BerandaHits
Rabu, 9 Feb 2021 17:15

Empath, Sindrom yang Bisa Membuat Seseorang "Membaca Batin Orang Lain"

Ada sindrom yang membuat seseorang bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sebuah penelitian mengungkap tentang sebuah sindrom yang bernama empath. Jika memilikinya, seseorang bisa "membaca batin orang lain". Seperti apa sih sindrom ini?<br>

Inibaru.id - Mungkin nggak sih ada orang yang bisa membaca batin orang lain? Meski terkesan seperti kekuatan super, hal ini mungkin saja terjadi jika seseorang mengidap sindrom "empath". Sindrom ini membuat seseorang bisa merasakan kondisi emosional, mental, atau fisik orang lain.

Menariknya, bisa jadi orang-orang dengan sindrom ini ada di sekitar kita. Hal itu dibuktikan oleh penelitian terbaru dilakukan oleh Dr. Michael Banissy, profesor psikologi di Goldsmiths, dan peneliti pasca-doktoral Dr. Natalie Bowling, yang sudah bertahun-tahun meneliti empati, khususnya mirror-touch synaesthesia.

Dari penelitian itu, ditemukan fakta bahwa sekitar 1 sampai 2 persen responden mengaku memiliki sindrom empath.

Nah, sinestesia ternyata juga merupakan bagian dari empath. Yakni ketika indera yang berbeda-beda berbaur menjadi satu. Hal ini berarti, ada orang yang bisa "mendengar" warna, "melihat" suara, atau "mencecap" kata-kata.

Untuk kasus mirror-touch synaesthesia, indera penglihatan dan indera sentuhan saling tumpang tindih. Seseorang dengan kondisi sinestesia yang melihat orang lain disentuh wajahnya, juga akan merasakan sensasi itu pada wajah mereka sendiri. Kondisi ini tergolong langka dan sangat sedikit orang yang mengalaminya.

Seseorang dengan sinestesia akan ikut merasakan apabila ada orang lain yang disentuh wajahnya pada wajah mereka sendiri. (Femina)<br>

Sementara itu, untuk mirror-pain synaesthesia, Bowling menyebut kondisi ini dimiliki oleh sekitar 30 persen dari total populasi. Kalau kamu memilikinya, maka akan mengalami sensasi gatal hanya saat melihat orang lain menggaruk kulitnya.

Hal itu telah dibuktikan oleh Banissy dalam sebuah studi di Knowledge Museum di London. Penelitian ini dilakukan dengan meminta orang di jalanan mengisi survei tentang tingkat empati mereka.

Para peserta diminta untuk menepuk pipi sendiri sambil melihat orang lain menepuk sisi pipi yang berlawanan. Jika kamu mempunyai mirror-sense synaesthesia, kamu akan merasakan sensasi seperti ditepuk di kedua sisi pipi.

"Orang-orang ini akan kesusahan fokus pada apa yang mereka sebenarnya rasakan, dan mereka cenderung bingung, membuat lebih banyak kesalahan, dan lebih lambat menjawab apakah mereka disentuh atau tidak,” kata Bowling

Menariknya, tim peneliti menemukan ada banyak responden yang memiliki mirror-touch synaesthesia tapi nggak sadar dengan kemampuan tersebut.

"Otak manusia terbiasa mengintegrasikan segala hal dan terkadang tidak memikirkan prosesnya,” kata Bowling.

Namun banyak juga yang nggak merasa punya gejala ini. (Pxhere)<br>

Mereka yang mengalami kondisi mirror-touch synesthesia cenderung sering kewalahan karena bisa merasakan kondisi mental, fisik, dan emosional orang lain. Padahal, bisa jadi mereka nggak menginginkannya. Meski begitu, terkadang dengan memiliki empati atau kemampuan "membaca batin" orang lain, mereka juga memiliki keuntungan bisa bersikap atau memperlakukan orang dengan lebih baik sesuai dengan kondisi saat itu.

“Kemampuan empath bisa memudahkan kehidupan banyak orang. Bayangkan kalau kami bisa mengajari para manajer dan staf agar efektif dalam berempati dan memahami satu sama lain,” pungkasnya.

Memang, bukan berarti kita bisa benar-benar membaca batin orang lain. Namun, dengan memiliki empati lebih baik, bisa jadi kita akan memiliki hubungan lebih baik dengan orang-orang di sekitar kita, Millens. (Vic/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: