BerandaHits
Rabu, 11 Apr 2023 11:29

Cerita Orang Indonesia yang Selamat dari Kengerian Bom Hiroshima

Hassan Rahaya (bawah kiri), dan Arifin Bey (bawah kanan), dua orang Indonesia yang jadi korban selamat bom Hiroshima 1945. (Twitter/Potretlawas - Dok PRN 1998)

Kengerian Bom Hiroshima dan Nagasaki ternyata disaksikan langsung oleh dua orang Indonesia. Mereka melihat sendiri kengerian setelah bom atom menghancurkan kedua kota dan selamat meski terpapar radiasi.

Inibaru.id – Salah satu hal yang bikin Perang Dunia II berakhir adalah dijatuhkannya bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945. Nggak hanya hegemoni Jepang yang runtuh, ratusan ribu nyawa melayang akibat bom mengerikan tersebut.

Dari sekian banyak korban yang selamat, ternyata ada dua mahasiswa yang berasal dari Indonesia, lo. Mereka adalah Arifin Bey dan Hassan Rahaya yang saat itu kuliah di Hiroshima University. Keduanya menceritakan seperti apa kondisi Hiroshima yang mencekam saat tu.

Arifin Bey mencatat pengalamannya di Hiroshima tersebut di Jurnal Berkala Ilmu Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) terbitan 1989. Laki-laki asal Padang Panjang, Sumatera Barat tersebut menceritakan bahwa sejak pukul 08.00 waktu setempat pada 6 Agustus 1945, sirine tanda bahaya sudah meraung-raung.

Arifin yang sudah ada di kampus kemudian diminta oleh seorang dosen fisika untuk masuk ke dalam lubang perlindungan bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya. Lubang tersebut memang sudah banyak tersedia di kampus andai ada kondisi yang berbahaya.

Pada pukul 8.10 waktu setempat, suara sirine berhenti. Para dosen dan mahasiswa keluar dari lubang persembunyian dan bersiap untuk kembali melakukan kegiatan belajar mengajar. Tapi, tiba-tiba dari kejauhan, muncul cahaya putih yang sangat terang.

Nggak lama kemudian, atap dan bangunan kelas roboh. Arifin dan mahasiswa-mahasiswa lainnya nggak sadarkan diri sekitar 30 menit. Saat terbangun, dia melihat langit gelap layaknya waktu maghrib. Padahal, sekitar satu jam sebelumnya, langit pagi khas musim panas sangat terang.

Saat berjalan mencari rekan-rekannya, Arifin melihat pemandangan yang mengerikan. Darah di mana-mana, korban yang sudah meninggal ataupun masih hidup terkapar dengan baju yang sudah robek dan kulit yang terkelupas.

Kondisi Hiroshima pasca diterjang bom atom. (AP/Stanley Troutman)

Sementara itu, cerita Hassan Rahaya disampaikan oleh putranya, Ferdy Hasan. Layaknya Arifin, laki-laki asal Bogor, Jawa Barat itu nggak sadarkan diri usai cahaya putih terang menerjang dan menghancurkan ruang kelasnya. Begitu terbangun, dia juga melihat pemandangan yang sangat mengerikan.

“Ada sapi yang seperti dipecut berkali-kali hingga penuh darah. Banyak manusia dengan luka bakar parah karena terpapar radiasi secara langsung,” ucap Ferdy menceritakan kembali kisah ayahnya sebagaimana dilansir dari Sewaktu, Jumat (5/8/2022).

Ayahnya juga menyebut suhu udara terasa sangat panas selama 48 jam. Hassan dan rekan-rekannya yang selamat kemudian memilih untuk mendingkinkan badan dengan berendam di sungai. Mereka bahkan membenamkan kepala ke dalam air dan memakai batang bambu untuk bernapas. Kondisi ini dilakukan selama sekitar 8 jam sampai suhu udara berangsur mendingin.

“Kata ayah, suhunya sampai 75-80 derajat Celcius,” ucap presenter televisi tersebut.

Selama sepuluh hari, bantuan belum datang. Maklum, nggak hanya Hiroshima yang luluh lantak, Nagasaki juga. Mereka pun bertahan dengan apa yang bisa ditemukan sebelum akhirnya dipindahkan ke Tokyo.

Arifin kemudian melanjutkan pendidikannya di Georgetown University dan berkarier menjadi diplomat. Dia menulis buku berjudul Beyond Civilization Dialogue (2013) yang menceritakan tentang kengerian pengalamannya tentang bom atom. Apalagi, dia terpapar radiasi dan harus menjalani pengobatan hingga di usia 50 tahunan. Dia meninggal di usia 85 dan dimakamkan di Pamulang pada 2010 lalu.

Sementara itu, Hassan merintis karier menjadi anggota DPR-MPR pada masa Orde Baru. Dia meninggal pada usia 90 tahun pada 2014 lalu.

Wah, mendengar ceritanya saja sudah mengerikan apalagi berada dalam kejadian itu. Arifin dan Hasan, pasti nggak bakal lupa dengan pengalaman itu dan mejadi pelajaran berarti. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: