BerandaHits
Sabtu, 5 Des 2025 09:01

Data FPEM FEB UI Ungkap Ribuan Lulusan S1 Putus Asa Mencari Kerja

Banyak generasi muda putus asa mencari kerja di Indonesia. (Kontan/Rezki Wening)

Dalam laporan yang diungkap LPEM FEB Universitas Indonesia, 45 ribuan lulusan S1 sudah putus asa mencari kerja. Ribuan lulusan pascasarjana juga mengalami hal yang sama.

Inibaru.id – Deasy mengaku masih belum punya bayangan seperti apa kariernya dalam waktu dekat setelah gagal mendapatkan Surat Dukungan Work and Holiday Visa (SDUWHV) yang diperebutkan ribuan orang Indonesia pada Oktober 2025 lalu. Padahal, dia sudah cukup yakin mendapatkannya karena nilai test IELTS yang didapat sebagai syarat untuk mendapatkannya cukup tinggi.

Tapi, apa mau dikata, karena persaingan demi mendapatkan SDUWHV demi bisa mencari kerja di Australia sangat ketat, dia akhirnya gagal lolos seleksi.

“Kuotanya kan hanya 5.000 orang. Pas teman saya cek, yang mengakses situs Imigrasi pas war SDUWHV itu sampai ratusan ribu orang. Pada akhirnya saya nggak mendapatkannya tahun ini,” ucapnya pada Kamis (4/12/2025)

Sebagai lulusan S1, Deasy sebenarnya punya privilege nggak perlu susah-susah mencari kerja layaknya teman-teman kuliahnya dulu. Tapi, kondisi usaha keluarganya ternyata sudah kurang bagus. Orang tuanya bahkan nggak mempermasalahkannya untuk mencari kerja di luar negeri.

“Usaha orang tua saya sudah semakin berat dalam beberapa tahun belakangan. Itu pun punglinya yang dari mana-mana itu nggak berhenti. Mereka sampai nggak mau saya ikutan pusing nerusin. Kalau mau mencari kerja di sini, susah. Andaipun dapat, gaji yang diterima kurang bagus,” ucap perempuan asli Kabupaten Semarang tersebut yang mengaku pernah lolos wawancara kerja sebagai guru di sekolah swasta namun urung melanjutkan karena tawaran gaji yang masih di bawah UMR.

Deasy nggak sendirian. Meski sudah lulus lebih dari setahun silam, banyak teman-temannya yang juga kesulitan mencari kerja. Ada yang bahkan sampai ikutan pekerjaan outsourcing sebagai customer service daring dengan gaji di bawah UMR hanya demi mendapatkan penghasilan.

Selain sulit mencari pekerjaan, banyak pekerjaan yang menawarkan gaji kurang layak. (Kominfotik Jakarta Utara)

“Teman saya yang lulusan SMA juga sama saja. Malah ada yang sudah nggak bekerja lagi setelah beberapa tahun di pabrik. Mungkin masanya sekarang sedang berat buat siapa saja,” lanjutnya.

Apa yang diungkap Deasy ternyata diamini oleh hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) Universitas Indonesia. Dalam penelitian berjudul “Membaca Sinyal Putus Asa di Pasar Kerja Indonesia” karya Muhammad Hanri dan Nia Kurnia Sholihah ini, terungkap bahwa jumlah warga Indonesia yang nggak bekerja atau bahkan nggak mencari kerja karena sudah putus asa naik signifikan.

Per Februari 2024, jumlahnya hanya 1,68 juta. Sementara pada Februari 2025 ini, jumlahnya jadi 1,87 orang, Gez.

Dari total jumlah tersebut, 45 ribu orang yang berstatus lulusan S1 sudah putus asa mencari pekerjaan. Sementara itu, jumlah lulusan pascasarjana yang mengalami hal yang sama mencapai 6 ribu orang.

Deasy sendiri akhirnya memutuskan untuk membantu usaha orang tuanya hingga kemudian memahami mengapa orang tuanya enggan memberikan tongkat estafet usaha tersebut kepadanya. Sembari mencoba mencari kerja di Indonesia, dia masih menyimpan asa mendapatkan SDUWHV tahun depan.

“Kalau buka lagi, ya mau coba lagi. Semoga saja pas waktunya sertifikat IELTS belum kedaluwarsa jadi nggak perlu ribet tes lagi. Untuk sekarang, ya bantu-bantu orang tua walau bisa saja tiba-tiba usahanya ditutup karena sudah nggak lagi menguntungkan,” pungkasnya.

Semoga saja ya, iklim dunia kerja di Indonesia membaik sehingga generasi muda seperti Deasy dan lain-lain bisa segera mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak, ya, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: