BerandaHits
Rabu, 31 Des 2019 09:20

Platform Literasi Zaman Digital Patut Dapat Perhatian

Asef Saeful Anwar (kiri) dan Wiwien Winarto (tengah) dalam diskusi buku yang diadakan Balai Bahasa Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Revolusi 4.0 mengubah banyak hal, nggak terkecuali dalam dunia tulis menulis dan membaca. Saat ini aplikasi-aplikasi semacam Wattpad, Storial, dan lain-lainnya tengah berkembang. Namun ada PR juga yang harus diperhatikan demi kemajuan dunia literasi ke depan.

Inibaru.id – Literasi zaman digital sudah sangat berkembang. Banyak keuntungan yang bisa didatangkan dari media ini khususnya dalam hal penyimpanan dan royalti. Hal inilah yang dijelaskan oleh novelis Wiwien Winarto dalam disksi bertema Budaya Baca Tulis di Era Digital yang diadakan Balai Bahasa Jawa Tengah.

Dia mengatakan jika lewat gawai buku yang ada di satu perpustakaan bisa disimpan. Perintis yang memelopori buku daring adalah Amazon dan Kindle yang menyediakan banyak e-Book. Royalti yang didapat dari e-book pun besar bisa sampai 50 persen jika dibandingkan dengan buku cetak sebanyak 10 persen.

“Saya awal suka cetak, tapi ada fenomena kontra dengan hadirnya platform penulisan digital seperti Wattpad. Saya belajar dari awal lagi bagaimana posting dan promo. Wattpad tulisan dari seluruh dunia ada,” kata dia, Selasa (10/12), di Hotel Grasia Semarang.

Awal sekali dalam menggunakan platform digital, Wiwien mencoba salah satu channel yang ada di BBM bernama Webcomic. Kemudian dia juga mencoba menulis di Storial, di mana di aplikasi menulis online tersebut sistemnya bab-bab awal gratis, lalu bab berikutnya berbayar. 

“Penulis dibayar dengan storial coin, minimal 60 ribu coin bisa dicairkan. Banyak penerbit digital buka jalan baru,” kata. Salah satu ciri penerbitan zaman baru ini nggak ada lagi penolakan naskah, Millens.

Meski platform digital ini telah berkembang, tapi sangat sedikit penulis senior dengan skill matang mau menulis di sana. Dia sangat berharap para penulis senior juga menulis di platform digital. “Senior ikut main di novel digital. Banyak Wattpad karya-karyanya menyedihkan. Kita perlu tangan dingin senior,” keluh penulis novel Kinanti Featuring Arantxa tersebut.

Peserta diskusi terdiri dari para pegiat literasi. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Pemateri kedua penulis Asef Saeful Anwar berharap pula situs-situs daring yang ada saat ini dapat menentukan masa depan sastra Indonesia. Waktu yang diperlukan bisa sangat panjang sekitar 15 tahun lagi, tapi orang nanti akan bisa menjawab di mana laman daring yang menghasilkan cerpen-cerpen atau karya sastra yang berkualitas.

“Penerbit digital memulai. Ada karya sastra yang hanya ada di platform digital dan tak bisa dicontoh cetak. Semisal ada video khusus tentang tokoh. Sebab semua karya sastra digital sekarang bisa dicetak,” katanya.

Sebenarnya usaha ini juga patut dilakukan di tengah situasi di mana minat masyarakat akan membaca sangat tinggi. “Pierre Bourdieu mengatakan bagaimana bisa baca kalau nggak tahu apa itu membaca. Kalau kita cermati bersama masyarakat Indonesia gemar membaca. Sebelum tidur membaca, Yasinan juga membaca, potensinya tinggi,” ujarnya.

Sebabnya Asef mengingatkan jika kegiatan membaca nggak hanya diidentikkan dengan belajar. Karena media belajar banyak. Kalau mindset seperti ini terus diterapkan pada anak-anak, maka akan timbul perasaan malas, yang lebih parah ketika kegiatan membaca diidentikkan dengan sifat anti-sosial dan penyakit psikologi.

“Semua orang punya kesempatan mengembangkan bacaannya yang lebih menarik. Jika membaca semata belajar itu memberatkan. Bisa untuk hiburan juga,” kata laki-laki yang juga dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM tersebut.

Kamu sudah gemar membaca belum, Millens? Pokok penting membaca itu jangan dianggap kegiatan yang berat ya! (Isma Swastiningrum/E05)

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: