BerandaHits
Sabtu, 9 Sep 2022 11:00

Menanti Kepulangan Prasasti Pucangan dari India

Prasasti Pucangan di India. (IG @hilmarfarid)

Prasasti Pucangan sudah disimpan di Museum Kolkata, India, selama 208 tahun. Pihak pemerintah Indonesia kemudian meminta prasasti tersebut dipulangkan ke Indonesia. Seperti apa respons pemerintah India terkait permintaan ini?

Inibaru.id – Pemerintah Indonesia sudah menghubungi Pemerintah India untuk membawa pulang Prasasti Pucangan yang sudah 208 tahun berada di negara tersebut. Ditargetkan, pada November 2023 atau bersamaan dengan KTT G20 di India, prasasti yang ditemukan di Gunung Penanggungan, Jawa Timur tersebut sudah pulang ke Tanah Air.

Prasasti Pucangan adalah peninggalan dari Raja Airlangga yang memerintah Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur. Prasasti ini berisi silsilah Raja Airlangga dan sejumlah peristiwa yang terjadi di kerajaan tersebut pada abad ke-11.

“Kemarin di India kita melihat langsung Prasasti Pucangan. Nantinya kita akan mengirimkan tim ahli untuk mengetahui bagaimana bisa prasasti ini sampai ke India,” ungkap Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid sebagaimana dilansir dari Detik, Rabu (7/9/2022).

Ternyata, rencana untuk mengembalikan Prasasti Pucangan ke Indonesia sudah lama, Millens. Sekitar 3 tahun lalu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di India sudah menghubungi Kementerian Kebudayaan India. Ternyata, pemerintah India menyambut baik permintaan ini karena merasa peninggalan bersejarah tersebut memang milik Indonesia.

Lantas, mengapa kita harus menunggu selama itu untuk membuat prasasti ini balik ke Indonesia? Kalau menurut Hilmar, ada banyak proses birokrasi yang perlu dilakukan seperti dokumentasi, riset, dan sejumlah kesepakatan.

“Seperti lazimnya pengembalian benda-benda dari Belanda, pengembalian Prasasti Pucangan dari India juga makan waktu,” ucap Hilmar sebagaimana dikutip dari Tempo, Rabu (7/9).

Prasasti Dalam Dua Bahasa

Sejumlah perwakilan pemerintah saat mengecek kondisi Prasasti Pucangan. (Republika/Dok. Kemenlu)

Omong-omong ya, Millens, Prasasti Pucangan cukup istimewa karena ditulis dalam dua bahasa, yaitu Sansekerta di satu sisi dan Jawa Kuno di sisi lainnya. Keberadaan dua bahasa inilah yang membuat pemerintah bekerjasama dengan pemerintah India.

“Karena dari pihak India bisa Bahasa Sansekerta, kalau dari kita bisa Bahasa Jawa Kunonya,” lanjut Hilmar.

Satu hal yang sudah diketahui, prasasti ini bisa sampai di luar negeri saat Indonesia masih di bawah penjajahan Inggris pada 1814, tepatnya pada masa kepemimpinan Thomas Raffles. Saat itu, Raffles nggak membawa prasasti ini ke negaranya, sebagaimana benda antik lainnya. Prasasti Pucangan justru diserahkan ke Gubernur Jenderal Inggris di India pada masa itu, Lord Minto di Kolkata.

Sebenarnya, Lord Minto sempat meminta prasasti ini dibawa ke Hawick, Skotlandia. Tapi, entah bagaimana ceritanya, prasasti ini justru berakhir di ruang penyimpanan Museum Kolkata, India.

Di sana, Prasasti Pucangan ditempatkan di dalam gudang, bukannya dipamerkan. Kondisinya pun masih cukup baik dan sudah berkali-kali digunakan untuk kebutuhan penelitian.

“Pihak museum (di India) punya rencana untuk memamerkannya setelah tahu arti penting dari prasasti tersebut. Mereka sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk memastikan prasasti ini aman dan utuh,” pungkas Hilmar sebagaimana dilansir dari Suara (7/9).

Jadi nggak sabar ya Millens menunggu kepulangan Prasasti Pucangan yang bersejarah ini ke Tanah Air. (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: