BerandaHits
Kamis, 24 Jul 2024 18:27

Puncak Kemarau, Ini Antisipasi Pemprov Jateng Cegah Kekeringan

Ilustrasi musim kemarau. (Antara/Mohammad Ayudha/pras)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya untuk mengantisipasi potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Berdasarkan data per 22 Juli 2024, Pemprov Jateng juga telah mengupayakan droping air bersih di 10 kabupaten/kota.

Inibaru.d - Puncak musim kemarau 2024 di Jawa Tengah diperkirakan akan terjadi pada bulan Juli ini. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

“Setiap tahun kita menghadapi kekeringan dan musim hujan. Dalam menghadapi ancaman kekeringan, kita mengadakan rapat koordinasi ini untuk persiapan lebih dini,” ungkap Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana saat Rapat Koordinasi Siaga Kekeringan bersama BNPB di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Selasa (23/7/2024).

Dia menambahkan, rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait ini juga bertujuan untuk mendata kesiapan sarana dan prasarana di wilayah kabupaten/kota.

Menurut Nana, sebanyak 30 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Sementara lima wilayah lainnya belum menetapkan status tersebut karena kondisinya masih aman.

Pemerintah terus berupaya menangani daerah yang mengalami kekeringan. Berdasarkan data per 22 Juli 2024, upaya droping air bersih telah dilakukan di 10 kabupaten/kota, yang disalurkan ke 25 kecamatan dan 33 desa terdampak kekeringan, dengan total penerima air bersih sebanyak 8.637 KK atau 26.725 jiwa.

Pj Gubernur Jateng mengimbau kepada bupati dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan dan karhutla. (Diskominfo Jateng)

Nana menjelaskan, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2024 diperkirakan akan lebih basah dan lebih pendek dibandingkan kemarau 2023. Puncak musim kemarau di Jawa Tengah diperkirakan akan terjadi pada bulan Juli ini.

Dalam kesempatan itu, Nana juga mengimbau kepada bupati dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kekeringan dan karhutla, memetakan daerah rawan bencana, serta melakukan langkah-langkah strategis penanganan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memanfaatkan embung, membuat sumur bor, memantau ketersediaan air bersih, mendistribusikan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, melarang aktivitas penggunaan bahan yang mudah menimbulkan percikan api atau kebakaran, dan lain-lain.

“Perlu ada komunikasi dengan instansi terkait lainnya. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri dalam menangani bencana,” imbau Nana.

Menurutnya, upaya-upaya tersebut perlu dilakukan mengingat pada tahun 2023 lalu, sebanyak 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengalami kekurangan air bersih saat kemarau.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan, mulai minggu ketiga Juli 2024, curah hujan di Jawa Tengah hanya mencapai 50 mm, menunjukkan bahwa musim kemarau telah tiba.

“Meskipun tidak ada El Nino, bencana kekeringan di Jawa Tengah masih akan terjadi. Meskipun bencana di awal hingga pertengahan tahun relatif tidak banyak, kita harus tetap waspada. Hingga hari ini, sudah ada 30 daerah yang menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla,” ungkapnya.

Pada tahun 2023 lalu, kekeringan dan kebakaran hutan, gunung, serta tempat pembuangan akhir sampah terjadi di Jawa Tengah. Pemerintah telah mengantisipasi potensi bencana tersebut dengan berbagai upaya, termasuk menyalurkan bantuan dari BNPB untuk 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah berupa peralatan dan anggaran operasional.

Dijelaskan bahwa BNPB dan Pemprov Jawa Tengah juga akan membantu distribusi air bersih dan penggalian sumur tersier, agar kebutuhan air saat musim kemarau dapat terpenuhi.

“Pak Penjabat Gubernur Jawa Tengah tadi juga memberikan penekanan, dan kami sepakat untuk memberikan bantuan distribusi air bagi daerah yang membutuhkan,” tandasnya.

Semoga kita bisa melalui musim kemarau tanpa masalah berarti ya, Millens. (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: