BerandaHits
Minggu, 20 Sep 2025 17:10

Rempah dan Herbal Juga Bisa Expired, lo!

Herbal dan rempah bisa kedaluarsa jika lewat dari masa simpan. (Shutterstock)

Rempah dan herbal memang bikin masakan makin sedap, tapi ternyata mereka punya umur simpan yang terbatas.

Inibaru.id - Saat memasak, rempah-rempah jadi andalan untuk membuat masakan lebih lezat. Biasanya, rempah ini disimpan menumpuk di rak dapur. Sayangnya, banyak orang kurang memperhatikan masa kedaluwarsa, bahkan tetap menyimpannya meski sudah seharusnya dibuang.

Padahal, umur simpan tiap bumbu bisa berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh jenisnya, apakah termasuk herbal atau rempah. Menurut Samantha Kennedy, penyuluh ilmu keluarga dan konsumen di Institut Ilmu Pangan dan Pertanian Universitas Florida, perbedaan keduanya ditentukan dari bagian tanaman asalnya.

“Herbal dan rempah berasal dari bagian tanaman yang berbeda. Herbal umumnya berasal dari daun, batang, dan bunga, sedangkan rempah biasanya berasal dari akar, biji, dan kulit kayu,” jelas Samantha, dikutip dari laman Universitas Florida.

Umur simpan herbal dan rempah bisa bervariasi tergantung jenis, cara pengolahan, dan penyimpanan. Healthline menulis, rempah kering biasanya dapat bertahan lebih lama dibanding herbal kering, sementara bumbu yang minim proses pengolahan cenderung lebih awet.

Untuk herbal kering, seperti basil, oregano, daun salam, peterseli, daun ketumbar, mint, dan rosemary dapat bertahan 1–3 tahun. Lalu, rempah bubuk, misalnya jahe, kunyit, bawang putih, cabai, paprika, kapulaga, hingga campuran bumbu instan, punya umur simpan lebih lama, sekitar 2–3 tahun.

Sementara itu, rempah utuh seperti cabai kering, cengkeh, pala, dan biji ketumbar justru paling awet karena permukaannya lebih sedikit terpapar udara, cahaya, maupun kelembapan. Itu sebabnya aroma dan rasanya bisa bertahan lebih lama dibanding rempah bubuk. Jika disimpan dengan benar, maka rempah utuh bahkan bisa awet hingga 4 tahun.

Tanda-Tanda Rempah Sudah Nggak Layak Pakai

Pastikan jahe masih beraroma sebelum kamu gunakan. (Simple Resipe)

Herbal dan rempah kering sebenarnya nggak benar-benar kedaluwarsa. Hanya saja, kualitasnya bisa menurun ketika rasa, aroma, dan warnanya mulai berkurang. Pada kemasan biasanya tertera “baik digunakan sebelum”, yang menunjukkan perkiraan masa rempah masih memiliki cita rasa dan kualitas terbaik.

Kalau kamu ragu dengan rempah yang sudah lama disimpan, coba ambil sedikit lalu gosokan di telapak tangan. Cium aromanya dan rasakan sedikit. Jika aromanya lemah dan rasanya hambar, maka tandanya sudah saatnya diganti dengan yang baru.

Lalu bagaimana cara menyimpannya agar awet?

Supaya rempah dan herbal tetap tahan lama, hindari paparan udara, panas, cahaya, maupun kelembapan. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menaruh rempah di dekat kompor. Padahal, tempat terbaik untuk menyimpannya adalah area yang sejuk, kering, dan gelap, misalnya pantry, laci, atau lemari yang jauh dari sumber panas.

Lalu, gunakan wadah kedap udara dan nggak berpori. Kaca atau keramik jadi pilihan ideal karena mudah dibersihkan serta mampu menahan udara dan kelembapan. Wadah plastik masih bisa dipakai, tapi biasanya kurang rapat dan mudah menyerap warna maupun aroma rempah.

Selain itu, hindari kelembapan berlebih karena bisa membuat rempah menggumpal atau berjamur. Kalau sudah muncul jamur, sebaiknya langsung dibuang dan diganti yang baru.

Beberapa jenis bumbu juga lebih tahan lama jika disimpan di kulkas, contohnya paprika bubuk atau cabai bubuk yang bisa tetap cerah warnanya ketika disimpan dalam suhu dingin.

Setelah tahu umur simpan herbal dan rempah, kamu bisa lebih bijak menyimpan bumbu di dapur. Selain hemat, cita rasa masakan yang dibuat juga akan tetap terjaga. Gimana, apakah kamu sudah menyimpan herbal dan rempah dengan cara yang tepat, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: