BerandaHits
Minggu, 24 Jan 2026 11:01

Menariknya Asal-usul Nama Desa Tempur di Jepara

Desa Tempur di Kecamatan Keling, Jepara. (Lingkarmuria)

Apakah nama Desa Tempur di Kabupaten Jepara terkait dengan pertempuran atau peperangan? Yuk simak kisahnya.

Inibaru.id - Di ujung utara Kabupaten Jepara, tepatnya di Kecamatan Keling, ada sebuah desa yang namanya terdengar unik dan mudah diingat: Desa Tempur. Berada di kaki Gunung Muria bagian timur, desa ini belakangan dikenal sebagai desa wisata dengan lanskap alam yang adem dan memanjakan mata. Tapi jauh sebelum jadi tujuan pelesiran, Tempur sudah punya cerita panjang soal asal-usul namanya.

Jika ditilik dari Bahasa Indonesia, “tempur” terkesan terkait dengan pertempuran atau peperangan. Tapi, jika ditilik dari Bahasa Jawa, ada yang mengira “tempur” berasal dari “nempur” yang bermakna membeli beras. Tapi, ternyata nama desa ini sama sekali nggak terkait dengan keduanya.

Dari Tempuran Jadi Tempur

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat setempat, nama Tempur berasal dari kata tempuran, istilah dalam bahasa Jawa yang berarti tempat bertemunya dua aliran sungai. Di wilayah ini, ada dua sungai besar yang sejak dulu menjadi urat nadi kehidupan warga, yakni Kali Gelis dan Kali Pondok Ruyung. Kedua sungai tersebut bertemu di satu titik yang berada di kawasan desa.

Dalam perjalanan waktu dan penggunaan sehari-hari, sebutan “tempuran” lama-kelamaan disingkat dan dilafalkan menjadi “Tempur”. Nama ini kemudian melekat sebagai identitas desa hingga sekarang. Bagi warga, pertemuan dua sungai tersebut bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga dianggap punya nilai historis dan spiritual karena menjadi sumber air kebutuhan sehari-hari, pemasok air untuk pertanian, hingga aktivitas sosial sejak generasi terdahulu.

Desa di Bekas Kaldera Muria

Pemandangan alam di Desa Tempur cantik luar biasa. (Travelpromo)

Secara geografis, Desa Tempur punya kondisi alam yang cukup istimewa. Wilayahnya terbagi menjadi dataran rendah di bagian tengah dan dataran tinggi yang mengelilingi desa. Kawasan permukiman warga berada di area yang diyakini sebagai bekas kawah purba Gunung Muria.

Dengan luas sekitar 2.416 hektare, Desa Tempur dikepung oleh tujuh gunung, di antaranya Gunung Tumpuk, Tremulus, Palu Ombo, Sapto Argo, Candi Angin, Gajah Mungkur, dan Gunung Tugel. Ketinggiannya pun bervariasi, mulai dari 850 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Tak heran jika udara di desa ini cenderung sejuk, bahkan dingin di waktu tertentu.

Sungai Abadi dan Situs Bersejarah

Selain Kali Gelis, aliran sungai di Tempur ditopang banyak anak sungai seperti Kali Jambu, Kali Watu Tatar, Kali Trembelang, hingga Kali Kadalan. Rangkaian sungai ini membuat aliran air tetap terjaga sepanjang tahun, sekaligus memperkuat citra Tempur sebagai desa yang subur dan hijau.

Nilai historis desa ini juga diperkuat dengan keberadaan Situs Candi Angin di ketinggian 1.420 mdpl dan Candi Bubrah di 1.317 mdpl. Dari kawasan ini, kamu bisa menikmati panorama lanskap Muria lengkap dengan puncak-puncaknya, seperti Puncak Saron, Kukusan, Sapta Argo, hingga Rahtawu.

Dari Desa Biasa ke Desa Wisata

Seiring waktu, potensi alam dan budaya Tempur mulai dilirik. Pada 2014, desa ini resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata Tempur. Konsep yang diusung pun ekowisata berbasis masyarakat, di mana warga terlibat langsung dalam pengelolaan dan penyambutan wisatawan.

Kini, Tempur dikenal lewat kebun teh dan kopi lereng Muria, Air Terjun Kedung Pancur, river tubing, hingga pengalaman menginap di homestay warga. Namun di balik semua itu, nama “Tempur” tetap menjadi pengingat bahwa desa ini lahir dari pertemuan alam, air, dan sejarah panjang yang masih dijaga hingga hari ini.

Hm, jadi penasaran dan datang sendiri ke Desa Tempur untuk berwisata di sana. Yuk kapan, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Mi Ayam Ceker Pak Kawit yang Melegenda di Pusat Kota Semarang

16 Jan 2026

Rupiah Masuk Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

16 Jan 2026

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

16 Jan 2026

Bertahan dalam Banjir; dari Alasan Merawat Ternak hingga Menjaga Anggota Keluarga

16 Jan 2026

Yuk, Intip Tradisi Leluhur 'Nabung' Air Hujan yang Mulai Terlupakan

16 Jan 2026

Jateng Nol Desa Sangat Tertinggal, Kini Ribuan Berstatus Mandiri dan Maju!

16 Jan 2026

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: