BerandaHits
Selasa, 2 Agu 2021 10:47

Nggak Ada yang Mau Kalah, Dua Atlet dari Qatar dan Italia Berbagi Medali Emas

Atlet lompat tinggi dari Qatar dan Italia berbagi medali emas. Mutaz Barshim dan Gianmarco Tamberi sama-sama mencatat lompatan 2,37 meter. (Indianexpress/Reuters Photo)

Sama-sama mencatatkan lompatan 2,37 meter, atlet Qatar Mutaz Barshim dan atlet Italia Gianmarco Tamberi berbagi medali emas. Keduanya benar-benar mencatatkan raihan dan kegagalan lompatan yang identik. Kasus unik ini baru kali pertama terjadi sejak 1912.

Inibaru.id – Kisah-kisah unik terus bermunculan di Olimpiade Tokyo 2020. Kali ini, dua atlet lompat tinggi dari Qatar dan Italia berbagi medali emas karena nggak ada yang mau kalah. Keduanya benar-benar mencatatkan lompatan yang identik, yakni 2,37 meter sehingga panitia pun memutuskan bahwa keduanya adalah pemenang.

Kedua atlet tersebut adalah Mutaz Barshim dan Gianmarco Tamberi. Barshim yang dari Qatar dan Tamberi yang dari Italia sebenarnya sempat melakukan lompatan lagi untuk menentukan siapa pemenangnya, yakni dengan ketinggian rintangan 2,39 meter. Namun, keduanya pun sama-sama gagal meski sudah mencoba 3 kali. Alhasil, pertandingan pun jadi seri.

Pantia pun akhirnya menemui keduanya untuk memberikan pilihan. Mereka bisa melakukan lompatan lagi untuk menentukan siapa yang terbaik. Nah, saat diberi pertanyaan ini, Barshim justru menanyakan opsi lain.

“Apakah kami bisa mendapatkan dua medali emas?” tanyanya kepada panitia di video yang viral di berbagai media.

Ternyata, panitia menyebut pilihan Barshim bisa saja terjadi. Tamberi yang awalnya terkejut langsung tersenyum, melompat, dan memeluk Barshim. Keduanya pun setuju untuk berbagi medali emas dan kemudian merayakannya.

Karena nggak ada yang jadi nomor dua, otomatis medali perak pun ditiadakan di ajang lompat tinggi Olimpiade Tokyo 2020. Nah, yang bikin tambah menarik, sebenarnya peringkat tiga yang diraih oleh Maksim Nedesekau dari Belarusia juga mencatat ketinggian lompatan yang sama dengan Barshim dan Tamberi, yakni 2,37 meter. Hanya, upaya gagalnya lebih banyak dari kedua atlet sebelumnya sehingga dia pun hanya mendapatkan medali perunggu.

Gips yang dipakai Tamberi saat cedera selalu dibawa saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. (worldtoday.buzz)

Baru Kali Ini Terjadi Sejak 1912

Dua medali emas untuk dua atlet yang nggak mau kalah karena mencatatkan hasil yang sama di Olimpiade ternyata nggak kali ini terjadi. Sebelumnya, hal ini terjadi pada 1912.

“Kami saling memandang dan kami tahu, itu (perlombaan sudah selesai). Tidak perlu (melakukan lompatan lagi untuk menentukan pemenang),” ujar Barshim tentang tawaran untuk melakukan lompatan lagi sebagaimana dikutip dari The Independent.

Bagi Tamberi, medali emas ini sangat berarti baginya. Bagaimana nggak, hanya beberapa hari sebelum Olimpiade Rio 2016, dia mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya hanya menangis menonton rekan-rekannya berlaga. Dia mampu bangkit, kembali ke dunia atletik, dan akhirnya lolos ke Olimpiade 2020.

Demi menambah semangat saat bertanding, Tamberi bahkan selalu membawa gips yang dia pakai saat cedera sebelum Olimpiade Rio tersebut. Di gips tersebut, dia menulis “Road to Tokyo 2021” sebagai pengingat perjuangannya untuk berlaga di Olimpiade.

“Ini berarti segalanya bagi saya,” terang Tamberi terkait kemenangannya.

Nggak nyangka ya, Millens, ternyata medali emas Olimpiade juga bisa dibagi ke dua atlet. Tapi, mereka berdua memang pantas mendapatkannya. (Faj, Tem/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: