BerandaHits
Jumat, 13 Feb 2020 15:08

Mendengar Asa Pedagang Bunga Kalisari Semarang Jelang Valentine

Seorang pedagang bunga di Pasar Bunga Kalisari sedang menunggu pembeli. (Inibaru.id/ Audrian F)

Hari Valentine menjadi momen untuk mencari keuntungan para penjual bunga di Pasar Bunga Kalisari Semarang. Sebagian optimistis Valentine tahun ramai pembeli, tapi sebagian lagi pesimistis. Mereka yang pesimistis menganggap gerakan mengharamkan Valentine menjadi penyebabnya.<br>

Inibaru.id - Bunga merupakan atribut yang nggak bakal absen saat momen valentine. Benda tersebut sudah sangat identik dengan ungkapan cinta dan kasih sayang. Maka nggak heran kalau bunga cukup laris diburu. Selain simpel, harganya pun terjangkau.

Cari bunga di Kota Semarang ya di Pasar Bunga Kalisari. Terletak di Jalan Dr. Sutomo atau tepatnya persis di jalan-jalan masuk menuju Kampung Pelangi, ada puluhan kios bunga berjajar. Dagangannya serupa karena biasanya kulakan dari tempat yang sama. Nah, pada Minggu (9/2/2020) siang, saya mencoba menengok bagaimana persiapan para pedagang bunga menjelang Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari nanti.

Menyambut Valetine, para pedagang mematok harga bunga lebih tinggi. Misalnya dari yang awalnya harga bunga Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu.

Soal antusias pembeli bunga, kata sebagian pedagang yang saya temui, Valentine sekarang sudah nggak seperti 2 atau 3 tahun sebelumnya. Tahun lalu pun penjualan "lesu".

Daria sedang melayani pengunjung yang minta rangkaian bunga. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Keluhan itu dilontarkan oleh Daria. Pedagang bunga yang sudah 10 tahun lebih berjulan di Pasar Bunga Kalisari. Dia sudah berani mengambil kesimpulan kalau penjualan bunga pada tahun ini akan sepi kembali.

“Ah, paling sepi. Tahun kemarin juga sepi. Nggak kayak tahun-tahun sebelumnya. Valentine nanti mungkin juga kayak biasanya gini (jumlah pembeli), nggak ada bedanya. Wisuda-wisuda sekarang juga sepi. Saya merasa kalah sama yang menjual lewat online-online begitu,” uja Daria.

Daria bukan satu-satunya yang mengeluhkan keadaan. Pedagang lain yang bernama Maria juga dengan raut muka pasrah berkata kalau sejak tahun kemarin sepi. Dia bahkan mengkambinghitamkan adanya gerakan dari beberapa oknum yang menganggap merayakan Hari Valentine itu haram.

“Ya mungkin gara-gara orang-orang bilang Valentine haram itu. Dagangan saya yang jadi korbannya. Nggak tahu ini lagi serba sepi. Saya sudah bisa bilang begini karena pada Hari Ibu kemarin juga sepi,” ujar Maria.

Soal lonjakan harga, Maria mengatakan petani bunga yang menaikkan harga. Mau nggak mau harga di tokonya juga harus naik. Tapi lantaran kondisi sepi, Maria terpaksa menurunkan harga kembali agar nggak merugi.

Yang nggak sependapat dengan Maria juga, Millens. Menurut mereka bisa saja tahun ini ramai karena umumnya pembeli berdatangan mendekati 14 Februari.

Febria (Berhijab) sedang melayani pelanggan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Seperti Febriana, Menurut saya dia cukup mujur. Bagaimana nggak, sejak seminggu sebelum mencapai Valentine saja, kios bunganya sudah ramai.

“Ya mungkin bakal lebih ramai sih. Rame-tidaknya kan tergantung bagaimana memasarkannya,” ucap Febria yang masih berusia 19 tahun.

Jadi begitu ya, Millens. Kalau kamu beli bunga Valentine-nya di sini nggak? (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: