BerandaHits
Minggu, 21 Sep 2019 10:34

Masker N95 Paling Efektif Lindungi Pernapasan dari Asap?

Ilustrasi masker N95. (Asione)

Asap kebakaran hutan di Riau menjadi permasalahan serius karena banyak warga yang terserang gangguan pernapasan akibat asap yang timbul. Masyarakat pun diimbau menggunakan masker N95 karena paling efektif melindungi hidup dari asap.

Inibaru.id – Sejak beberapa pekan lalu, kabut asap menyelimuti Riau, Sumtera, dan Kalimantan. Kabut asap yang sangat parah menganggu aktivitas bahkan kesehatan warga terutama mengenai pernapasan. Untuk melindungi saluran pernapasan mereka agar nggak terkena infeksi, warga di daerah-daerah tersebut dianjurkan memakai masker N95.

Masker ini seakan menjadi penolong warga terdampak kabut asap saat mereka beraktivitas di luar ruangan. Menurut Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia–RSUP Persahabatan Agus Dwi Susanto, masker ini bisa menyaring kabut tersebut.

"Masker N95 mampu memfiltrasi partikel halus berukuran 0,5-2,5 mikron sampai dengan 95 persen," ujarnya dilansir dari laman Kompas, Minggu (15/9/2019).

Berasal dari Namanya, N artinya non oil based partikel atau partikel-partikel yang nggak mengandung minyak. Sementara 95 artinya persentase kemampuan memfilter partikel halus. Nggak heran kalau warga yang berada di daerah dengan indeks udara nggak sehat atau lebih dari 150 direkomendasikan memakai masker ini saat beraktivitas di luar ruangan.

Meski demikian, masker ini nggak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil, dan pasien dengan penyakit jantung atau paru kronik. Orang-orang itu membutuhkan banyak oksigen sedangkan masker N95 dapat menjadi breathing resistance.

Cara menggunakan masker ini juga mesti benar, lo. Menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di dalam sebuah buku tertulis cara tepat memakai masker N95.

Pertama, genggam respirator dengan satu tangan dan posisikan sisi depan bagian hidup pada ujung jari-jari. Biarkan tali pengikat respirator menjuntai bebas di bawah tangan.

Kedua, posisikan respirator di bawah dagu dan sisi masker untuk hidung berada di atas. Tahan respirator dengan satu tangan dan tarik tali pengikat respirator bagian bawah untuk diposisikan di bawah telinga. Tarik juga tali pengikat respirator bagian atas dan posisikan tali agak tinggi di belakang kepala dan di atas telinga.

Ketiga, letakkan jari-jari kedua tangan di atas bagian hidung yang terbuat dari logam dan tekan sisi logam dengan dua jari dari masing-masing tangan untuk menyesuaikan logam dengan bentuk hidungmu. Menekan hanya dengan satu tangan dapat mengakibatkan respirator bekerja kurang efektif.

Keempat, tutup bagian respirator dengan kedua tangan dan hati-hati agar posisi respirator tidak berubah. Periksa segel positif dengan mengembuskan napas kuat-kuat. Tekanan positif di dalam respirator menandakan tidak adanya kebocoran. Namun, bila kamu merasakan aliran udara di muka atau mata, itu tandanya masih ada kebocoran pada respirator. Untuk itu, ulangi lagi uji kerapatan respirator hingga benar-benar tertutup rapat dan tidak ada kebocoran.

Periksa juga segel negatif dengan menarik napas dalam-dalam. Bila tidak ada kebocoran, maka tekanan negatif di dalam respirator akan menempel di wajah. Kebocoran bisa menyebabkan hilangnya tekanan negatif di dalam respirator dan membuat udara bisa masuk melalui celah-celah segelannya.

Terakhir, penggunaan respirator partikulat tidak boleh melebihi delapan jam. Jika sudah melebihi batas waktunya, maka respirator harus diganti dengan yang baru. Bila sudah selesai menggunakannya, buanglah respirator ke tempat sampah yang sudah disediakan (tempat sampah tertutup).

Semoga kasus kabut asap ini segera ditangani ya supaya warga setempat lekas bisa menghirup udara segar lagi. (IB07/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: