BerandaHits
Selasa, 5 Mar 2018 19:33

Jajanan Masa Kecil yang Bertransformasi

Kue pancong kekinian yang ramai diburu pembeli. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Sobat Millens pernah coba telur gulung atau kue pancong? Jajanan yang identik dengan masa kecil itu sekarang jadi kekinian dan dicari banyak orang.

Inibaru.id – Kalau Sobat Millens perhatikan, jajanan anak tradisional semakin populer mengikuti zaman. Kudapan yang dulu acap dijual sebagai street food berharga miring kini mulai bertransformasi. Nggak hanya menyasar anak kecil, kuliner "murahan" itu sekarang mulai naik pamor dengan harga yang lebih variatif. Hm, kamu penikmatnya juga?

Inovasi memang kerap dilakukan orang untuk menghadirkan pangsa pasar yang lebih luas. Dengan kreativitas, mereka mulai melakukan modifikasi terhadap jajanannya, mulai dari rasa, bentuk, cara penyajian, hingga lokasi berjualan. Inilah yang diungkapkan Andre Sarwono, pengamat kuliner cum food blogger saat dikonfirmasi Tim Inibaru.id via telepon, Rabu (28/2/2018).

Selain kreativitas, lanjut Andre, salah satu yang memengaruhi perubahan itu adalah kemudahan era digital yang membuat orang begitu gampang menyebarkan informasi untuk memopulerkan jajanan itu.

“Sekarang kita ada di era digitalisasi, semua berhubungan dengan internet jadi lebih gampang viral, terus orang juga semakin kreatif, masakannya jadi lebih bagus, dulunya tanpa topping sekarang jadi macam-macam topping, itu yang bikin orang jadi pengin coba,” ungkap pria berkacamata itu.

Baca juga:
Usaha Turun-temurun Minumuman Khas Kota Semarang
Lunpia, Produk Akulturasi Tionghoa dan Jawa

Pemilik akun Instagram @makanterusss tersebut menambahkan, inovasi yang terjadi saat ini membuktikan keberhasilan jajanan anak tradisional mampu mengikuti perkembangan zaman. Namun begitu, nggak berarti semua jajanan itu bisa bertahan, jajanan itu juga harus punya rasa yang enak dan diinginkan oleh pasar.

Inilah yang coba diterapkan Adlin Maulavan dan Dhini Lestari dengan usaha telur gulungnya, E990’s. Mereka mempertahankan cita rasa murni telur tanpa mencampur bahan lain yang bisa mengurangi cita rasa.

“Kalau telur gulung lain, rasanya enggak sesuai karena sering dicampur air. Telur gulung punya kita murni telur, agar rasanya tetap terjaga,” ujar Adlin.

Promosi melalui media sosial yang mereka lakukan juga berhasil menarik minat pembeli, terutama kalangan anak muda.

“Pembeli bisa macam-macam sih, tapi karena awalnya kita memang promosi lewat Line dan Instagram, pembeli terbanyak tetaplah anak muda,” jelas Dhini.

Beda Adlin dan Dhini, beda pula Fajar Gilang Garnida dan dua orang temannya, yakni Muhammad Raihan dan Kamilia Indah. Mereka justru melakukan banyak inovasi pada usaha kue pancongnya. Kue pancong hasil buatan Gilang dan kawan-kawan punya banyak varian rasa dengan kisaran harga minimal Rp 5.000 hingga belasan ribu rupiah.

Dengan merek Parjo (Pancong Burjo), mereka sengaja membuka lokasi kedai yang dekat dengan kampus, yakni di Banjarsari, Tembalang, Semarang. Strategi itu membuat kedai ramai dikunjungi mahasiswa.

“Sasaran utama kami memang mahasiswa, tapi kalangan yang lain juga bisa,” jelas Gilang ketika ditemui di kedai Parjo miliknya.

Baca juga:
Mengganjal Perut dengan Kue Ganjel rel
Hangatkan Tubuhmu dengan Jamu Jun Khas Semarang

Sejumlah mahasiswa mengaku suka dengan rasa legit yang dimiliki kue pancong itu. Salah satunya Erinda Wanti yang sudah menjadi pelanggan tetap kedai tersebut.

“Kalau mahasiswa seringnya cari yang enak dan harga murah. Kue pancong ini menurut saya bisa jadi salah satu pilihannya,” jelas mahasiswa Undip itu.

Menarik, ya, Millens? Jajanan anak tradisonal mana yang kamu suka? (MEI/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: