BerandaHits
Kamis, 5 Nov 2025 12:23

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Terseret Arus Sungai Singorojo; Tiga Meninggal, Tiga Hilang

Tiga mahasiswa KKN UIN Walisongo ditemukan nggak bernyawa setelah terseret arus air yang deras di Sungai Singorojo. (Istimewa)

Enam mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang terseret arus saat tubing di Sungai Singorojo, Kendal. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian tim gabungan. Hal ini menjadi duka mendalam bagi pihak kampus.

Inibaru.id - Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang terseret arus banjir saat melakukan kegiatan tubing di Sungai Singorojo, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Selasa (4/11/2025).

Tiga di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Kapolsek Singorojo AKP Sudali membenarkan insiden tersebut. Dia menyebutkan bahwa ketiga korban tewas telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Singorojo.

“Ada tiga korban yang sudah ditemukan dan jenazah sudah dievakuasi di Puskesmas Singorojo. Untuk jenazah ketiga lagi proses evakuasi,” kata Sudali, dikutip dari Detik, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, korban pertama ditemukan di bawah Jembatan Kaliringin, sedangkan yang kedua di wilayah Banyuringin. Sementara, korban ketiga ditemukan nggak jauh dari lokasi kejadian. Lokasi penemuan ketiganya masih masuk wilayah Kecamatan Singorojo.

Peserta KKN di Desa Getas

Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia adalah Riska Amelia, Sifa Nadilah, dan M Labib Rizki. Sementara itu, tiga mahasiswa yang masih hilang dan dalam proses pencarian yakni M Jibril As Sarafi, Nabila Yulian Desi Pramesti, dan Bima Pranawira.

Berdasarkan penuturan Sudali, warga setempat mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.53 WIB. Waktu itu cuaca sebetulnya cerah, tapi hujan deras di hulu membuat banjir datang tiba-tiba.

“Enam mahasiswa ini mandi di tubing Jolinggo tiba-tiba banjir datang dan 6 mahasiswa tersebut terseret arus. Kalau di lokasinya tidak hujan, kemungkinan itu kiriman banjir dari atas,” jelasnya.

Sudali mengungkapkan, korban merupakan mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang menjadi peserta KKN di Desa Getas, Kecamatan Singorojo. Mereka berjumlah 15 orang, tapi saat banjir datang sembilan orang di antara mereka berhasil menyelamatkan diri, sedangkan enam orang terseret arus sungai.

Kampus Akan Lakukan Evaluasi

Keenam korban terseret arus air yang tiba-tiba meningkat lantaran diduga hujan deras di wilayah hulu sungai. (Istimewa)

Hal tersebut dibenarkan Masrur, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Walisongo Semarang. Menurutnya, kejadian ini adalah duka mendalam bagi kampus. Sebagai langkah lanjutan, pihaknya juga memutuskan untuk menghentikan kegiatan KKN di Desa Getas mulai malam setelah kejadian.

“Seluruh mahasiswa peserta KKN akan kami tarik untuk kembali ke Semarang,” ucapnya. "Ketiga jenazah dibawa ke Rumah Sakit Suwondo Kendal sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing. Kami sebagai perwakilan dari UIN Walisongo turut berduka cita atas meninggalnya ketiga mahasiswa."

Setali tiga uang, Rektor UIN Walisongo Prof Nizar juga menyampaikan duka mendalam dan memastikan universitas akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan KKN. Evaluasi tersebut mencakup aspek keamanan, mitigasi risiko, dan pengawasan kegiatan mahasiswa di lapangan.

“Keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama universitas. KKN adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat, tapi harus selalu dijalankan dengan kesiapsiagaan dan pertimbangan keselamatan yang matang,” tegasnya.

Layanan Konseling dan Pencarian Lanjutan

Nizar memastikan bahwa pihak kampus akan menurunkan tim pendamping dan dosen pembimbing KKN, serta menyiapkan layanan konseling dan dukungan spiritual bagi mahasiswa dan keluarga korban.

“Kami juga akan melakukan evaluasi dan penguatan sistem keamanan kegiatan KKN di seluruh lokasi penugasan,” tutur Nizar.

Sementara itu, untuk pencarian terhadap tiga mahasiswa yang masih hilang, yakni Nabila Yulian Desi Pramesti, M. Jibril As Sarafi, dan Bima Pranawira, yang sempat dihentikan pada Selasa (4/11) malam kembali dilakukan pada Rabu (5/11) pagi sebagaimana dikatakan Kepala BPBD Kendal Ali Sutaryo.

"Tim pencarian gabungan dari BPBD Kendal, Basarnas Jateng, PMI Kendal, TNI-Polri, serta sukarelawan dan warga masih menyisir area di sekitar lokasi korban mandi dan titik ditemukannya korban sebelumnya," ungkapnya.

Tragedi di Sungai Singorojo menjadi peringatan penting bagi dunia pendidikan tentang pentingnya standar keselamatan dan mitigasi risiko dalam setiap kegiatan di lapangan. Turut berduka cita dan semoga yang ditinggalkan bisa legawa! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: