BerandaHits
Kamis, 22 Jan 2025 07:43

Longsor di Petungkriyono Pekalongan: Korban Meninggal 17 Orang

Sejumlah relawan SAR tengah mengevakuasi korban banjir bandang di Pekalongan. (Humas Basarnas)

Kantor SAR Semarang mengerahkan tiga tim untuk melakukan pencarian terhadap 9 korban yang masih belum ditemukan akibat banjir bandang dan tanah longsor di Petungkriyono, Pekalongan.

Inibaru.id - Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah sejak Senin (20/1/2025) pukul 17.30 akibat hujan deras yang berkepanjangan. Banjir berdampak pada sembilan kecamatan dan 14 desa, termasuk Desa Kayupiring, Larikan, Bantarkulon, Krompeng, Lolong, Kutosari, Pakis Putih, Kedungwuni Timur, Kedung Patangewu, Paesan, Kedungwuni Barat, Galang, Pengampon, Pencongan, dan Pacar.

Sementara, longsor juga terjadi di Kecamatan Petungkriyono yang menimbun rumah, sebuah kafe, menyeret beberapa kendaraan. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Semarang mencatat puluhan orang korban meninggal dunia dan sembilan orang dalam pencarian terkait kejadian banjir bandang dan bencana tanah longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Tim dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap orang yang masih hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono mengatakan upaya pencarian akan dilakukan dengan mengerahkan tim dan alat untuk mendeteksi keberadaan korban yang hilang. Sedangkan untuk pencarian masih dilakukan di sekitar area longsor.

"Hari ini juga kami akan mengerahkan 3 tim dari Kansar Semarang, Pos SAR Wonosobo dan Unit Siaga Pemalang. Drone thermal dan juga unit anjing SAR kita terjunkan untuk pencarian. Semoga cuaca cerah dan tim dimudahkan dalam melakukan pencarian," kata Budiono, Rabu (22/1).

Sedangkan dari data yang dihimpun, korban paling banyak diantaranya dari orang-orang yang sedang melintas dan berteduh di rumah Carik (sebutan untuk sekretaris desa atau kelurahan) dimana rumah tersebut juga tersapu longsor.

"Total 17 orang tewas, 13 luka-luka dan 9 masih dalam pencarian. Kebanyakan korban melintas sambil berteduh di rumah Pak Carik, dan orang yang sedang memancing di sungai," ungkapnya.

Jumlah korban longsor masih bisa bertambah mengingat daerah itu merupakan area lintasan Pekalongan-Dieng. (X/@i_concordreview)

Berdasarkan keterangannya, sebenarnya korban dari Desa Kasimpar, desa yang paling parah terkena longsor, tidak terlalu banyak. Sebanyak sembilan orang yang dilaporkan hilang, sebagian besar sudah ditemukan. Namun, angka yang diungkap pada data masih bisa berkembang mengingat daerah longsoran merupakan area lintasan Pekalongan-Dieng.

"Jadi dimungkinkan ada pengguna jalan yang tertimpa longsor, dan juga pengunjung kafe serta yang berteduh di rumah Pak Carik," jelasnya.

Sedangkan untuk korban meninggal saat ini seluruhnya sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sementara yang luka parah sudah dirawat di RSUD Kajen, dan yang luka ringan dirawat di Puskesmas Petungkriyono.

Malam tadi, pencarian oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Organisasi SAR dan masyarakat sekitar dengan total kurang lebih 300 personil dihentikan sementara mengingat cuaca sudah gelap dan hujan masih turun dengan intensitas yang cukup deras.

"Sehingga pencarian tidak efektif dan akan kami lanjutkan pagi ini," pungkasnya. (Danny Adriadhi Utama/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: