BerandaHits
Selasa, 3 Mar 2025 11:59

Selama 2024, Populasi Jepang Menyusut 900 Ribu Orang!

Penyusutan populasi di Jepang terjadi cukup ekstrem. (Getty Images/Recep-bg)

Selama 2024, hanya terjadi lebih dari 700 ribu kelahiran bayi di Jepang, kontras dengan jumlah kematian yang mencapai 1,6 juta.

Inibaru.id – Layaknya di sejumlah negara maju lainnya, Jepang mengalami masalah penyusutan populasi yang cukup ekstrem. Selama 2024 saja, Kementerian kesehatan setempat pada Kamis (27/2/2025) melaporkan penyusutan populasi sampai 900 ribu orang. Alasannya, tercatat ada 1,6 juta kematian yang hanya diimbangi dengan 720.988 kelahiran selama tahun lalu.

Memang, populasi Jepang masih cukup tinggi, yaitu 124,5 juta jiwa per Sensus 2023. Tapi, tetap saja, penyusutan populasi yang cukup ekstrem ini bikin pemerintah setempat resah. Apalagi, kini sebagian besar penduduk Jepang justru adalah yang berusia dewasa tua atau yang sudah berusia lanjut. Generasi muda yang jadi tulang punggung perekonomian negara semakin menipis!

Sayangnya, bisa jadi masalah penyusutan populasi ini nggak bisa dengan mudah diatasi dalam waktu dekat. Maklum, dari data kelahiran bayi selama 2024 saja, terkuak perbandingan bahwa untuk setiap kelahiran bayi, terdapat dua orang yang meninggal atau yang pindah ke luar negeri.

Meski begitu, Perdana Menteri Shigeru Ishiba nggak mau langsung menekan tombol panik. Dia dan jajaran pemerintahannya masih optimistis pada masa depan, angka kelahiran di Jepang bakal membaik. Alasannya, dalam setahun belakangan, terjadi kenaikan angka pernikahan. Sesuatu yang sudah cukup lama nggak terjadi di negara tersebut.

Angka pernikahan mulai meningkat di Jepang. (japanupclose.web-japan.org)

“Benar, jumlah pernikahan mengalami peningkatan, Dan ada kaitan antara kenaikan angka pernikahan dengan kenaikan kelahiran bayi. Kami harus fokus pada aspek ini,” terang Shigeru Ishiba.

Apa yang diungkap Shigeru nggak asal cuap. Berdasarkan penelitian yang diungkap Japan Research Institute, angka pernikahan pada 2024 lalu naik 2,2 persen ke angka 499.999. Hal ini tentu memberikan perbaikan atas membaiknya laju populasi di Jepang mengingat pada beberapa tahun sebelumnya, angka pernikahan anjlok drastis, khususnya pada 2020 yang merosot sampai 12,7 persen.

Kalau menurut Shigeru pula, ada kemungkinan masyarakat Jepang mulai merasakan manfaat dari sejumlah kebijakan pemerintah yang fokus mendukung pasangan yang mau menikah atau punya anak seperti adanya subsidi perumahan, kemudahan mendapatkan fasilitas penitipan anak bagi orang tua yang bekerja, pendidikan, hingga adanya aplikasi kencan.

Jepang pun berharap bisa mengikuti negara tetangganya, Korea Selatan yang baru-baru ini mengalami peningkatan angka kelahiran bayi pada 2024, untuk kali pertama dalam sembilan tahun belakangan. Layaknya Jepang, Korea juga mengalami masalah pelik gara-gara semakin enggannya generasi muda mereka untuk menikah atau punya anak.

Jadi kepikiran ya, Millens? Apa mungkin di masa depan Indonesia juga bakal mengalami masalah penyusutan populasi seperti Jepang atau Korea Selatan? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: