BerandaHits
Minggu, 15 Nov 2025 08:01

Duduk Perkara Perebutan Takhta di Keraton Solo

KGPH Hangabehi dan Gusti Purboyo yang sama-sama disebut sebagai penerus takhta Keraton Solo. (Radarsolo/M Ihsan)

Gusti Purboyo bakal menggelar acara penobatan dirinya sebagai pewaris takhta PB XIII. Tapi, pihak Keraton Solo lainnya malah menyebut KGPH Hangabehi sebagai penerus raja. Mengapa dualisme penerus kekuasaan ini bisa sampai terjadi?

Inibaru.id - Bukannya berada di masa berkabung setelah ditinggal mangkat Pakubuwono (PB) XIII, suasana Keraton Solo malah jadi panas. Pasalnya, muncul dua klaim raja baru sebagai penerusnya.

Hal ini pun mengingatkan publik pada dualisme kepemimpinan yang terjadi pada 2004 lalu. Tapi, apa sih yang bikin perebutan kekuasaan pada tahun ini jadi terlihat sangat menghebohkan?

Awal Konflik; Pengukuhan Gusti Purboyo Sebagai PB XIV

Kekisruhan Keraton Solo dimulai dari meninggalnya PB XIII pada 2 November 2025 setelah lama sakit. Menurut KPH Eddy Wirabhumi, kondisi sang raja kala itu memang makin memburuk.

“Terakhir komplikasi, termasuk gula darah tinggi dan penyakit lainnya. Usia beliau juga sudah sepuh,” ucapnya sebagaimana diungkap Kompas, Jumat (14/11/2025).

Biasanya, penetapan raja baru akan menunggu masa duka 40 hari. Tapi kali ini, dinamika justru bergerak sangat cepat. Pasalnya, saat prosesi pemakaman di Imogiri, putra bungsu PB XIII dari istri ketiga, Gusti Purboyo, berdiri di depan jenazah ayahnya dan menyatakan dirinya naik takhta sebagai PB XIV.

Dalam ikrarnya ia berkata: “Atas perintah dan titah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII… saya naik takhta menjadi Raja Keraton Surakarta Hadiningrat dengan gelar Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono XIV.

Menurut GKR Timoer, kakak tertua Gusti Purboyo, langkah itu tidak melanggar adat. “Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan, bukan pelanggaran adat,” ujarnya.

Sebagian keluarga Keraton Solo mendukung KGPH Hangabehi sebagai Raja Solo selanjutnya. (Solopopuler)

Namun, pandangan berbeda datang dari Maha Menteri Tedjowulan yang mengingatkan bahwa suksesi seharusnya tidak tergesa-gesa. Ia menyebut masih ada SK Mendagri 2017 yang menetapkan tata kelola keraton dan perlunya koordinasi dengan pemerintah. Dengan kata lain, klaim Gusti Purboyo memantik perdebatan internal keraton.

Situasi makin menghangat ketika undangan jumenengan Gusti Purboyo beredar luas di WhatsApp. Acara penobatan ditetapkan pada hari ini, Sabtu (15/11). GKR Timoer memastikan undangan itu resmi dan sah dari panitia. Tapi, bukan berarti masalah sudah selesai.

Hangabehi Dinobatkan Sebagai Raja oleh Keluarga Besar Keraton Solo

Menanggapi dinamika penerus takhta, dua hari sebelum jadwal jumenengan Gusti Purboyo alias pada Kamis (13/11), sebagian anggota keluarga besar Keraton Solo menggelar rapat. Hasilnya cukup mengejutkan karena KGPH Hangabehi, putra laki-laki tertua PB XIII dari istri kedua, justru yang dinyatakan sebagai pewaris takhta.

Alasan keputusan ini merujuk pada paugeran, yaitu aturan adat yang menyebutkan bahwa bila seorang raja mangkat tanpa meninggalkan permaisuri, maka pengganti adalah putra laki-laki tertua. Di sinilah persoalan menjadi rumit. Konon, status permaisuri PB XIII, yang merupakan ibu Gusti Purboyo, masih jadi bahan perdebatan keabsahannya.

Menurut Gusti Moeng, adik dari mendiang PB XIII, keputusan keluarga besar berpijak pada adat. Ia mengatakan:

“Kalau tidak punya permaisuri ya sudah anak laki-laki tertua. Tapi memang direkayasa seakan-akan ada permaisuri… itu yang akan kita kaji secara hukum,” jelasnya sebagaimana dinukil dari Kompas, Kamis (13/11)

Hangabehi sendiri memilih irit bicara. Ketika ditanya apakah ia akan hadir di jumenengan Purboyo, ia hanya menjawab singkat, “Nanti tunggu saja.”

Jika merunut semua hal yang bikin adanya dualisme penerus takhta Keraton Solo ini, kita bisa melihat adanya masalah berupa dualisme tafsir terhadap:

  • Status permaisuri PB XIII,
  • Penerapan paugeran adat,
  • Penetapan putra mahkota sebelumnya.

Gara-gara hal ini, kedua pihak sama-sama merasa memiliki dasar adat, dukungan keluarga, sekaligus mengklaim legitimasi. Makanya, kita sebagai masyarakat tinggal menunggu seperti apa kelanjutan dari perebutan takhta Keraton Solo ini. Kalau menurutmu, apakah penobatan pada hari ini bakal jadi penyelesai masalah atau malah bikin kondisinya jadi semakin panas, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: