BerandaHits
Rabu, 8 Apr 2025 13:25

IHSG Anjlok Lagi, Bagaimana Dampak Trading Halt bagi Investor?

Ilustrasi: IHSG anjlok lagi, kali ini lebih dari 9,19 persen hingga BEI kembali menerapkan trading halt. (Antara via Voi)

Buka perdana setelah libur lebaran, IHSG langsung anjlok hingga 9,19 persen dan memaksa BEI kembali menerapkan trading halt yang mulai hari ini diputuskan jika berada di bawah 8 persen alih-alih 5 persen sebagaimana aturan sebelumnya.

Inibaru.id - Kabar anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan perdana seusai libur lebaran hari ini, Selasa (8/4/2025) cukup membuat panik Afrizal. Dia masih liburan dan belum sempat mengecek portofolio-nya.

Lelaki yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan tambang di Kalimantan ini kian panik setelah mengetahui bahwa IHSG sampai trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham. Mekanisme ini bisa diambil Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjaga stabilitas saham.

"Saya menduga, kondisi ini nggak lepas dari pengumuman tarif resiprokal sebesar 32 persen untuk produk impor asal Indonesia ke Amerika yang baru saja dilontarkan (Presiden AS) Donald Trump," terangnya saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (8/4).

Sedikit informasi, data RTI menyebutkan bahwa hari ini IHSG dibuka pada posisi 5.914,28. Namun, nilainya langsung anjlok 598,56 poin atau 9,19 persen ke posisi 5.912,06. Level tertinggi IHSG hanya pada ada pada 5.914,28. Sementara, level terendahnya berada pada posisi 5.912,06.

Mekanisme Trading Halt

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan alasan BEI melakukan trading halt pada pembukaan perdagangan IHSG tersebut. Dia mengatakan, trading halt diberlakukan pada semua sesi, termasuk pre-opening.

Sebelumnya, BEI selaku Self Regulatory Organization (SRO) perdagangan bursa telah melakukan pengaturan ulang terhadap mekanisme trading halt menjadi di atas 8 persen per hari ini, Selasa (8/4). Sebelumnya, batas mekanisme penghentian perdagangan sementara hanya di atas 5 persen.

Lalu, mengapa trading halt terhadap IHSG baru dilakukan setelah anjlok hingga 9,19 persen, Jeffrey menjelaskan bahwa hal itu disebabkan faktor pembentukan harga yang terjadi saat pre-opening melalui mekanisme call auction.

"Karena terjadi selama pre-opening, saat pembentukan harga dilakukan dengan mekanisme call auction dan harga setiap saham terbentuk pada satu harga," ujarnya.

IHSG yang Terus Melemah

IHSG sempat menyentuh angka 5.912,06 atau melemah hingga 9,19 pada pembukaan perdana setelah libur lebaran. (Merdeka)

Sementara itu, Sekretaris BEI Kautsar Primadi Nurahmat mengatakan, mekanisme trading halt dilakukan pada dua kondisi ekstrem. Pertama, trading halt selama 30 menit jika IHSG mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 8 persen.

"Kedua, trading halt berlanjut selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 15 persen. Selanjutnya, trading suspend akan dilakukan jika IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 20 persen," jelasnya, Selasa (8/4).

Berdasarkan RTI, volume transaksi IHSG sejak dibuka pagi tadi tercatat sebesar 1,59 miliar dengan turn-over Rp1,92 triliun. Adapun frekuensi transaksinya tercatat 64.620 kali dengan sokongan 9 saham menguat, 552 saham melemah, serta 65 saham stagnan.

Dalam sepekan terakhir IHSG tercatat telah mengalami penurunan sebesar 5,53 persen. Dalam triwulan terakhir, nilainya melemah hingga 16,82 persen; sedangkan dalam setengah tahun tercatat terjun hingga 24,51 persen.

Dampak Trading Halt bagi Investor

Trading halt terhadap IHSG bukanlah mekanisme pertama yang dilakukan BEI tahun ini. Sebelumnya, otoritas tunggal perdagangan saham itu juga pernah membekukan perdagangan untuk sementara pada 18 Maret lalu. Kala itu, IHSG anjlok hingga 5 persen.

Mekanisme trading halt tentu saja akan berdampak pada terhentinya aktivitas jual beli saham. Penghentian sementara ini biasanya bertujuan untuk meredam kepanikan investor.

Dikutip dari IDN Times, Selasa (8/4), analis asal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menilai, trading halt bisa menjadi upaya untuk meredam aksi jual panik di pasar, sehingga memberikan keluangan waktu bagi investor untuk menenangkan diri dan menghitung ulang portofolio mereka secara lebih rasional.

"Suspensi ini diharapkan memberikan waktu untuk meredam panic selling pasar sehingga dapat mengalkulasi ulang portfolio," terang Okta, sapaan akrabnya.

Yap, semoga situasi ini nggak semakin memburuk. Oya, dalam dunia investasi, grafik yang turun adalah waktu yang tepat untuk menghitung ulang portofolio. Jika jeli, acapkali ini juga menjadi celah untuk menjajaki peluang baru, lo! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: