BerandaHits
Rabu, 15 Des 2020 11:40

Namanya Sering Dicatut untuk Debat Politik, Gus Mus Lelah dan Hanya Bisa Memaafkan

Nama Gus Mus sering disalahgunakan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Belakangan, beredar narasi dalam bentuk puisi atau video yang mencatut nama Gus Mus. Narasi-narasi ini dibuat untuk kepentingan politik atau kelompok tertentu yang menumbuhkan kebencian atau memojokkan pihak lain. Gus Mus sangat kecewa dengan hal ini.<br>

Inibaru.id - Ulama yang dijadikan anutan banyak umat yakni KH. Mustofa Bisri atau yang lebih akrab dengan “Gus Mus” hanya bisa melapangkan dada ketika tahu namanya kerap dicabut di media sosial belakangan ini. Tulisan yang berbau politis dengan tendensi kebencian dan umpatan kerap disandingkan dengan nama Gus Mus. Padahal, Gus Mus sama sekali nggak terkait dengan narasi-narasi tersebut.

"Abah sudah capek, lelah sampai mengelus dada dengan banyaknya tulisan yang tersebar di media sosial dimana disebutkan tulisan itu adalah tulisan Abah," tegas Ienas Tsuroiya, salah satu putri Gus Mus, Senin (14/12/2020).

Ienas menuturkan kalau konten yang mencatut nama Gus Mus biasanya soal politik, ada unsur kebenciannya, menjelekkan dan memojokkan satu sama lain. Bahkan, ada yang sampai mengumpat. Kadang cuma tulisan seperti puisi, kadang ada juga video. Hal-hal seperti itu tentu sangat berbeda dengan yang Gus Mus lakukan selama ini.

Di mata Ienas, Gus Mus adalah sosok penyabar dan pemaaf. Gus Mus juga nggak akan mengeluh bila nggak ada aksi berlebihan.

Gus Mus hanya bisa memaafkan. (Medcom)<br>

"Jangankan Abah yang langsung memegang sendiri akun medsosnya. Kita yang keluarga, putra-putrinya sampai menantunya juga diuber untuk dimintai konfirmasi atau klarifikasi. Malah tak jarang kalau kita justru yang kemudian ikut di-bully, ini gimana," tambah Ienas.

Kepada Ienas, Gus Mus, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, inipun sempat curhat tentang kejengkelannya.

"Abah itu saking jengkelnya sampai menyebut bilang begini: Lebih baik tulisan atau puisiku dicatut dipakai nama orang lain daripada tulisan orang lain dicatut memakai namaku," terang Ienas mengulang kembali apa yang disampaikan Gus Mus.

FYI nih, Millens, nama Gus Mus belakangan dicantumkan dalam tulisan tentang FPI. Pada akhir tulisan itu tertulis nama "KH. Mustofa Bisri" dengan tempat dan tanggal "Sidoarjo, 19 November 2020".

Menanggapi kabar tersebut, Gus Mus lalu pada 1 Desember 2020 memposting tulisan berjudul “Tabayyun” di akun Facebook, Instagram dan Twitter miliknya.

Ienas punya pemahaman kalau ayahnya punya ciri khas setiap kali menuliskan kalimat atau status, sehingga mereka yang mengenal dekat dengan Gus Mus pasti langsung tahu itu tulisan Gus Mus atau bukan.

Meski demikian, Ienas nggak mau menyebut ciri khas identitas tersebut karena akan dapat dicontoh kembali oleh mereka yang asal catut dan nggak bertanggung jawab.

"Ada satu yang khas dari setiap tulisan Abah. Yang kenal dekat dengan Abah pasti tahu. Tapi enggak akan saya ungkapin, karena nanti bisa dijiplak, dicatut juga", ujar Ienas.

Wah, menyematkan nama seseorang di perkataan atau tulisan yang bukan miliknya untuk kepentingan sendiri sama saja dengan memfitnah ya, Miilens. (Cnn/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: