BerandaHits
Selasa, 9 Des 2019 14:30

Ngeri, Ini Jenis Hukuman di Berbagai Negara yang Bikin Jera Koruptor

Berantas perilaku korupsi. (Antara Foto/Galih Pradipta)

Berbagai jenis hukuman pantas didapatkan untuk koruptor yang merugikan negara dan rakyat. Di beberapa negara, hukuman untuk pelaku korupsi berupa penjara, gantung, pancung, dan hukuman mati.

Inibaru.id - Hari Antikorupsi Internasional diperingaati setiap tanggal 9 Desember. Semua negara menyepakati jika kurupsi harus dimusnahkan karena merugikan banyak orang. Sampai saat ini belum ada negara yang bebas dari korupsi.

Melansir Brilio, Senin (9/12/19,) di Indonesia meski sudah ada lembaga penegakan hukum bagi perilaku rasuah di Indonesia berupa KPK, tapi hukuman yang diberikan nggak membuat takut para pejabat. Koruptor di Indonesia hanya dihukum dalam hitungan tahun, ini pun masih ada keringanan berupa remisi (potongan tahahanan).

Makanya di Indonesia sendiri, perilaku korup belum kunjung surut. Nah, berikut ini jenis-jenis hukuman bagi para koruptor di berbagai negara. Siapa tahu pemerintah Indonesia pengen mengadodosinya!

Pancung

MUI Sepakat Penerapan Hukum Pancung di Aceh

Hukuman pancung. (Thinkstock/Sasilsolutions)

Hukuman pancung berlaku bagi para koruptor di negara Arab Saudi. Hukuman ini mengacu pada hukum Islam yaitu dengan melakukan qisas dan pancung. Hukuman tersebut ternyata terbukti memberi efek jera pada pejabat Arab Saudi meski dinilai kurang manusiawi.

Hukum Gantung

Amnesty Kecam Hukuman Gantung Remaja Pelaku Sodomi di Iran

Hukuman gantung. (Thinkstock)

Hukuman gantung ini diterapkan di negara tetangga, Malaysia. Undang-Undang tentang korupsi di Malaysia mulai diatur dalam Prevention of Corruption Act sejak 1961. Lalu 1997 berlaku pula Anti Corruption Act yang semakin memberi hukuman yang berat untuk koruptor. Hukuman bagi pejabat di Malaysia yang terbukti melakukan korupsi yaitu hukum gantung.

Dihukum Berat dan Dikucilkan

Bunuh diri karena malu tertangkap korupsi

Presiden Korsel Roh Moo Hyun yang bunuh diri setelah terbukti melakukan korupsi. (Zimbio)

Di negara Korea Selatan, hukuman yang berat untuk para koruptor ditentukan oleh pihak yang berwenang. Selain itu pelaku juga akan dikucilkan oleh masyarakat hingga keluarganya sendiri. Makanya nggak heran kalau pelaku korupsi di Korea Selatan merasa depresi bahkan bunuh diri. Salah satunya terjadi pada persiden Korsel Roh Moo Hyun yang melakukan bunuh diri pada 2009 seelah kasus suap USD 6 juta terbukti.

Penjara dan Denda

Dipenjara.

Hukuman penjara. (Thinkstock)

Negara Paman Sam menerapkan hukuman penjara dan denda bagi para pelaku korupsi. Waktu minimal penjara yang diberikan adalah 5 tahun. Bahkan untuk kasus yang dinilai berat, para pelaku korupsi ini dapat diusir dari negara tersebut. Sedangkan hukuman seumur hidup berlaku di Jerman. Di negara ini, para koruptor juga haru mengembalikan semua harta yang telah dikorupsi.

Hukuman Mati

Featured Image

Salah satu hukuman mati dengan ditembak. (Beritasatu)

Tiongkok menjadi negara yang sangat keras menindak pelaku korupsi. Pemerintahannya nggak main-main dalam memberi hukuman bagi koruptor. Bagi orang tiongkok yang terbukti melakukan korupsi dengan nilai lebih dari 100 ribu Yuan atau setara Rp 214 juta pidananya dapat dihukum mati. Bahkan peti matinya pun sudah disiapkan. Pada 2014, di Tiongkok hukuman mati untuk koruptorberjumlah 55 tindakan.

Hukuman mati juga diterapkan bagi koruptor di Vietnam. Meski hukuman ini untuk beberapa kasus nggak berlaku, seperti untuk perempuan hamil dan perempuan yang merawat anak di bawah 36 tahun. Hukumannya ada yang diganti dengan penjara seumur hidup.

Selain dua negara tersebut, Singpura juga menerapkan hukuman mati bagi koruptor. Negara ini memang dikenal sangat tegas pada pelaku kehatan, dari korupsi, pembenahan, hingga penyelundupan obat terlarang. Bahkan pada rentang 199-1999 lebih dari seribu orang terkena hukuman mati.

Duh ngeri banget ya. Gimana jadinya jika hukuman tersebut diterapkan di Indonesia ya, Millens? (MG26/E06)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: