BerandaHits
Selasa, 2 Apr 2018 13:05

Menyandang Disabilitas, Mbah Semi Hidup Sebatang Kara

Mbah Semi yang hidup sebatangkara di rumah reyot. (Detik.com/Rinto Heksantoro)

Seorang nenek dengan disabilitas di Purworejo hidup sebatang kara. Dia tinggal di rumah reyot peninggalan orang tuanya.

Inibaru.id – Masa tua biasanya dihabiskan untuk menikmati hasil jerih payah ketika muda. Berkumpul dengan keluarga menjadi pilihan sejumlah orang. Namun, hal itu nggak berlaku bagi nenek satu ini. Di usia senjanya, dia hanya hidup seorang diri.

Masyarakat setempat memanggilnya Mbah Semi. Warga RT 01/RW 04, Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo itu hidup sebatang kara di rumah kayu reyot peninggalan orang tuanya. Nggak ada satupun keluarga yang menemani Mbah Semi menjalani masa tuanya.

Lebih ironis karena nenek yang belum pernah menikah itu menyandang disabilitas. Tangan kanan Mbah Semi lumpuh sejak kecil dan kaki sebelah kanannya juga nggak tumbuh dengan normal sehingga terlihat lebih kecil.

"Ini (lumpuh) sudah sejak kecil. Dulu awalnya demam terus sakit," tutur Mbah Semi, seperti ditulis Detik.com, Rabu (28/3/2018).

Kendati terganggu dengan fisiknya yang terbatas, Mbah Semi tetap bersyukur karena selalu diberi kesehatan. Dia juga mengaku jarang sakit sehingga nggak perlu bantuan orang lain untuk mengurusnya.

Untuk makan, Mbah Semi mengandalkan kebun yang nggak jauh dari rumahnya. Sesekali, Mbah Semi memetik daun singkong di kebun itu untuk dimasak. Nggak jarang, warga sekitar juga memberi makanan kepada nenek ini. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Hulosobo Ngatiyah.

"Para tetangga sering ngasih bantuan. Dari pemerintah juga ada bantuan rastra, selain itu juga ada program bantuan dari PKK untuk lansia meskipun cuma setahun sekali. Kalau rumah memang belum diperbaiki, dengan pertimbangan nanti malah nggak kepakai rumahnya kalau sudah tidak ditempati Mbah Semi, karena beliau kan nggak punya anak," tutur Ngatiyah.

Mbah Semi memang sosok yang mandiri ya, Millens. Di tengah keterbatasannya, dia nggak mengeluh dan pantang menyerah menjalani hidup. Semoga sehat selalu ya, Mbah. (ANG/IF) 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: