BerandaHits
Senin, 8 Sep 2024 13:00

Kesetiaan dan Komunikasi: Kunci Menghindari Kekerasan dalam Rumah Tangga

Ustadz Ali Ma'ruf menjadi pembicara di kajian Nonkrong Tobat Santrendelik Semarang. (Instagram/Santrendelik)

Dalam kajian Nobat Santrendelik Semarang, Ustadz Ali Ma'aruf menekankan pentingnya menjaga kesetiaan dalam pernikahan. Dia juga menjelaskan pentingnya komunikasi dalam mengatasi masalah seksual dan ekonomi untuk mencegah konflik yang bisa berujung pada KDRT.

Inibaru.id - Pernikahan seharusnya menjadi perjalanan hidup yang penuh kebahagiaan dan kerja sama. Namun, kenyataannya tidak selalu seindah itu. Banyak pasangan menghadapi masalah yang bisa mengancam keharmonisan rumah tangga, termasuk isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Salah satu pemicu utama KDRT adalah adanya pihak ketiga dalam hubungan, baik itu wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain (PIL).

Ustaz Ali Ma’ruf dalam kajian Nongkrong Tobat di Santrendelik, Semarang, menekankan pentingnya menjaga kesetiaan pada pasangan. Menurutnya, menjaga hati agar tidak terpikat oleh orang lain setelah menikah adalah kunci utama untuk mencegah perselisihan.

"Kalau sudah menikah, jangan sampai ada hati yang berpaling pada orang lain," ujarnya dengan tegas.

Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, jika seseorang melihat perempuan cantik dan mengaguminya, ia dianjurkan untuk segera pulang dan mendatangi istrinya. Rasulullah menyampaikan bahwa apa yang ada pada perempuan lain itu sama dengan apa yang dimiliki oleh istri sendiri.

Komunikasi Hindari Pertikaian

Pembahasan topik KDRT dalam Nongkrong Tobat Santrendelik mendapat sambutan yang antusias dari jamaah. (Instagram/Santrendelik)

Permasalahan yang berhubungan dengan ketidakpuasan dalam hubungan seksual juga kerap kali menjadi pemicu KDRT. Ustaz Ali menjelaskan bahwa penting untuk membahas ekspektasi seksual secara terbuka dalam pernikahan.

"Dengan komunikasi yang jujur, pasangan bisa menghindari kekecewaan yang dapat menumpuk menjadi rasa marah dan frustrasi, yang pada akhirnya bisa berujung pada kekerasan fisik," terang ustaz berbusana biru itu.

Sebagai solusi untuk konflik yang berkepanjangan, Ustaz Ali mengutip Al-Qur'an, Surah An-Nisa ayat 35, yang menyarankan agar kedua belah pihak yang berseteru mendatangkan perwakilan dari masing-masing keluarga untuk menyelesaikan masalah secara bijak.

"Dengan pendekatan ini, permasalahan yang membuat istri suami berantem dapat diurai dan diselesaikan tanpa harus berakhir pada tindakan kekerasan," tegasnya.

Ustaz Ali menjelaskan bahwa dalam membina rumah tangga itu harus saling memahami dan saling mendukung. (Instagram/Santrendelik)

Selain masalah kesetiaan dan seksual, masalah ekonomi juga sering menjadi pemicu KDRT, lo. Ustadz Ali menekankan bahwa dalam pernikahan, istri dan suami adalah mitra. Ketika suami menghadapi kesulitan ekonomi dan istri memiliki karier yang lebih baik, pasangan harus saling mendukung, bukan saling menyalahkan.

"Semisal istri lebih berpenghasilan, maka suami harus bisa memahami dan mendukung. Suami harus mencari cara lain untuk tetap berkontribusi, misalnya dengan memanfaatkan handphone untuk mencari penghasilan tambahan. Istri juga harus menyadari kalau rezeki suaminya hanya lewat dia. Jadi ya sama-sama support saja," jelasnya.

Menurut Ustaz Ali, pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua hati, tetapi juga menyatukan dua keluarga yang memiliki prinsip dan nilai yang berbeda. Perbedaan prinsip ini bisa memicu konflik yang, jika tidak diselesaikan dengan baik, bisa mengarah pada KDRT.

Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk terus belajar memahami satu sama lain, agar perbedaan dapat diatasi dan keharmonisan rumah tangga tetap terjaga. (Rizki Arganingsih/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: