BerandaHits
Sabtu, 16 Jun 2023 12:39

Profesi Baru yang Muncul dari Maraknya Penggunaan ChatGPT

Ilustrasi: Alih-alih menggusur pekerjaan yang sudah ada, kecerdasan buatan justru memicu munculnya pekerjaan baru. (Bing Image Creator)

Katanya akan ada banyak profesi yang tergusur setelah marak penggunaan ChatGPT. Tapi, kenyataannya malah ada pekerjaan baru yang muncul dari demam ChatGPT, lo. Kamu penasaran profesi apa itu?

Inibaru.id - ChatGPT yang merupakan produk dari kecerdasan buatan kini sedang naik daun. Keberadaannya digadang-gadang bisa membantu pekerjaan kita karena ia mampu memberikan segala informasi yang kita mau. Bahkan, ada beberapa profesi yang diramalkan akan tergusur lantaran adanya chatbot percakapan canggih ini.

Namun, CEO OpenAI Sam Altman justru memberikan pernyataan sebaliknya. Dia bilang, AI nggak bakal menggusur pekerjaan sebanyak yang diprediksi para ahli. Menurutnya, dunia nggak akan kehabisan pekerjaan karena AI. Altman, sosok di balik ChatGPT malah menyebut kehadirannya akan memicu munculnya pekerjaan baru yang lebih baik.

"Anda hanya perlu bergerak menuju masa depan, seperti lebih banyak hal yang akan terjadi," kata dia di acara 'Conversation with Sam Altman', di Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Lalu, pekerjaan baru macam apa yang dimaksud Sam Altman yang muncul karena gelombang AI? Melansir dari CNNIndonesia, Jumat (16/6), ada profesi baru bernama prompt engineer dengan gaji US$175 ribu hingga US$300 ribu atau sekitar Rp2,6 miliar hingga Rp4,5 miliar per tahun. Hal itu diungkapkan dalam sebuah unggahan di platform Tiktok milik @startingname.

"Hadirin sekalian, ini sedang terjadi: 'Prompt Engineer' sekarang menjadi sebuah jabatan, dan gajinya antara 175 ribu hingga 300 ribu (dolar) per tahun," jelas akun tersebut.

Apa Itu Prompt Engineer?

Ilustrasi: Prompt engineer merupakan pekerjaan yang menuntut seseorang bersinggungan dengan ChatGPT dalam waktu lama. (Koinworks)

Dijelaskan di unggahan tersebut, prompt engineer merupakan seseorang yang hanya perlu menghabiskan waktu dalam algoritma. Itu merupakan pekerjaan bergaji besar bagi mereka yang senang mengutak-atik AI generatif.

The New York Times menyebut, prompt engineering sebagai keterampilan yang bisa ditambahkan ke resume oleh mereka yang bermain-main dengan ChatGPT cukup lama. Sementara itu, The Washington Post menyebutnya sebagai pekerjaan baru paling menarik di bidang teknologi.

Lantas, kenapa bermain-main dengan ChatGPT bisa disebut profesi? Seorang peneliti di perusahaan AI Hugging Face Victor Sanh yang melakukan studi dan membangun aplikasi yang berkaitan dengan AI menjelaskan kenapa prompt engineer mendapatkan tempat sebagai sebuah profesi.

"Sistem seperti ChatGPT, GPT-4, Claude, dan lainnya yang telah mengalami Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF) cenderung lebih tangguh terhadap perumusan prompt [dan] instruksi," katanya, dikutip dari Mashable.

Artinya, sistem-sistem tersebut pada dasarnya memahami apa yang diperintahkan dalam bahasa yang mudah dimengerti. Namun, mereka sering membuat kesalahan, baik gagal memahami query (pertanyaan, perintah) dengan benar atau gagal mengenali karena kurang spesifik, sehingga nggak memungkinkan untuk memberikan respons yang tepat. Nah, prompt engineer diklaim hadir untuk mengisi celah tersebut, Millens.

"Jika Anda berprofesi sebagai prompt engineer, kemungkinan besar Anda akan menghabiskan 8 jam per hari untuk menemukan kegagalan sistem untuk memahami query dan merancang cara agar sistem menghasilkan respons yang tepat," ujar Sanh.

Nah, meski dipredikasi akan menjadi profesi baru, hingga saat ini kualifikasi dari pekerjaan ini masih belum jelas, Millens. Jika kamu tertarik berkecimpung di bidang ini, maka tunggu informasi selanjutnya atau tunggu mereka open recruitment, ya! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: