BerandaHits
Jumat, 14 Des 2017 00:51

Penerbit Buku SD yang Cantumkan Yerusalem Ibu Kota Israel Siap Meralat

Isi buku yang cantumkan Yerusalem ibu kota Israel. (Detik.com)

Kecaman dan protes terhadap buku yang mencantumkan tercantum Yerusalem ibu kota Israel bermunculan. Beberapa daerah langsung melarang penggunaannya.

Inibaru.id – Kembali ada yang viral dari dunia pendidikan. Kali ini tentang buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas VI  SD terbitan Yudhistira Ghalia Indonesia yang memuat Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ya, dalam buku IPS kelas VI KTSP terbitan Yudhistira, terdapat tabel daftar negara-negara Asia Barat beserta ibu kotanya. Dalam tabel tersebut, tercantum Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Unggapan tentang isi buku itu di Facebook dan Whatsapp segera ramai ketika dikaitkan dengan klaim sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kecaman dan tuntutan agar buku itu ditarik segera bermunculan dari pelbagai kalangan.

Baca juga: 
Yerusalem, Kota Suci yang Selalu Menderita
Menilik Kesucian Masjid Aqsha

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta buku pelajaran tersebut segera ditarik dari peredaran agar nggak menimbulkan kontroversi.

"Saya kira buku tersebut harus dikoreksi atau malah ditarik. Karena ini nanti akan menimbulkan kontroversi," ucapnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/12/2017) seperti dikutip dari Sindonews.

Fraksi PPP DPR RI malah lebih keras lagi dalam bereaksi. Ketua Fraksi PPP Reni Marlinawati meminta polisi turun tangan mengusut peredaran buku tersebut.

"Mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki proses produksi buku tersebut yang jelas-jelas telah meresahkan masyarakat dan bertentangan dengan spirit Pancasila dan UUD 1945. Kontrol terhadap produksi buku tersebut sangat lemah, baik di sisi internal penerbit maupun di eksternal penerbit seperti pihak sekolah termasuk pemerintah," ujar Reni, Rabu (13/12/2017) seperti  dinukil dari Detik.com.

Reaksi serupa muncul dari daerah-daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melarang SD di wilayahnya menggunakan buku tersebut. Larangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Etty Retnowati seusai mendapatkan laporan dari ormas Islam di Solo, Rabu (13/12/2017). Dikutip dari Detik.com, Etty langsung membuat surat edaran yang disebar kepada seluruh SD negeri dan swasta.

Terkait viralnya unggahan  isi buku pelajaran itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pun membenarkan bahwa buku itu merupakan buku terbitan Yudhistira Tahun 2008.

"Ya, itu buku yang di SK-kan tahun 2008. Itu merupakan hasil penilaian dari Kemendikbud pada 2008 itu untuk menjalankan Kurikulum 2006," kata Kepala Litbang Kemendikbud RI Totok Suprayitno di Jakarta, Selasa (12/12/2017) seeprti dikutip dari Jawapos.com.

Baca juga: 
Trump Lagi, Trump Lagi
Islam di Peru (1): Minoritas yang Dikagumi

Selanjutnya, Totok meminta pihak penerbit untuk meralat kesalahan informasi yang ada di dalam buku tersebut.

"Buku itu agar tidak terus menerus salah, itu akan segera dilakukan ralat. Lalu yang sudah ada di website itu di-off dulu sementara sampai nanti ada koreksi," pungkasnya.

Bagaimana reaksi penerbit? Penerbit buku, PT Yudhistira Ghalia Indonesia sudah meminta maaf terkait buku tersebut.  “Untuk itu kami mohon maaf apabila sumber yang kami ambil dianggap keliru. Kami akan melakukan perbaikan atau revisi pada cetakan berikutnya,” tulis keterangan Yudhistira dalam situs resminya, Selasa, 12 Desember 2017.

Nah, Sobat Millens, pihak penerbit sudah mengakui. Kita harapkan persoalan ini segera kelar. Pasalnya, kita nggak ingin proses belajar-mengajar jadi terganggu lantaran hal ini, bukan? (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: