BerandaHits
Minggu, 30 Mei 2020 14:52

Gugat UU Penyiaran ke MK, Televisi Lokal Kalah dari Netflix?

TV kalah pamor dengan aplikasi penyedia video online gratis. (Flickr/Stock Catalog)

Dua stasiun televisi menggugat UU Penyiaran ke MK. Kedua stasiun televisi tersebut adukan aplikasi penayangan video online yang nggak diatur di UU Penyiaran.

Inibaru.id – Persaingan antara media televisi dan media aplikasi penayangan video online kian memanas. Baru-baru ini, dua stasiun televisi RCTI dan iNews membuat gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas UU Penyiaran. Mereka menuntut aplikasi penayangan video online semacam Youtube dan Netflix turut tunduk kepada UU Penyiaran.

Gugatan ini dilayangkan karena kedua stasiun televisi tersebut khawatir akan adanya konten yang nggak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 di platform penayangan video berbasis internet itu.

Gugatan tersebut terungkap dari permohonan judicial review yang terpampang di website MK, Kamis (28/5/2020). Permohonan judicial review itu ditandatangani Direktur Utama iNews TV David Fenando Audy dan Direktur RCTI Jarod Suwahjo.

Pasal yang digugat keduanya yakni pasal 1 ayat 2 UU Penyiaran. Menurut keduanya, pasal tersebut bersifat multitafsir yang berpotensi memunculkan kontroversi. Pasal 1 ayat 2 UU Penyiaran tersebut berbunyi:

"Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut, atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran."

Dengan alasan tersebut, kedua stasiun televisi itu mengusulkan perubahan Pasal 1 ayat 2 UU Penyiaran sebagai berikut:

"Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut, atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran; dan/atau kegiatan menyebarluaskan atau mengalirkan siaran dengan menggunakan internet untuk dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan permintaan dan/atau kebutuhan dengan perangkat penerima siaran."

Netflix disebut-sebut mengalahkan pamor televisi lokal. (Flickr/Stock Catalog)

Tanda TV kalah Pamor?

Sejak Work from Home (WFH) dan di rumah aja digaungkan pemerintah demi mencegah penularan virus corona, terjadi peningkatan akses pada Youtube dan Netflix. Dilansir dari Reuters, Minggu (5/4), tercatat ada 59 juta pemasangan Netflix di kuartal pertama 2020. Sementara itu, Youtube mengalami peningkatan pengakses sejak Maret 2020.

Kendati begitu, segmen usia antara televisi, Youtube dan Netflix berbeda. Berdasarkan sebuah penelitian yan dilakukan perusahaan digital Defy pada 2014 silam, Youtube lebih diminati remaja ketimbang orang tua.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan konsumen berusia 13-24 tahun lebih banyak menonton Youtube ketimbang televisi. Konsumen di rentang usia itu menghabiskan 11,3 jam per minggu untuk menonton video online gratis. Mereka lebih memilih menonton video online gratis daripada menonton televisi dengan 8,3 jam jadwal rutin.

Penelitian ini sedikit membuktikan bila televisi memang semakin nggak diminati, khususnya bagi generasi muda. Hanya, kita nggak bisa benar-benar menyebut televisi mulai memasuki senjakalanya.

Hal ini berarti, anggapan bahwa televisi lokal mulai kalah pamor dengan Netflix sehingga memutuskan untuk melakukan gugatan pada MK pun nggak bisa dianggap sebagai sesuatu yang benar. Masih ada kok orang-orang yang berminat menonton televisi lokal, khususnya generasi tua atau mereka yang tidak memiliki akses internet dengan mudah.

Kalau kamu, apakah lebih suka nonton Netflix atau Youtube dibandingkan dengan televisi lokal, Millens? (Det/IB03/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: