BerandaHits
Rabu, 5 Sep 2017 16:18

Konflik Rohingya Meruncing, Berbagai Lembaga Kemanusiaan di Indonesia Galang Donasi

Perempuan dan anak-anak di antara ratusan orang Rohingya yang terdampar di Aceh. (Foto: BBC Indonesia)

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki akses mendistribusikan bantuan bagi etnis Rohingya yang menjadi korban diskriminasi dan kekerasan di Myanmar.

Inibaru.id - Kekerasan dan tindak diskriminasi etnis Rohingya di Myanmar seakan belum akan berakhir. Berkonflik lantaran latar sejarah yang cukup panjang, penduduk asli Myanmar itu seolah akan sulit untuk diterima di negara tersebut.

Seluruh dunia menyaksikan betapa mengerikannya tragedi kemanusiaan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat, tersebut. Namun demikian, tak banyak yang bisa dilakukan mereka lantaran negeri itu begitu tertutup, bahkan sekadar untuk memberi bantuan kemanusiaan atau memastikan apa yang dibutuhkan para penduduk Rohingya.

Dilansir dari Kompas, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki akses mendistribusikan bantuan bagi etnis Rohingya yang menjadi korban diskriminasi dan kekerasan di Myanmar.

Baca juga: Langkah Indonesia untuk Menyudahi Konflik Myanmar

Organisasi donasi kemanusiaan milik Muhammadiyah, Lazismu, menjadi garda depan membawahi sebanyak 11 organisasi serupa sedunia untuk mendistribusikan bantuan bagi kaum Rohingya.

President Direktur Lazismu Andar Nubowo mengatakan, pihaknya akan mendata apa saja kebutuhan kaum Rohingya. Hal itu penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

"Pekan depan, kami akan kirim 10 tim advance untuk memetakan apa saja yang dibutuhkan di sana. Jangan sampai nanti butuhnya bahan pangan, malah kita kasih yang lain," ujar Andar di Sekretariat Amnesty International bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).

Bantuan kemanusiaan yang digalang Lazismu, diungkapkan Andar, bukan sekali ini saja diberikan. Sejak 2016, Lazismu telah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk melobi pemerintah Myanmar agar bisa masuk membantu korban konflik.

Negara Terpercaya

Upaya lobi berhasil. Indonesia pun menjadi satu-satunya negara yang dipercaya menyalurkan bantuan bagi warga Rohingya.

"Indonesia dapat masuk ke Rohingya karena pola pendekatan pemerintahan kita soft diplomacy ya, mengarah ke rekonsiliasi, bukan menuntut sesuatu yang malah memperuncing persoalan," ujar dia.

       Baca juga: 2,5 Miliar Rupiah Bantuan Dari Warganet Indonesia Untuk Rohingya

Sejak 2016 lalu, Lazismu berhasil mengumpulkan uang kemanusiaan sebesar lebih dari Rp 1 miliar. Uang tersebut digunakan untuk sejumlah hal, mulai dari pembangunan rumah sakit, pendirian sekolah, pembelian obat-obatan, hingga bantuan pangan.

Selain itu, donasi itu juga digunakan untuk program rekonsiliasi antara kelompok yang bertikai.

"Hanya memang karena konflik Rohingya ini sebenarnya menyangkut historis mereka, agak sulit. Tapi kami terus berupaya mewujudkan rekonsiliasi," ujar Andar.

Selain Lazismu, sejumlah organisasi swadaya dan yayasan masyarakat juga telah menggalang donasi bagi keberlangsungan hidup etnis Rohingya di Myanmar, di antaranya ada Let’s Help Rohingya dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang dipasang di Kitabisa.com.

South East Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) dan Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia juga membuat misi Humanitarian Flotilla for Rohingya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan kesehatan ke titik-titik konflik di Myanmar. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak setahun silam.

      Baca juga: Indonesia yang Begitu Terbuka terhadap Para Pencari Suaka

Adapun lembaga kemanusiaan lain yang turut membuat gerakan membantu etnis Rohingya di antanya Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, SNH Advocacy Centre, Jakarta Amanah, Bulan Sabit Merah Indonesia Jakarta Raya, Yayasan Dana Sosial al-Falah, BAZNAS, Lazis Amaliah Astra, Yayasan Indonesia Tangguh, Inkosina Care, Baitul Maal Hidayatullah, FOZ wilayah DKI Jakarta, PAHAM Indonesia, Mandiri Amal Insani Foundation, LAZNAS BSM, LAZIS Dewan Da’wah, dan lain sebagainya. (GIL/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: