Inibaru.id - Meski tahun 2025 lalu juga berlaku, opsen pajak yang diberlakukan bagi warga Jawa Tengah yang membayar pajak kendaraan bermotornya kembali bikin kehebohan pada tahun ini. Maklum, hal ini bikin biaya pajak kendaraan bermotor jadi lebih mahal dari tahun sebelumnya.
Saking hebohnya, di media sosial banyak warganet yang menyerukan boikot pajak kendaraan di Jawa Tengah. Di lapangan sendiri, ada beberapa warga yang memutuskan untuk nggak membayar pajak karena merasa biayanya memberatkan kondisi finansialnya dan keluarganya.
Salah satunya adalah Hadi, warga Kabupaten Semarang. Dia terpaksa melakukannya karena kondisi keuangan keluarganya sedang kurang baik.
"Ekonomi lesu banget dalam beberapa tahun belakangan. UMKM di bidang makanan saya sedang berat banget. Ditambah dengan pajak kendaraan yang malah semakin mahal ini, kayaknya terpaksa saya nggak bayar dulu tahun ini. Uangnya perlu diprioritaskan untuk hal yang lebih mendesak," ucap Hadi pada Sabtu (14/2/2026).
Tapi, sebenarnya apa sih opsen pajak yang bikin banyak warga Jawa Tengah sampai heboh dan bahkan ada yang memilih nggak membayar pajak kendaraan bermotornya? Yuk simak dulu penjelasannya, Gez.
Jadi begini, di Jawa Tengah, opsen pajak ditetapkan pemerintah setempat per 5 Januari 2025. Opsen sendiri bisa dianggap sebagai pungutan tambahan bagi wajib pajak. Karena sifatnya yang berupa pungutan tambahan inilah, bikin biaya pajak kendaraan bermotor jadi lebih mahal dari sebelumnya, deh.
Memangnya semahal apa? Ternyata sampai 66 persen dari pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dibayarkan. Sudah kerasa kan tambahan biayanya cukup signifikan?
Lalu, buat apa sih sampai opsen pajak ini kok diberlakukan di tengah beratnya kondisi ekonomi belakangan ini? Kalau menurut media sosial Bapenda Jateng, nantinya opsen pajak ini bakal masuk kas daerah dan nantinya digunakan bagi kabupaten/kota mempercepat kemandirian fiskalnya. Intinya sih, opsen pajak dari masyarakat ini bakal disimpan di kas provinsi gitu.
"Kalau yang saya baca tujuannya gitu ya? Biar pendapatan daerah juga meningkat. Tapi sayangnya, masih banyak jalan rusak, pelayanan administrasi juga belum maksimal. Makanya kita menyayangkan kalau pajak kendaraan sampai naik, tapi kondisi jalan juga masih gitu-gitu saja," ketus Hadi.
Belum jelas bakal separah apa isu boikot pajak kendaraan di Jawa Tengah nantinya gara-gara isu opsen pajak ini. Kalau kamu sendiri, bakal tetap memilih membayar pajaknya juga atau nggak, nih? (Arie Widodo/E07)
