BerandaHits
Selasa, 18 Okt 2021 13:00

Jouhatsu, Fenomena Orang Jepang yang Menghilang Tanpa Jejak

Jouhatsu, fenomena menghilang dari kehidupan tanpa perlu bunuh diri di Jepang. (Flickr/Isadocafe)

Nggak hanya fenomena bunuh diri, ada lagi fenomena orang Jepang lainnya untuk benar-benar menghilang dari kehidupan. Fenomena itu adalah fenomena jouhatsu. Seperti apa sih fenomena ini?

Inibaru.id – Biasanya kita mendengar fenomena bunuh diri yang dilakukan oleh orang Jepang. Belakangan fenomena ini bergeser menjadi jouhatsu, yakni menghilang tanpa jejak tanpa harus meninggal dunia. Seperti apa sih fenomena ini?

Memang, angka bunuh diri di Jepang masih tergolong tinggi. Beban kerja yang berat, kehidupan yang nggak menyenangkan, hingga masalah-masalah lain membuat mereka memutuskan untuk mengkhiri kehidupan. Namun, kini banyak orang Jepang yang masih ingin tetap hidup namun juga nggak ingin lagi mengalami masalah-masalah itu. Akhirnya, mereka pun memilih untuk melakukan jouhatsu.

Kalau melihat arti dari bahasa aslinya, jouhatsu bisa dianggap sebagai “menguap”. Kamu tahu sendiri kan kalau benda menguap, seperti air, misalnya, nggak bakal terlihat lagi jejaknya sehingga seperti hilang begitu saja. Nah, hal inilah juga yang dilakukan para pelaku jouhatsu.

Menurut catatan dari Statistia Research Department, pada 2018 lalu saja sudah ada 87.960 orang yang menghilang di Negeri Sakura. Kebanyakan orang yang menghilang ini mengalami masalah ekonomi dan sosial layaknya memiliki hutang banyak, nggak lagi punya pekerjaan, memiliki aib sehingga merasa malu, hingga ingin memiliki kebebasan dari tekanan hidup.

Menurut sosiolog dari Jepang Hiroki Nakamori yang sudah meneliti fenomena ini sejak satu dekade belakangan, disebutkan bahwa jouhatsu sudah mulai dilakukan sejak 1960-an. Mereka yang melakukannya bakal benar-benar menghilang, meninggalkan keluarganya, pekerjaannya, teman-temannya, studinya, dan memutuskan untuk memulai hidup baru dengan identitas yang baru.

Polisi nggak begitu mengurus pelaku jouhatsu karena adanya aturan menjunjung tinggi privasi di sana. (Flickr/ Wegdekstreepje)

Bahkan, sampai ada yang rela mengubah tatanan rambutnya atau memakai rambut palsu. Sejumlah orang bahkan sampai melakukan operasi plastik!

Lantas, mengapa mereka bisa sampai melakukannya? Hal ini disebabkan oleh privasi yang dijunjung tinggi oleh pemerintah Jepang kepada warganya. Alhasil, pelaku jouhatsu bisa menarik uang dari ATM atau tinggal di tempat lain tanpa perlu memakai tanda pengenal. Polisi nggak mau campur tangan kecuali untuk kasus kejahatan dan kecelakaan.

Menariknya, di Jepang ada lo perusahaan yang menyediakan jasa bagi orang-orang yang ingin melakukan jouhatsu. Cukup dengan membayar sejumlah uang, mereka bisa benar-benar memulai hidup baru dan menghilang dari kehidupan lamanya.

Kalau keluarga ingin mencari anggota keluarga yang menghilang ini, mereka harus menyewa detektif swasta yang biayanya biasanya cukup mahal. Meski begitu, kebanyakan keluarga nggak mau lagi membahas orang-orang yang sudah menghilang karena adanya stigma buruk terkait hal ini. Jadi, setelah menghilang, orang-orang yang melakukan jouhatsu ini bisa benar-benar menemukan kedamaiannya sendiri.

Kamu tertarik nggak ikutan fenomena jouhatsu alias benar-benar menghilang dari kehidupanmu demi membangun kehidupan baru, Millens? (Ber,Pik/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: