BerandaHits
Rabu, 17 Jun 2025 14:24

Miris, Gaji Dosen di Indonesia Paling Rendah di Asia Tenggara

Ilustrasi: Dosen di Indonesia banyak yang nggak mendapatkan gaji layak. (Upnvj)

Jika dibandingkan dengan gaji dosen di Malaysia dan Kamboja, gaji dosen di Indonesia masih jauh lebih rendah.

Inibaru.id - Sekitar satu dekade lalu, saya masih ingat betul dengan kesedihan teman kuliah saya Annisa yang baru saja mengikuti wawancara seleksi menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

Dia sebenarnya diterima menjadi pengajar di sana. Tapi, tawaran gajinya cukup kecil. Lebih dari itu, ada persyaratan yang bikin ijazahnya harus ditahan untuk sementara waktu. Hal inilah yang bikin dia memilih untuk mengundurkan diri.

"Aku tahu UMR Jogja nggak tinggi. Tapi masa iya tawarannya cuma segitu. Rasanya kayak percuma saja aku jauh-jauh S2 di luar negeri lalu nggak dihargai. Udah gitu mengapa harus menahan ijazah juga?" keluhnya kala itu.

Waktu berjalan, namun gaji dosen masih saja belum layak. Saya mengetahuinya dari rekan kuliah lain yang sudah menjadi dosen. Mereka bahkan harus bekerja sangat keras hanya demi mendapatkan penghasilan yang layak.

"Setiap habis ngisi kelas, aku buka laptop lagi buat ngerjain proposal. Malamnya kadang masih ikut webinar. Kadang mikir, apa iya harus sepadat ini buat bisa hidup layak?" ujar Rini (35), seorang dosen muda di salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Rini sudah mengajar hampir delapan tahun. Bergelar S2, ia mengantongi sekitar Rp4,8 juta per bulan dari profesinya, belum termasuk tunjangan atau proyek lainnya. "Kalau dihitung bersih, setelah potongan dan ongkos transport, paling sisa Rp3 jutaan," keluhnya.

Apa yang dikeluhkan Rini bukanlah hal yang baru. Dalam laporan terbaru GoodStats, Senin (16/6/2025) yang merujuk data dari Glassdoor, gaji dosen di Indonesia memang termasuk yang terendah di Asia Tenggara. Gaji pokok rata-rata dosen Indonesia sekitar Rp3,36 juta per bulan.

Terkesan lebih tinggi dari sebagian besar UMR di berbagai wilayah di Indonesia, ya? Coba deh cek gaji rata-rata dosen di Malaysia yang serumpun dengan kita. Ternyata mencapai Rp18.29 juta per bulan!

Gaji dosen di negara-negara lain di Asia Tenggara jauh lebih tinggi dari gaji dosen di Indonesia. (Duniadosen)

Dosen di Filipina bahkan mendapatkan rata-rata gaji sekitar 2 kali lipat, yaitu Rp7,65 juta per bulan, dosen Vietnam rata-rata mendapatkan Rp10,56 juta, dan dosen di Thailand mendapatkan Rp21,9 juta.

Di Kamboja, dosen bahkan dihargai banget dengan gaji rata-rata Rp22,19 juta per bulan, nggak jauh beda dengan gaji negara tajir Brunei Darussalam yang mencapai Rp23,28 juta. Yang paling makmur tentu saja adalah dosen Singapura yang mendapatkan gaji rata-rata Rp85,5 juta per bulan!

Rendahnya gaji dosen di Indonesia dibandingkan dengan gaji-gaji dosen di negara lain di Asia Tenggara ini pun bikin banyak pengajar merasa resah.

"Banyak yang mengira profesi kita ini elit, keren. Apalagi yang diajar juga mahasiswa. Tapi realitanya kita justru terus bergelut sama ekonomi. Banyak dosen akhirnya kerja sambilan, bukan demi kaya, tapi supaya nggak nombok," ujar Arman (40), seorang dosen di kampus swasta di Jawa Tengah.

Dia nggak asal cuap karena di kampus swasta, terkadang situasinya jauh lebih pelik jika jumlah SKS yang diampu nggak banyak. Kalau sudah begitu, gaji pokok jelas nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yang lebih parah, selain gaji yang rendah, beban administratif juga sering menyita waktu. Mulai dari input nilai, akreditasi, hingga pelaporan, semua dikerjakan sendiri. "Kami ini dosen, bukan operator data. Tapi realitanya, ya, kami harus jadi semuanya," pungkas keluhan Rini.

Yap, gaji dosen di Indonesia memang rendah. Padahal mereka sudah bekerja dengan sangat keras untuk memastikan dunia pendidikan di Tanah Air tetap baik. Semoga saja nasib mereka bisa jadi lebih baik di masa depan, ya, Millens? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: