BerandaHits
Selasa, 23 Feb 2026 09:01

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

Ilustrasi: Orang Korea mabuk. (Netflix)

Di film-film atau drama Korea, ada kesan kalau mabuk itu hal yang biasa banget di sana. Apa penyebab dari hal ini, ya?

Inibaru.id - Kalau kamu sering nonton film atau drama Korea, pasti sudah nggak asing dengan adegan tokohnya yang minum alkohol lalu mabuk. Minuman yang paling sering muncul di adegan itu? Ya, tentu saja botol hijau khas Korea bernama soju.

Adegan mabuk di drama Korea bukan sekadar bumbu cerita. Itu sebenarnya mencerminkan kebiasaan yang cukup umum dalam kehidupan nyata masyarakat Korea Selatan. Di sana, minum alkohol bukan hanya soal bersenang-senang, tapi juga bagian penting dari budaya sosial.

Bukan Sekadar Minum, Tapi Cara Bersosialisasi

Di Korea, minum alkohol sering dianggap sebagai cara efektif untuk membangun hubungan. Bahkan ada istilah khusus, yaitu hwe-shik, yang merujuk pada acara makan malam bersama rekan kerja yang biasanya dilanjutkan dengan minum.

Kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Banyak orang Korea percaya bahwa berbagi minuman bisa mencairkan suasana, terutama di lingkungan kerja yang cenderung formal dan hierarkis. Orang yang biasanya pendiam bisa jadi lebih terbuka setelah minum beberapa gelas soju. Dari situlah obrolan santai, curhat, hingga ide-ide baru sering muncul.

Nggak heran kalau ajakan “ayo minum bareng” di Korea sering dianggap sebagai tanda persahabatan atau niat untuk lebih dekat.

Tradisi yang Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun

Budaya minum di Korea ternyata punya akar sejarah yang panjang. Sejak dulu, minuman tradisional seperti makgeolli dan soju sudah digunakan dalam berbagai ritual, termasuk upacara penghormatan kepada leluhur.

Selain itu, alkohol juga hadir dalam berbagai perayaan penting seperti pernikahan, ulang tahun, hingga festival tradisional. Lama-kelamaan, minum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya acara khusus. Artinya, kebiasaan ini bukan tren modern, tapi warisan budaya yang sudah berlangsung selama berabad-abad.

Soju, Minuman Favorit yang Murah dan Mudah Didapat

Soju mudah didapat dengan harga yang murah di Korea. (Themoviedb)

Salah satu alasan budaya minum begitu kuat di Korea adalah karena alkohol sangat mudah diakses. Soju, misalnya, bisa dibeli di minimarket dengan harga yang relatif murah, bahkan terkadang lebih murah daripada air kemasan di beberapa negara lain.

Selain itu, alkohol dijual hampir di mana saja, mulai dari supermarket hingga toko kecil yang buka 24 jam. Kemudahan ini membuat minum jadi aktivitas yang praktis dan umum dilakukan, baik sendirian maupun bersama teman.

Soju sendiri punya kadar alkohol yang cukup tinggi, tapi rasanya relatif ringan. Karena itu, banyak orang bisa meminumnya dalam jumlah cukup banyak tanpa merasa terlalu berat di awal.

Cara Melepas Stres di Tengah Tekanan Hidup

Hal lain yang bikin budaya minum alkohol di Korea cukup populer adalah Kehidupan di Korea dikenal penuh tekanan, terutama dalam hal pendidikan dan pekerjaan. Persaingan ketat dan jam kerja panjang membuat banyak orang merasa stres.

Bagi sebagian orang, minum alkohol menjadi cara untuk bersantai dan melepas penat setelah hari yang melelahkan. Duduk bersama teman atau rekan kerja sambil minum dianggap sebagai cara untuk “mengeluarkan uneg-uneg” dan merasa lebih lega.

Selain itu, ada juga berbagai makanan dan minuman khusus yang dipercaya bisa membantu mengatasi hangover, seperti sup hangat atau minuman herbal. Ini membuat kebiasaan minum terasa lebih “terkendali” dalam budaya mereka.

Lebih dari Sekadar Mabuk

Meski adegan mabuk di drama Korea sering terlihat lucu atau dramatis, kenyataannya budaya minum di sana punya makna yang lebih dalam. Ini bukan hanya soal alkohol, tapi juga soal kebersamaan, rasa hormat, dan cara membangun hubungan.

Bagi masyarakat Korea, berbagi minuman adalah simbol kepercayaan dan kedekatan. Jadi, ketika kamu melihat karakter drama Korea mabuk sambil curhat, itu bukan cuma adegan hiburan, tapi juga cerminan budaya yang nyata di kehidupan sehari-hari, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: