BerandaHits
Sabtu, 12 Des 2025 09:01

PLTN Pertama di Indonesia Ditargetkan Beroperasi 2032, Begini Rincian Rencananya

Ilustrasi: Pembangkit listrik tenaga nuklir. (Zonaebt)

Dua wilayah rencananya jadi lokasi PLTN pertama di Indonesia, yaitu Kalimantan Barat dan Bangka.

Inibaru.id - Indonesia akhirnya mulai melangkah serius menuju era energi nuklir. Setelah bertahun-tahun wacana PLTN hanya jadi bahan diskusi seminar, pemerintah kini menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Indonesia benar-benar beroperasi pada 2032. Dua wilayah sudah masuk daftar kandidat lokasinya adalah Kalimantan Barat dan Bangka. Yup, bukan Jawa seperti yang sering dibayangkan banyak orang.

Menariknya, proyek besar ini bakal digarap oleh dua anak perusahaan PLN. PLN Indonesia Power ditugaskan mengurus rencana PLTN di Kalimantan Barat, sedangkan PLN Nusantara Power fokus pada wilayah Bangka.

“Target PLTN pertama di Indonesia akan beroperasi pada 2032,” ungkap Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Haendra Subekti sebagaimana dinukil dari Detik, Kamis (4/12/2025).

Nggak hanya ditugaskan untuk memilih teknologi yang cocok, kedua anak perusahaan itu juga diminta untuk bersiap jika nanti ditunjuk menjadi pengembang resminya. Artinya, keduanya seperti sengaja diminta berlomba menyiapkan konsep terbaik untuk masa depan listrik Indonesia.

Tapi, mengapa Kalimantan Barat dan Bangka yang dipilih, ya? Untuk Kalbar, alasannya cukup kuat. Daerah seperti Melawi disebut punya potensi energi primer berlimpah mulai dari tenaga air, biomassa, hingga yang paling bikin penasaran, kandungan uranium dan thorium yang jumlahnya diperkirakan sampai 24 ribu ton. Di sisi lain, Bangka sudah lama dikenal sebagai salah satu lokasi yang stabil secara geologi, sehingga sering masuk radar kajian tapak PLTN.

Melawi, Kalimantan Barat, jadi salah satu lokasi yang dianggap ideal sebagai tempat pembangkit listrik tenaga nuklir. (Google Street View)

FYI aja nih, sebelumnya BRIN dan BATAN sudah melakukan kajian panjang tentang kondisi kegempaan, keberadaan sesar gempa, hingga potensi ancaman gunung api di puluhan titik. Hasilnya, ada 28 wilayah potensial yang secara teori mampu menopang pembangunan PLTN dengan total kapasitas hingga 70 GW. Tapi untuk tahap awal, fokusnya memang ada di sistem kelistrikan Sumatera dan Kalimantan yang butuh penguatan pasokan energi jangka panjang.

Supaya semua rencana ini bisa berjalan, pemerintah sedang mengebut penyusunan Peraturan Presiden tentang pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO), lembaga khusus yang bakal mengawal pembangunan sekaligus operasi PLTN.

Setelah aturan ini diteken Presiden, prosesnya akan berlangsung cepat dengan rincian enam bulan untuk penetapan tapak dan izin awal, lalu setahun berikutnya izin konstruksi harus sudah keluar. Intinya, pemerintah ingin proyek ini tidak mandek seperti rencana-rencana sebelumnya.

Tentu saja, masuk ke dunia nuklir bukan hal remeh. Ada sederet syarat yang harus dipenuhi mulai dari jaminan pasokan bahan bakar, pengelolaan limbah radioaktif, standar keselamatan ketat, hingga kepatuhan pada aturan IAEA. Singkatnya, semua harus berjalan superhati-hati.

Kalau target 2032 benar-benar tercapai, Indonesia bakal melangkah ke babak baru energi bersih berteknologi tinggi. Apakah kita akan berhasil? Waktulah yang menjawab. Yang jelas, langkah besar ini sudah mulai diayunkan, dan bakal jadi salah satu proyek energi paling menarik untuk diikuti beberapa tahun ke depan, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: