BerandaHits
Sabtu, 23 Jan 2026 19:49

Inilah Senyawa Baru yang Bikin Kualitas Udara Kita Anjlok

Ilustrasi polusi udara. (Alodokter)

Sebuah studi terobosan mengungkap penemuan senyawa OOS sebagai jalur kimia baru pembentuk partikel polusi udara. Ditemukan secara nggak sengaja, senyawa ini membuktikan bahwa campuran emisi alami tumbuhan dan polusi manusia menciptakan "benih" polusi yang jauh lebih kuat dan berbahaya bagi kesehatan serta iklim.

Inibaru.id - Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, dari mana datangnya kabut polusi yang bikin sesak napas di kota besar? Selama ini ilmuwan punya teori sendiri, tapi riset terbaru justru nemuin "tersangka" baru yang selama ini sembunyi di balik udara kita.

Kabar ini datang dari para peneliti di Universitas Alabama di Huntsville (UAH), Amerika Serikat. Mereka baru saja mengungkap jalur kimia misterius pembentuk partikel polusi udara. Studi yang baru rilis di jurnal Geophysical Research Letters (23/1/2026) ini bakal mengubah cara pandang kita soal kualitas udara dan iklim, Gez!

Uniknya, penemuan ini muncul secara nggak terduga. Awalnya, Profesor Shanhu Lee dan timnya lagi bereksperimen di laboratorium buat meniru lingkungan hutan di AS yang sering terpapar polusi dari aktivitas manusia (antropogenik).

Eh, pas lagi nyampur senyawa alami tumbuhan dengan ozon dan sulfur dioksida, mereka malah nemuin kelas senyawa organik baru bernama Organosulfat Teroksigenasi (OOS) dalam fase gas.

"Ini mengejutkan, karena selama ini organosulfat dianggap cuma terbentuk di dalam partikel padat atau cair, bukan gas," kata Lee sebagaimana dilansir dari Phys.org.

Si "Benih" Polusi yang Tangguh

Partikel halus OOS bisa masuk ke paru-paru dan berdampak buruk bagi kesehatan. (via Radio Pelita Kasih)

Ternyata, senyawa OOS ini bertindak sebagai "benih" yang kuat banget buat ngebentuk partikel baru di atmosfer. Bayangkan aja, peneliti nemuin lebih dari 200 jenis OOS di fase gas!

Senyawa ini nggak cuma bikin udara jadi butek, tapi juga:

  • Mempengaruhi pembentukan awan: Bisa mengubah pola hujan.
  • Berdampak buruk buat kesehatan: Partikel halusnya bisa masuk ke paru-paru kita.
  • Mengganggu iklim: Mempengaruhi cara bumi memantulkan panas matahari.

Lebih lanjut, penemuan ini mematahkan asumsi lama kalau polusi itu asalnya cuma dari satu sumber yang berdiri sendiri-sendiri. Kenyataannya, atmosfer kita itu kayak "panci sup" yang nyampur emisi alami (dari pohon dan tumbuhan) sama polusi buatan manusia (dari pabrik dan kendaraan).

Di kota-kota besar kayak Houston atau Atlanta dan mungkin kota besar di Indonesia juga emisi sulfur dari pembangkit listrik ketemu sama aroma alami dari pepohonan. Nah, campuran inilah yang menciptakan OOS tadi.

Bahkan, produk perawatan pribadi atau pembersih lantai yang beraroma jeruk (limonene) juga bisa bereaksi sama polusi udara di kota buat ngebentuk partikel polusi baru ini. Wah, ternyata harum pembersih lantai kalau ketemu polusi knalpot bisa jadi kombinasi yang bahaya ya, Gez!

Mengapa Ini Penting?

Dengan ditemukannya jalur kimia baru ini, ilmuwan jadi punya modal buat bikin model kualitas udara yang lebih akurat. Pengetahuan ini penting banget buat pemerintah dalam bikin kebijakan lingkungan, apalagi sumber emisi baru di perkotaan terus bertambah.

Jadi, kesehatan lingkungan itu memang kompleks banget. Ternyata, melindungi hutan aja nggak cukup kalau kita masih terus buang polusi sulfur ke udara, karena keduanya bisa "bersekongkol" membentuk polusi yang lebih parah. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: