BerandaHits
Sabtu, 24 Sep 2021 17:00

Berkali-Kali Terusan Suez Macet, Kena Kutukan Mumi Firaun?

Insiden Terusan Suez macet. Benarkah karena kutukan mumi Firaun? (Atlas-network.com/Shutterstock)

Beberapa kali insiden di Terusan Suez dan insiden-insiden lain di Mesir dikait-kaitkan dengan pemindahan mumi raja dan ratu Firaun. Apakah penyebabnya adalah kutukan mumi Firaun?

Inibaru.id – Pada Maret 2021 lalu, kapal kontainer berukuran raksasa Ever Given macet di Terusan Suez dan memblokir jalur yang menghubungkan Samudera Hindia dan Laut Mediterania itu.

Nah, pada Kamis (9/9/2021) lalu, kapal kargo lainnya, Coral Crystal juga mengalami hal serupa. Nah, karena berkali-kali terjadi, sampai ada sejumlah pihak yang berpikir kalau insiden di Terusan Suez ini terkait dengan kutukan mumi Firaun.

Waktu Ever Given memblokade Terusan Suez, pelayaran dari Eropa ke Asia pun seperti kembali ke abad pertengahan karena harus melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Meme-meme terkait dengan insiden ini pun viral di media sosial. Apalagi, kondisi ini sampai berlangsung sampai enam hari.

Untungnya hanya butuh 15 menit bagi kapal tunda untuk mendatangi kapal kargo Coral Crystal dan kemudian membebaskannya dari lokasi kandas di 20 km utara Kota Ismailia. Lalu lintas kapal di terusan itu pun nggak lama tersendat sebelum akhirnya lancar kembali.

Terkena Kutukan Mumi Firaun?

Ternyata, sebagian masyarakat Mesir masih percaya dengan kutukan mumi Firaun lo. Meski sudah ribuan tahun meninggal, makamnya yang diganggu untuk kebutuhan penelitian dianggap telah mengusik roh sang raja. Dampaknya pun nggak bisa disepelekan, dan diduga juga ikut mempengaruhi seringnya Terusan Suez macet karena sejumlah insiden.

Selain insiden di Terusan Suez, di Mesir memang terjadi sejumlah insiden yang mengerikan usai 22 mumi dipindahkan oleh para peneliti pada 3 April 2021 lalu. Terjadi kebakaran di pabrik garmen, ada tabrakan kereta, hingga terjadi apartemen yang runtuh.

Ilustrasi: Masyarakat Mesir percaya dengan kutukan Firaun, apalagi mereka yang mengusik makam atau muminya. (Flickr/ Veronica Lopez)

Mumi-mumi itu adalah raja dan ratu yag diperkirakan berasal dari 1539 SM sampai 1075 SM. Pemindahan itu dilakukan dari Museum Mesir yang ada di Tahrir Square Kairo ke Museum Nasional Peradaban Mesir yang ada di Fustatand. Acara pemindahan mumi ini bahkan sampai disiarkan langsung di televisi lokal.

Sebelumnya, mumi-mumi ini ditemukan di Lembah Para raja yang ada di Situs Deir El-Bahri, selatan Kota Luxor. Penggalian makam yang diperkirakan sudah eksis selama 3000 tahun ini sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke-19.

Kematian akan datang dengan cepat bagi mereka yang mengganggu kedamaian raja” tulisan ini ada di makam Raja Tut dan dianggap sebagai kutukan yang dipercaya banyak warga Mesir.

Meski begitu, rentetan insiden yang terjadi pada tim peneliti makam Tutankhamun pada 1922 lalu-lah yang membuat masyarakat yakin kutukan ini ada. Pemimpin penelitian, Howard Carter serta Lord Carnavon yang menjadi donatur penelitian mengalami insiden usai menemukan makam yang penuh dengan emas tersebut.

Namun, Carter baru meninggal sekitar 17 tahun usai penemuan makam tersebut. Lord Carnavon memang meninggal sekitar lima bulan usai penemuan makam. Meski begitu, kutukan itu masih diragukan karena putrinya yang juga ikut ekspedisi ini masih hidup hingga usianya 79 tahun.

Para peneliti ternyata nggak begitu percaya dengan kutukan ini. Kata-kata yang berisi seperti kutukan di pintu-pintu makam dianggap sebagai cara agar makam-makam ini nggak diusik siapapun, khususnya para pemburu harta karun. Mereka pun menganggap kutukan ini dengan insiden-insiden di Terusan Suez, nggak terkait.

Kalau kamu, percaya nggak, Millens? (Cnn/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: