BerandaHits
Senin, 8 Feb 2026 17:45

Puasa Demi Hadiah? Psikolog Ingatkan Orang Tua soal Dampak Iming-iming Materi pada Anak

Apakah bijak memberi janji hadiah pada anal agar mau berpuasa? (Shutterstock)

Menjanjikan hadiah agar anak mau berpuasa memang instan, tapi psikolog Mira Amir ingatkan risiko hilangnya motivasi internal anak. Yuk, belajar ajak si kecil puasa tanpa sistem "transaksi"!

Inibaru.id - Menjelang Ramadan, banyak orang tua sudah mulai menyusun strategi biar si kecil semangat belajar puasa. Salah satu cara "klasik" yang sering dipakai adalah menjanjikan hadiah mewah kalau anak berhasil tamat puasa sebulan penuh. Mulai dari mainan baru, uang saku tambahan, sampai gawai kekinian.

Tapi, sebenarnya seberapa perlu sih iming-iming hadiah buat anak yang lagi belajar puasa?

Memberikan reward memang cara paling instan buat bikin anak nurut. Tapi, menurut psikolog anak dan keluarga Mira Amir, pemberian hadiah itu sebenarnya bukan unsur utama dalam mengajarkan anak berpuasa, lo.

Melansir dari CNN Indonesia (5/2), Mira secara blak-blakan menyebut kalau ditanya penting atau tidak, jawabannya adalah tidak penting. Menurutnya, orang tua sering kali pengin hasil yang cepat tanpa harus repot-repot mendampingi anak secara emosional.

Bahaya 'Motivasi Luar' yang Terus-Menerus

Jika terus-menerus dijanjikan hadiah, makna puasa akan kurang dipahami anak. (via Sindonews)

Memberi hadiah memang nggak sepenuhnya salah, tapi kalau jadi kebiasaan, ada dampak psikologis yang mengintai. Anak bisa tumbuh jadi sosok yang beribadah cuma karena mengejar "upeti", bukan karena paham maknanya.

"Kalau reward-nya material, penguatnya jadi dari luar. Padahal yang baik untuk membangun kebiasaan positif itu dorongannya dari dalam," jelas Mira.

Risikonya? Begitu hadiah nggak ada, si kecil bisa mogok puasa atau enggan beribadah. Mereka bakal merasa kalau nggak ada imbalan, ya nggak perlu ada perjuangan. Nggak mau kan, niat ibadah si kecil jadi tergantung pada barang materi?

Ciptakan Suasana, Bukan Transaksi

Lalu, gimana dong cara yang lebih oke buat menyemangati anak? Mira menyarankan orang tua buat lebih fokus pada suasana positif di rumah. Anak itu butuh merasa dipercaya dan dihargai, bukan sekadar ditekan lewat janji-janji manis.

Kamu bisa coba pendekatan yang lebih "humanis", seperti:

  • Akui rasa lelahnya: "Wah, Kakak hebat ya sudah berusaha tahan lapar sampai siang."
  • Ajak sahur dengan tenang: Buat momen sahur jadi waktu bonding yang asyik, bukan beban.
  • Berikan kepercayaan: Beri pemahaman kalau mereka boleh mencoba sesuai kemampuan, tanpa harus ada paksaan.

Dengan cara ini, anak bakal belajar kalau puasa adalah pilihan dan bagian dari proses belajar mereka sendiri. Puasa bukan kewajiban yang harus "dibayar" dengan mainan, tapi sebuah nilai ibadah yang mereka jalankan dengan bangga.

Mengajarkan puasa itu proses jangka panjang. Fokusnya bukan cuma kuat menahan lapar, tapi membangun mental ibadah yang sehat! Betul nggak?

Jadi, Gez yang sudah jadi orang tua atau punya adik kecil, yuk mulai ganti iming-iming barang dengan apresiasi tulus. Biar semangat puasanya datang dari hati, bukan dari daftar belanjaan! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: