BerandaHits
Kamis, 11 Mar 2026 13:01

Pattiro: Belasan Daerah di Jateng Kurang Informatif soal Anggaran Publik

Ilustrasi: Perhitungan anggaran publik. (Freepik)

Riset PATTIRO Semarang mengungkap bahwa keterbukaan informasi anggaran pemerintah daerah di Jawa Tengah masih beragam. Dari 36 daerah, ada 11 kabupaten atau kota yang masuk kategori kurang informatif.

Inibaru.id - Transparansi anggaran di wilayah pemerintahan kabupaten dan kota di Jawa Tengah masih jauh dari kata merata. Riset terbaru Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Semarang melalui Indeks Keterbukaan Informasi Anggaran (IKIA) menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan.

Peneliti Pattiro, Putri Milasari menyampaikan, kehadiran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) menjadi tonggak penting bagi masyarakat untuk mengakses data pemerintah, termasuk penggunaan anggaran yang dibelanjakan.

"Kehadiran UU KIP adalah berkah bagi publik. Undang-undang ini lahir dari dorongan kuat masyarakat sipil yang memperjuangkan hak warga untuk mengetahui dan mengakses informasi," ujar Putri dalam keterangan tertulis yang diterima Inibaru.id, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai anggaran sangat krusial karena menjadi instrumen utama pemerintah ketika pembangunan dan memberikan pelayanan masyarakat. UU KIP seharusnya menggeser budaya kerahasiaan menuju keterbukaan.

Sayangnya, nggak semua daerah cukup terbuka terhadap informasi publik. Terkait hal ini, Pattiro pun melakukan penelitian untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah di Jateng menerapkan keterbukaan terkait pengggunaan anggaran.

Puluhan Dokumen Diperiksa

Dengan IKIA, Putri mengatakan, Pattiro melakukan penilaian melalui empat dimensi: dokumen perencanaan pembangunan, dokumen penganggaran, dokumen anggaran, dan dokumen pertanggungjawaban.

Sebanyak 27 dokumen diperiksa untuk melihat ketersediaan, kemudahan akses, dan publikasi terbuka dari pemerintah daerah. Skor IKIA berkisar dari 0 hingga 100, dibagi dalam lima kategori sebagai berikut:

  • Indeks 80,01-100: Sangat Informatif
  • Indeks 60,01-80: Informatif
  • Indeks 40,01-60: Cukup Informatif
  • Indeks 20,01-40: Kurang Informatif
  • Indeks 0-20: Tidak Informatif. 

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 36 pemerintah daerah di Jateng, nilai rata-rata IKIA secara keseluruhan adalah 47,06 atau menempatkan keterbukaan anggaran publik di level moderat. Namun begitu, ternyata ada disparitas antarwilayah yang cukup besar.

Sebanyak tujuh daerah masuk dalam kategori Informatif, antara lain Kota Magelang (71,67), Kabupaten Tegal (70,42), Pemprov Jateng (66,81), Kabupaten Jepara (67,92), Kabupaten Rembang (62,08), Kabupaten Klaten (62,42), dan Kabupaten Demak (62,42).

Kemudian, sebanyak 18 pemda berada pada level Cukup Informatif, termasuk di dalamnya Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Grobogan, dan Kota Surakarta. Wilayah-wilayah tersebut memiliki skor di atas 40,56.

Belasan Daerah Kurang Informatif

Sementara itu, 11 pemerintah daerah yang tersisa masuk kategori Kurang Informatif, antara lain Batang (39,31), Wonosobo (33,22), Purbalingga (33,75), Sragen (33,61), Kudus (33,47), Pati (32,78), Banjarnegara (31,67), Magelang (30,83), Kota Tegal (27,61), Blora (27,08), dan Purworejo (25,14).

Putri menegaskan, ketimpangan transparansi ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan untuk memastikan alur informasi publik terkait anggaran tersedia cukup lengkap dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.

Dia berharap, indeks ini bisa menjadi kontribusi nyata masyarakat sipil untuk memperkuat praktik keterbukaan informasi di tataran pemda sekaligus mendorong akuntabilitas dan partisipasi publik dalam mengawasi penggunaan anggaran.

"Masyarakat lebih sering hanya mendapatkan dokumen akhir, sementara proses yang menentukan arah kebijakan tertutup. Data realisasi pun sering terlambat atau tidak dipublikasikan," tukasnya.

Nah, buat daerah yang belum transparan soal penggunaan anggaran, saatnya wawas diri ya. Masyarakat berhak mendapatkan informasi tersebut, karena anggaran daerah merupakan hasil kontribusi masyarakat via pajak. Kalau nggak ada yang perlu disembunyikan, kenapa nggak terbuka saja? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: