BerandaHits
Kamis, 28 Mar 2018 21:33

Bonita Terancam Dibunuh

Harimau Sumatera. (gosumatra.com)

Harimau Sumatera merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia. Populasinya saat ini semakin menipis dan masih terus diburu untuk kepentingan pribadi. Bagaimana ya?

Inibaru.id - Alih fungsi lahan yang begitu masif menjadi salah satu faktor yang terus mendesak tempat tinggal harimau di Sumatera. Raja rimba yang kehilangan tempat tinggal pun beberapa kali terlihat turun ke permukiman warga, satu di antaranya Bonita, seekor harimau sumatera yang belakangan dianggap "ancaman" serius warga Indragiri Hilir, Riau.

Dua warga setempat dikabarkan meninggal diterkam Bonita. Korban pertama, Jumiati, tewas diterkam harimau tersebut pada Januari 2018. Kala itu, dia tengah mendata sawit di lahan konsesi PT Tabung Haji Indo Plantation, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Riau.

Satu korban lain adalah Yusri, pekerja bangunan asal Dusun Sinar Danau, Kecamatan Pelangiran, Riau. Seperti ditulis Mongabay, pada 10 Maret lalu, Yusri tengah membangun rumah burung walet bersama tiga temannya ketika melihat Bonita. Keempatnya kemudian berlindung di atap bangunan dan baru berani turun untuk pulang pukul 18.00.

Nahas, di tengah perjalanan, Bonita kembali muncul dan mengejar keempatnya. Mereka berpencar, tapi Yusri gagal menghindar. Dia diterkam Bonita. Warga kemudian menemukan jenazah Yusri di atas rumput yang digenangi air dengan tengkuk sobek digigit harimau.

Harimau Bonita tampak melintas di kawasan perkebunan sawit di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. (Kompas TV)

Seperti ditulis BBC, Rabu (28/3/2018), dua hari setelah Yusri meninggal, puluhan warga mendatangi kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan menyampaikan ultimatum. Mereka menuntut BBKSDA membunuh Bonita dalan kurun tiga hari. Duh!

BBKSDA tidak bisa berjanji untuk membunuh Bonita dalam waktu yang ditentukan namun tuntutan warga membuat BBKSDA meningkatkan pelacakan. Pada 16 Maret lalu, Bonita sempat roboh terkena tembakan bius, tapi kemudian bangkit dan berhasil kabur ke dalam hutan.

Menanggapi keinginan warga, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, mengatakan, harimau sebenarnya nggak mengganggu manusia jika habitatnya nggak terganggu. Ketika ruang jelajah dan pasokan makan harimau berkurang, tambahnya, ia merasa terancam.

"Konflik satwa dan manusia pun terjadi di situ,” kata Siti Nurbaya.

Perambahan hutan untuk lahan yang sering dilakukan perusahaan sawit dan kertas termasuk faktor penyebab terganggungnya habitat harimau. Mereka yang sejatinya cenderung sangat menghindari manusia malah kehilangan rasa takut dan menyerang manusia.

Jadi, siapa yang bersalah dalam kasus Bonita ini? Estimasi populasi harimau Sumatera di alam liar saat ini kurang lebih tersisa 604 ekor. Sementara, jumlah harimau di lembaga konservasi dalam dan luar negeri hanya ada 383 ekor. Hm, nggak banyak, bukan?

Nah, kalau Bonita dibunuh, populasi harimau Sumatera tentu akan semakin menipis. Apakah membunuh Bonita adalah sebuah solusi? Menurutmu gimana, Millens?  (MAY/GIL)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: