BerandaHits
Sabtu, 2 Sep 2022 13:06

Menyelamatkan Bandara-Bandara Baru yang Sepi dari Kerugian

Bandara Kertajati di Majalengka kini terlihat sepi, nggak ada aktivitas penerbangan sama sekali. (Kemenhub)

Seharusnya bandara itu ramai dan riuh oleh calon penumpang dan pesawat-pesawat. Hal sebaliknya terjadi di empat bandara yang baru diresmikan oleh Presiden Jokowi. Bandara-bandara baru itu kini tampak sepi, tanpa aktivitas berarti.

Inibaru.id - Entah harus merasa senang atau sedih melihat banyak bandara baru yang dibangun di masa pemerintahan Presiden Jokowi dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Senang karena bandar udara nggak lagi hanya Soekarno Hatta di Tangerang, Ahmad Yani di Semarang, Adisutjipto di Yogyakarta, dan bandara internasional lainnya. Sedih karena bandara-bandara baru itu sepi, nggak dihampiri pesawat, nggak ada rute perjalanan dari sana, bahkan pengunjung pun nggak ada.

Presiden Jokowi memang mempunyai niat baik. Di masa kerjanya, dia memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Salah satunya membangun bandara baru dan merevitalisasi bandara yang sudah ada.

Sayangnya, sejak diresmikan sebagai bandara komersil, kok tempat yang seharusnya dipenuhi calon penumpang malah nggak disinggahi pesawat, ya?

Seenggaknya ada empat bandara baru yang masih sepi dan nggak memiliki satu pun rute perjalanan dari dan ke bandara-bandara tersebut. Mereka adalalah JB Soedirman di Purbalingga, Ngloram di Blora, Wiriadinata di Tasikmalaya, dan Kertajati di Majalengka.

Bandara yang sudah terlanjur dibangun tapi nggak berjalan sesuai dengan fungsinya bukankah hanya membuang-buang biaya, ya? Keberatan itu sempat diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Roberth Row.

Seperti yang dituliskan CNBCIndonesia, Jumat (2/9/2022), Robert mengatakan bahwa bandara yang dibangun tapi kemudian sepi akan jadi beban karena biaya pemeliharaannya ditanggung oleh negara.

Penyebab Bandara Sepi

Jokowi melihat progres pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman yang baru saja beroperasi pada awal Juni 2021. (Jatengprov)

Pertanyaan berikutnya, jika pemerintah sudah menyediakan bandara, kenapa malah nggak digunakan untuk alternatif transportasi oleh masyarakatnya?

Tampaknya kita nggak bisa seenaknya menyalahkan salah satu pihak untuk menyikapi keadaan ini. Menurut Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto, ada banyak ragam penyebab bandara sepi.

Masih dilansir dari CNBCIndonesia, Jumat (2/9/2022), Bayu mengungkapkan bahwa bandara-bandara itu masuk dalam rute sepi. Selain itu, hantaman badai pandemi yang belum benar-benar usai juga membuat penumpang yang memakai transportasi udara jauh lebih sedikit.

“Ya, karena memang itu bandara-bandara rute sepi sebelumnya. Apalagi saat pandemi,” kata Bayu.

Nggak hanya rute sepi dan faktor pandemi, bandara-bandara itu sepi karena imbas dari kenaikan harga avtur yang tinggi.

Menurut pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjti, harga avtur yang tinggi membuat tiket pesawat menjadi lebih mahal. Padahal, daya beli masyarakat di kawasan sekitar bandara belum pulih imbas pandemi. Hal itu membuat mereka enggan menggunakan moda transportasi pesawat.

Meski begitu, pemerintah nggak tinggal diam. Ada upaya yang tengah dilakukan dan semoga berjalan sesuai harapan. Apa itu? Tentu saja mengajak maskapai penerbangan untuk membuat rute perjalanan yang bisa meramaikan bandara-bandara baru tersebut.

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nur Isnin Istiartono mengatakan, pihaknya telah mengajak maskapai penerbangan bekerja sama menopang kesibukan di bandara.

“Salah satunya kita mengimbau kolaborasi dengan Pemda. Pemda sedang berupaya. Dari fleksibilitas Pemda itu memungkinkan, tapi nggak bisa sendirian,” katanya.

Mengembangkan Pendapatan Nonaero

Di bandara Changi bergerak bisnis lain selain penerbangan misalnya kuliner, enternainment, <i>shopping</i>, dan lainnya. (Changiairportgroup)

Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah bandara nggak lagi sepi dan merugi. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Denon Prawiraatmadja memberikan beberapa masukan untuk pengelolaan bandara.

Dinukil dari Kompas (22/4/2021) Denon menyatakan bahwa pendapatan bandara terbagi atas aero dan nonaero. Pendapatan aero adalah pendapatan dari penanganan operasional pesawat dan penanganan penumpang. Sedangkan pendapatan nonaero adalah biaya penyewaan tempat untuk jualan, pendapatan iklan, parkir kendaraan pengunjung bandara, dan lain-lain.

Selama ini, bandara-bandara di Indonesia hanya fokus pada pendapatan aero. Padahal, jika pendapatan nonaero bisa dikembangkan lebih besar lagi, besar kemungkinan bandara kita bisa setara dengan Bandara Schiphol di Belanda dan Changi di Singapura.

Ya, kita lihat saja keseriusan pemerintah dalam menghidupkan bandara-bandara yang kini sepi ya, Millens? Akan sangat menyenangkan jika bandara-bandara baru itu berfungsi seperti seharusnya. Kita sebagai masyarakat jadi punya banyak alternatif pilihan bandara saat mau pergi ke luar kota. Iya, kan? (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: