BerandaHits
Rabu, 5 Sep 2017 16:09

Indonesia yang Begitu Terbuka terhadap Para Pencari Suaka

Manusia perahu dari Myanmar (Foto: Postmetro)

Dalam beberapa kesempatan, Indonesia menjadi negara yang cukup terbuka bagi para pengungsi. Semangat “menjaga perdamaian dunia” sebagaimana tekandung dalam UUD’45 menjadi alasan pemerintah negeri ini membukakan pintunya.

Inibaru.id - Tak ada perang yang menyisakan kegembiraan. Dengan cara apapun, perseteruan pada akhirnya akan menimbulkan tragedi kemanusiaan. Tak hanya menelan korban, tragedi ini juga memakan harta, menimbulkan luka yang menganga, dan memantik trauma.

Orang-orang yang kalah akan terusir, tak diakui, atau bahkan terpisah dari keluarganya. Mereka pergi ke mana saja untuk bertahan hidup. Mereka rela terombang-ambing di atas perahu atau ganasnya alam, untuk menggapai asa. Siapa yang mau menolong mereka?

Konflik di Aleppo, pengusiran etnis Rohingya di Myanmar, sengketa wilayah Israel-Palestina, dan banyak lagi tragedi kemanusiaan yang membuat orang-orang terusir dari tanah airnya sendiri.

Baca juga: 2,5 Miliar Rupiah Bantuan Dari Warganet Indonesia Untuk Rohingya

Dalam beberapa kesempatan, Indonesia menjadi negara yang cukup terbuka bagi para pengungsi. Semangat “menjaga perdamaian dunia” sebagaimana termaktup dalam UUD 45 menjadi alasan pemerintah negeri ini membukakan pintunya.

Nusantara menjadi surga bagi para pencari suaka. Beberapa “manusia perahu” yang lari dari negeri asalnya terbukti diterima di negeri ini. Berbeda dengan sebagian negara lain yang antipati terhadap para pengungsi, Indonesia justru melayani mereka bak tamu.

Negeri ini memiliki sejarah panjang dalam menerima para tamu yang sebagian ditolak di negeri-negeri tetangga itu. Pertengahan 2015 Indonesia kedatangan ratusan “manusia perahu” asal Rohingya. Jumlah ini terus bertambah hingga akhir 2016 lalu.

Tanpa banyak pertimbangan, pemerintah negeri ini di bawah komando Presiden RI Joko Widodo, segera menerima mereka. Tak hanya pemerintah, banyak kalangan masyarakat yang juga turut membantu. Indonesia merawat mereka hingga kesehatannya pulih, memberi suaka, dan siap memulangkan mereka ke negeri asalnya ketika kondisi sudah kondusif.

Pengungsi berperahu dari Myanmar itu bukanlah yang pertama datang ke Indonesia. Negeri ini memiliki catatan panjang daftar pengungsi yang meminta suaka ke Indonesia.

Dilansir dari GNFI, Adriani Zulivan menuliskan, setidaknya ribuan warga Vietnam pernah terdampar di sekitar Kepulauan Riau. Pemerintah dan warga Indonesia menyelamatkan dan membawa mereka ke darat.

Baca juga: Konflik Rohingya Meruncing, Berbagai Lembaga Kemanusiaan di Indonesia Galang Donasi

Banyaknya jumlah pengungsi ini membuat tempat pengungsian sementara tak lagi layak. Dibantu badan PBB yang mengurusi pengungsi (UNHCR), Indonesia membangun komplek pemukiman terpadu.

Dalam kawasan ini, dibangun barak mukim yang memadai, tempat ibadah seluruh agama sebagaimana yang dianut para pengungsi, rumah sakit, sekolah, dapur umum, hingga penjara dan pemakaman.

Para pengungsi diberi makanan dan pakaian yang baik, anak-anak disekolahkan, yang sakit dirawat, yang melakukan kejahatan dipenjarakan, dan yang meninggal dimakamkan dengan sangat layak. Tercatat sebanyak 250 ribu jiwa pengungsi pernah menetap di sana.

Komplek ini terletak di sebuah pulau kecil di Kota Batam, bernama Pulau Galang, Provinsi Kepulauan Riau. Dari Pulau Galang inilah Indonesia pernah menggalang dukungan global untuk ikut berkontribusi dalam perdamaian dunia dengan merawat kemanusiaan.

Hingga kini saksi sejarah yang menegaskan peran Indonesia tersebut, masih dirawat dengan baik. Banyak wisatawan datang untuk mempelajari sejarahnya, banyak pula warga Vietnam yang berkunjung untuk mencari jejak keluarganya. (IP/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: