman dalam menangani gangguan ini. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Pemprov Jateng Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Jangan Panic Buying!

3 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: