BerandaHits
Kamis, 3 Sep 2025 11:01

Jejak Legendaris Lumpia Samijaya di Jalan Malioboro Yogyakarta

Lumpia Samijaya di Jalan Malioboro, Yogyakarta. (X/amirwawan_)

Beda dengan lumpia khas Semarang yang biasanya berisi rebung, Lumpia Samijaya yang ada di Jalan Malioboro Yogyakarta justru menyajikan lumpia dengan isian sayuran dan juga telur puyuh!

Inibaru.id - Jalan Malioboro memang selalu punya cara untuk bikin siapa pun betah berlama-lama. Selain deretan toko suvenir dan alunan musik jalanan, ada satu hal yang tak boleh dilewatkan saat menyusuri kawasan ikonik di jantung Yogyakarta ini, yaitu Lumpia Samijaya.

Meski hanya dijual di sebuah gerobak sederhana, jajanan ini justru punya cerita panjang yang menarik untuk ditelusuri. Bahkan, tak sedikit wisatawan yang sengaja datang jauh-jauh hanya untuk mencicipi lumpia legendaris ini.

Bermula dari pelataran Toko Samijaya

Nama "Lumpia Samijaya" diambil dari toko tempat kali pertama usaha ini dibuka pada 1983, yakni Toko Samijaya yang kala itu cukup terkenal di kawasan Malioboro. Meskipun tokonya sudah lama tutup, gerobaknya tetap bertahan di tempat yang sama, tepat di sisi kiri jalan kalau kamu berjalan dari arah Teras Malioboro 2 ke selatan.

Namun, perjalanan usaha kuliner ini tidak langsung mulus. Pada awalnya, lumpia ini dijual oleh paman dari Winarti, salah seorang penerus Lumpia Samijaya sekarang. Sayangnya, saat itu penjualan lumpia kurang laris dan akhirnya usaha tersebut ditawarkan kepada keluarga Winarti.

"Awalnya itu tahun 1983, yang jual om saya, tapi enggak seperti sekarang. Libur lama sampai berapa bulan, terus ditawarkan ke ibu saya untuk melanjutkan. Terus ibu saya mau," kenang Winarti saat diwawancarai oleh Kompas, Jumat (14/01/2022).

Dari sinilah cerita Lumpia Samijaya dimulai. Winarti, yang saat itu masih duduk di bangku SMA kelas 2, mengaku ikut membantu orang tuanya berjualan sebelum dan sepulang sekolah.

Cita Rasa Autentik yang Bikin Rindu

Lapak Lumpia Samijaya yang masih sederhana. (Kompasiana/Malfalia Marshaniswa)

Kalau biasanya lumpia dikenal sebagai makanan khas Semarang, Lumpia Samijaya hadir dengan pendekatan rasa yang sedikit berbeda namun tetap memikat. Isian lumpianya terdiri atas bengkuang, wortel, taoge, dan ayam. Untuk versi spesial, ada tambahan telur puyuh. Yang unik adalah lumpia ini disajikan bersama saus bawang putih dan parutan bengkuang segar yang rasanya ringan tapi bikin nagih.

Yang lebih menarik, harga per buahnya pun masih bersahabat, yaitu Rp8.000 untuk lumpia ayam dan Rp9.000 untuk lumpia spesial.

Uniknya lagi, semua lumpia di sini digoreng, tanpa versi basah. Kalau kamu ingin membawanya pulang sebagai oleh-oleh, bisa pilih versi setengah matang agar lebih tahan lama. Lumpia-lumpia ini juga dikemas dalam besek bambu anyaman yang estetik.

Meski lapaknya hanya berupa gerobak kecil, penjualan Lumpia Samijaya bisa tembus 4.000 buah lumpia per hari! Tak heran, antrean di depan gerobaknya sering kali mengular, terutama di akhir pekan dan musim liburan.

“Ini kalau ramai itu sehari, pagi sampai sore itu bisa 2.000 kulit lumpia. Terus sore sampai malam juga sama, jadi bisa 4.000,” ujar Winarti.

Kamu bisa menemukan gerobaknya setiap hari dari pukul 09.30 hingga 21.00 WIB. Tapi sebaiknya kamu datang lebih awal sebelum kehabisan.

Kini Hadir dalam Berbagai Bentuk

Seiring waktu, Lumpia Samijaya tak hanya bertahan, tapi juga berkembang. Beberapa anggota keluarga kini membuka cabang di Jalan Mataram dan Tegal Panggung. Bagi yang tak sempat datang langsung, kamu juga bisa memesan lumpia ini lewat ojek daring atau memilih versi frozen yang bisa dikirim ke luar kota.

“Itu yang di Jalan Mataram, belakang sini itu yang jualan adik saya nomor empat. Mbak Dian, yang di Tegal Panggung, belakang sini juga, sama saya yang online,” jelas Winarti.

Bagi kamu yang sedang liburan ke Yogyakarta, Lumpia Samijaya bukan sekadar camilan, tapi juga warisan rasa dan perjuangan keluarga yang telah bertahan lebih dari 40 tahun. Lokasinya yang strategis di tengah hiruk-pikuk Jalan Malioboro membuatnya mudah ditemukan, dan cita rasanya yang khas akan membuatmu sulit melupakannya.

Jangan lupa masukkan Lumpia Samijaya dalam daftar kuliner wajib coba saat main ke Jogja. Karena di balik renyahnya kulit lumpia, tersimpan cerita hangat yang bikin perjalananmu semakin berkesan. Setuju kan, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: