BerandaHits
Sabtu, 19 Mar 2021 14:54

Dua Tahun Digagas Bank Indonesia, Bagaimana Perkembangan Penggunaan Qris Saat Ini?

Konfrensi pers pejabat Bank Indonesia KPw Jateng mengenai rangkaian acara "Road to Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI)". (Inibaru.id/ Audrian F)

Sejak 2019, Bank Indonesia telah memberlakukan Qris sebagai salah satu cara pembayaran. Dengan memakai metode pembayaran ini, masyarakat Indonesia nggak lagi perlu membawa-bawa uang tunai. Kira-kira bagaimana perkembangannya sekarang?<br>

Inibaru.id - Semenjak 17 Agustus 2019, Bank Indonesia telah menggagas sebuah metode pembayaran berbasis digital yang bernama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Itu lo kode berupa titik-titik (barcode) yang sering kita jumpai di berbagai gerai merchant. Tinggal scan kode tersebut dengan smartphone yang terhubung dengan uang digital dan melakukan apa yang diminta seperti memasukkan PIN, pembayaran selesai.

Nah, dalam "Road to Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI)" pada Kamis (18/3/2021) yang diadakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan program nasional ini sangat baik.

O ya, acara tersebut diadakan dalam dua rangkaian Millens, yang pertama “SRIKANDI QRIS” yakni (Semarak Edukasi Keuangan Digital Quick Response Code Indonesian Standard) dan “BISMA” (BI Bersinergi Majukan Daerah). Tema besarnya adalah “Sinergi Majukan Daerah melalui Ekonomi Digital”.

Acara yang digelar secara virtual. (Youtube BI Jateng)<br>

Meski sudah dua tahun dikampanyekan, Bank Indonesia terus melakukan edukasi kepada masyarakat luas agar mau beralih ke Qris. Metode ini memang lebih aman, andal, higienis, dan efisien dibanding transaksi tunai. Selain itu dapat diaplikasikan di berbagai lembaga. Di tengah kondisi pandemi, metode ini juga sangat cocok dipilih mengingat uang tunai dapat menyebarkan virus. Betul nggak?

Deputi Kepala Perwakilan Grup SP, PUR dan MI, Bapak Andry Prasmuko memaparkan tentang data Qris. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara dalam acara virtual ini seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gibran Rakabuming Raka, Jusuf Kalla, Gus Baha, Kombes Pol M Rudi Syafirudin (Dirlantas Polda Jateng), Nycta Gina, Pak Bhabin, Mbah Minto dan Ucup Klaten serta Mardijono Nugroho (Direktur Teknik dan Infrastruktur PT Taman Wisata Candi). Banyak ya?

Sebagai informasi, Qris telah digunakan oleh Pemerintah Solo untuk memberdayakan pedagang pasar. Jadi, kalau kamu mau belanja di pasar-pasar tradisional Solo, nggak perlu lagi bawa uang tunai. Praktis kan? Penggunaan Qris juga bisa kamu temukan di rumah-rumah ibadah. Berdonasi bisa dilakukan secara non-tunai. Pembayaran perpanjangan SIM dan STNK juga bisa melalui Qris yang sudah banyak digunakan kepolisian.

Deputi Kepala Perwakilan Grup SP, PUR dan MI, Andry Prasmuko dalam jumpa pers di lantai 2 gedung Bank Jateng mengemukakan kelebihan Qris bagi UMKM. Semua data transaksi bisa tercatat, sehingga omzet dan persentase pendapatan harian bisa diketahui.

Pengguna Qris Meningkat 208 Persen

Andry juga memaparkan bahwa penggunaan Qris di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan mencapai 208 persen dibanding tahun sebelumnya. Besarnya potensi ini perlu didukung dengan pemahaman masyarakat akan penggunaan Qris dalam kehidupan sehari-hari pelaku UMKM maupun masyarakat biasa.

Putri salah seorang pelaku UMKM yang sudah merasakan manfaat Qris. (Youtube BI Jateng)<br>

Putri, pemilik Batik Warna Alam Siputri mengungkapkan, Qris bisa memudahkan akses pembayaran meskipun punya aplikasi yang berbeda terutama saat pameran.

“Saya sudah 2 tahun pakai Qris. Dan saat pameran begitu menolong banget. Konsumen juga langsung antusias kalau mau beli,” terang Putri.

Hm, jadi jangan ragu pakai Qris ya, Millens. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: