BerandaHits
Minggu, 6 Jun 2020 14:18

Kala Letusan Gunung Kelud Menyambut Lahirnya Soekarno

Foto Soekarno saat muda dan setelah menjabat sebagai presiden pertama Indonesia. (Twitter.com/surgababy)

Setiap tanggal 6 Juni, masyarakat Indonesia merayakan hari kelahiran Soekarno. Ternyata, saat dilahirkan, Bapak Proklamator ini disambut dengan letusan Gunung Kidul. Menariknya, saat itu sang ibu sudah meramal Soekarno bakal jadi orang besar, lo.

Inibaru.id – Terdapat satu lukisan yang menjadi favorit Soekarno dan digantung di sebuah selasar menuju ke ruangan resepsi negara Istana Bogor. Lukisan itu bergambar bayi Hercules yang tengah dipangku ibunya dan dikelilingi oleh 14 perempuan-perempuan cantik dalam kondisi telanjang.

“Cobalah bayangkan, betapa bahagianya untuk dilahirkan di tengah-tengah 14 orang wanita cantik seperti ini,” kata Sukarno kepada Cindy Adams dalam buku Soekarno Penjambung Lidah Rakjat.

Lukisan itu pula yang kerap mengingatkan Soekarno pada hari kelahirannya, 6 Juni 1901. Berbeda dengan bayi Hercules yang lahir sambil dikelilingi perempuan cantik, Soekarno lahir dalam kondisi yang menyedihkan. Saat itu, ayah Soekarno, Soekemi Sosrodiharjo nggak mampu memanggil dukun beranak untuk membantu istrinya melahirkan. Alasannya karena nggak ada uang. Keluarga ayah Soekarno sangatlah miskin saat itu.

Sukarno memberi pidato sambutan di Pangkalan Angkatan Udara Andrews. (Kompas)

Beruntung, seorang kakek tua yang merupakan kawan dari sang ayah menolong proses kelahiran presiden pertama Republik Indonesia itu.

Sukarno tidak sama beruntungnya dengan Hercules. Pada waktu aku dilahirkan, tak seorang pun yang akan mengambilku ke dalam pangkuannya, kecuali seorang kakek yang sudah tua,” tulis Soekarno.

Hanya, kelahirannya diiringi dengan bencana besar. Dia dilahirkan saat Gunung Kelud meletus. Padahal, kediaman keluarga Soekarno hanya berjarak puluhan kilometer dari gunung tersebut.

Mitos tentang letusan ini menandakan lahirnya orang besar pun muncul. Meski begitu, dalam tradisi Bali yang masih diyakini ibunda Soekarno, Ida Ayu Nyoman Rai, letusan ini berarti berbeda. Gunung meletus adalah tanda bahwa rakyat telah melakukan maksiat. Hal ini membuat Soekarno berpikir jika Gunung Kelud sebenarnya nggak menyambut kehadirannya di bumi.

Letusan Gunung Kelud pada 2014 silam. (Youtube/Alex Rudiat)

Dalam buku The X Files of Bung Karno, Membongkar Fakta yang Belum Terungkap oleh Nor Islafatun ditulis pula, Soekarno dijuluki “Putra Sang Fajar” karena waktu kelahiran terjadi pada 05.30 WIB atau tepat saat fajar akan terbit. Sang Ibu pun seperti mengutarakan doa dan ramalannya setelah melahirkan sang buah hati

"Kelak engkau akan menjadi orang yang mulia, engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar menyingsing. Kita orang Jawa mempunyai kepercayaan, bahwa orang yang dilahirkan di saat matahari terbit, nasibnya telah ditakdirkan terlebih dahulu. Jangan lupakan itu ! Jangan sekali-kali kau lupakan Nak, bahwa engkau ini putra sang fajar," kata ibu dari The Founding Father itu.

Gunung Kelud tercatat telah meletus beberapa kali sejak kelahiran Soekarno. Erupsi paling dahsyat terjadi pada 20 Mei 1919 yang memakan korban 5.160 orang dan merusak sekitar 15.000 hektare lahan produktif. Teranyar, pada 13 Februari 2020 lalu Gunung Kelud meletus pada pukul 22.50 WIB. Muntahan pasir, kerikil, dan hujan abu mencapai 15 kilometer.

Sejarah kelahiran Soekarno ternyata sangat luar biasa, ya Millens (Det/MG26/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: