BerandaHits
Minggu, 20 Des 2025 17:26

Samudra Ternyata Nggak Sepi, Lo! Intip Gimana Pandemi Bikin Laut Kembali 'Bernyanyi'

Alam bawah laut. (Freepik)

Pernah bayangin gimana rasanya jadi ikan yang hidup di tengah bisingnya mesin kapal? Ternyata, momen lockdown saat pandemi Covid-19 sempat bikin samudra jadi "panggung konser" yang damai bagi para penghuninya.

Inibaru.id – Selama ini kita mungkin mikir kalau bawah laut itu dunianya si sunyi senyap. Tapi, sejak ada teknologi hydrophone (mikrofon bawah air), persepsi itu langsung patah! Ternyata, samudra itu mirip panggung orkestra raksasa yang penuh suara klik, siulan, sampai letupan unik dari ribuan penghuninya.

Sayangnya, "konser alam" ini sering kali kalah telak sama bisingnya mesin kapal kontainer dan proyek pengeboran manusia. Tapi tahu nggak sih, ternyata pandemi Covid-19 kemarin nggak cuma bikin jalanan kota sepi, tapi juga ngasih "napas" buat penghuni laut untuk kembali bersuara.

Eksperimen "Hening" yang Nggak Sengaja

Covid 19 yang mengisolasi dunia 2020 lalu nggak sengaja bikin tenang laut. (via Haibunda)

Waktu dunia melakukan lockdown besar-besaran, aktivitas manusia di laut juga ikut ngerem. Para ilmuwan yang tergabung dalam International Quiet Ocean Experiment (IQOE) pun dapet momen langka yang nggak pernah mereka duga sebelumnya.

Data menunjukkan lalu lintas kapal di beberapa zona turun drastis sampai 70%! Hasilnya? Laut jadi jauh lebih tenang. Di Teluk Hauraki, Selandia Baru, tingkat kebisingan turun sepertiganya cuma dalam waktu 12 jam setelah lockdown.

Dampaknya keren banget. Jangkauan komunikasi lumba-lumba melonjak sampai 65%. Artinya, suara lumba-lumba bisa terdengar 1,5 kilometer lebih jauh dari biasanya karena nggak ada lagi suara mesin kapal yang "mengganggu" obrolan mereka.

Bagi ikan dan mamalia laut, suara itu bukan sekadar bising. Itu adalah alat navigasi, cara nyari makan, sampai sarana nyari jodoh.

Udang penggetak misalnya. Ia punya capit yang kalau dikatupkan suaranya mencapai 210 desibel! Berguna buat melumpuhkan musuh.

O ya, dari 34.000 spesies ikan, dua pertiganya pakai suara buat berinteraksi.

Miles Parsons dari Australian Institute of Marine Science menganalogikan polusi suara laut itu kayak kita lagi di bar yang super berisik. "Kalau bar penuh orang dan musik kencang, jarak kamu buat dengar suara teman sendiri jadi kecil banget," jelasnya. Kasihan kan, kalau ikan-ikan ini harus teriak-teriak cuma buat sekadar nyapa temannya?

Bahaya Bising; Dari Stres Sampai Terdampar

Kalau laut terlalu berisik, risikonya nggak main-main. Paus bungkuk jadi jarang nyari makan, dan induk paus sikat jadi kurang istirahat bareng anaknya karena terganggu kapal wisata.

Bahkan, sonar militer yang super kencang sering dikaitkan dengan kasus paus terdampar yang mengalami pendarahan di telinga dan otak karena trauma suara. Sama kayak kita yang stres kalau denger suara klakson terus-menerus, ikan juga bisa stres, pendek umur, dan susah punya keturunan kalau dunianya terlalu bising.

Momen hening saat pandemi kemarin jadi bukti kuat buat para ilmuwan: kalau kita mau laut sehat, kita harus belajar buat "ngecilin volume" aktivitas kita di sana.

Gimana menurutmu, Gez? Apakah kita harus punya hari "Hening Samudra" setiap tahunnya supaya mereka bisa istirahat? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: