BerandaHits
Minggu, 24 Jan 2026 09:01

Berbahaya Nggak Sih Kebiasaan Terus Menancapkan Charger di Stop Kontak Meski Nggak Dipakai?

Charger yang terus menancap di stop kontak. (Pexels/СашаАлалыкин)

Masih sering malas mencabut charger dan terus menancapkannya di stop kontak meski sudah nggak ada HP yang memakai? Bisa jadi, kamu akan mengalami hal-hal ini.

Inibaru.id - Di banyak rumah, charger yang terus menancap di stop kontak sudah jadi pemandangan biasa. Entah itu charger HP, tablet, earphone nirkabel, atau power bank, sering kali dibiarkan begitu saja meski perangkatnya sudah dicabut lama. Alasannya simpel: nanti juga dipakai lagi, atau sekadar malas mencabut.

Meski terlihat sebagai hal yang normal, sayangnya, kebiasaan sepele ini ternyata punya dampak yang tidak bisa dianggap remeh.

Salah satu dampak paling sering luput disadari dari kebiasaan ini adalah konsumsi listrik tersembunyi. Meski tidak sedang mengisi daya, charger yang masih terpasang tetap menarik aliran listrik dalam jumlah kecil.

Fenomena ini dikenal dengan istilah phantom load atau vampire power. Angkanya memang tidak besar jika dilihat dari satu charger saja. Tapi, bayangkan jika di rumah ada banyak charger yang terus menancap 24 jam setiap hari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa ikut menyumbang pemborosan listrik dan akhirnya bikin konsumsi listrik rumahmu jadi naik, deh.

Selain soal listrik, ada juga dampak terhadap usia pakai charger itu sendiri. Charger yang terus terhubung ke stop kontak akan tetap berada dalam kondisi aktif dan cenderung hangat. Panas yang muncul secara terus-menerus bisa membuat komponen di dalam charger lebih cepat menua dan aus.

Kebiasaan terus menancapkan charger bisa bikin performanya turun. (Unsplash/Jerry Wang)

Akibatnya, performa charger menurun, lebih mudah rusak, atau bahkan berhenti berfungsi lebih cepat dari seharusnya. Ujung-ujungnya, kamu harus membeli charger baru lebih sering, yang jelas tidak ramah di kantong.

Faktor keamanan juga tidak kalah penting. Charger yang terus terpasang berpotensi menimbulkan risiko, terutama jika jenis chargernya yang berkualitas kurang baik, sudah lama digunakan, atau kabelnya mulai terkelupas. Panas berlebih bisa memicu korsleting, dan dalam kondisi tertentu bahkan berisiko menyebabkan kebakaran.

Risiko ini bisa semakin besar di rumah yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan. Kabel charger yang menjuntai bisa ditarik, digigit, atau terinjak tanpa sengaja. Kalau sudah begini, berbahaya kan, Gez?

Masalah lain muncul ketika charger berdaya besar dipasangkan dengan kabel berkualitas rendah atau tidak sesuai spesifikasi. Jika kombinasi ini dibiarkan terus menancap di stop kontak, panas yang dihasilkan bisa semakin sulit dilepaskan. Charger pun bekerja dalam kondisi tidak ideal, cepat rusak, dan berisiko menimbulkan masalah listrik.

Pada akhirnya, mencabut charger dari stop kontak bukan soal menjadi terlalu paranoid, melainkan membangun kebiasaan kecil yang berdampak besar. Charger jadi lebih awet, konsumsi listrik bisa ditekan, dan risiko terjadinya berbagai masalah di rumah ikut berkurang.

Jika merasa ribet harus mencabut satu per satu, solusi praktisnya adalah menggunakan stop kontak yang dilengkapi sakelar. Tinggal matikan sakelarnya setelah selesai ngecas, aliran listrik pun terputus. Sederhana, tapi manfaatnya terasa dalam jangka panjang, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: