BerandaHits
Selasa, 1 Okt 2018 13:33

Fakta tentang Anthonius Gunawan, Petugas ATC yang Meninggal Saat Bertugas Akibat Gempa Palu

Anthonius Gunawan Agung, petugas ACT yang meninggal saat bertugas. (Viva.co.id)

Anthonius tetap di dalam menara ATC meski guncangan gempa sangat terasa demi memastikan pesawat yang dipandunya terbang dengan selamat. Begini fakta-fakta tentang Anthonius Gunawan Agung.

Inibaru.id - Nama Anthonius Gunawan Agung menjadi perbincagan publik akhir-akhir ini. Dia adalah petugas Air Traffic Control (ATC) AirNav Indonesia di Bandar Udara (Bandara) Mutiara Sis Al-Jufrie, Palu yang gugur tatkala gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang Palu dan Donggala pada Jumat (28/9/2018).

Saat gempa, rekan-rekan Anthonius sudah memperingatkannya untuk menyelamatkan diri. Namun, Anthonius enggan meninggalkan tugasnya. Dia memilih bertahan di menara ATC hingga pesawat Batik Air yang dipandunya lepas landas. Setelah pesawat terbang dengan sempurna, menara ATC pun roboh dan Anthonius telat menyelamatkan diri.

Aksi heroiknya ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Rasa duka yang mendalam pun mengiringi kepergian sang pahlawan. Begini sejumlah fakta terkait kepergian Anthonius Gunawan.

Lompat dari Menara ATC

Kompas.com, Senin (1/10) menulis, Anthonius tetap berkomunikasi dengan pilot Batik Air meski guncangan gempa sudah sangat hebat. Setelah pesawat lepas landas, barulah dia berbegas untuk turun. Sayang, saat turun, lantai 4 menara ATC mulai ambruk. Anthonius kemudian melompat demi menghindari reruntuhan bangunan. Namun, hal ini membuatnya terkena patah tulang.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan Anthonius langsung membawanya ke rumah sakit. Setelah mendapatkan hasil rontgen, barulah diketahui Anthonius mengalami luka dalam yang cukup parah dan harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

AirNav pun berusaha untuk mendatangkan helikopter dari Balikpapan. Namun, karena kondisi bandara Palu saat itu tidak memungkinkan, helikopter baru bisa diterbangkan pada Sabtu (2/10) pagi.

Kondisi Anthonius kemudian semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazah Anthonius kemudian diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan.

“Anthonius memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh penumpang di dalam pesawat selamat,” ucap Direktur Airnav Indonesia Novie Riyanto saat berkunjung ke rumah duka di Makassar.

Diberi Kenaikan Pangkat

Atas jasanya itu, pihak AirNav memberikan penghargaan kepada Anthonius berupa kenaikan pangkat. Menurut AirNav, apa yang dilakukan Anthonius demi memastikan keselamatan penerbangan adalah dedikasi yang luar biasa.

“Anthonius bagaikan pahlawan yang menyelamatkan pesawat dan penumpangnya. Karena itu, kami naikkan pangkatnya sebanyak dua tingkat sebagai apresiasi kepada keluarga yang ditinggalkan,” lanjut Novie.

Kalimat Terakhir Anthonius Sebelum Komunikasi Terputus

Pilot pesawat Batik Air ID 6231 Capt. Ricosetta Mafella adalah orang terakhir yang melakukan kontak dengan Anthonius. Dia mengaku nggak menyadari jika guncangan saat pesawat sedang lepas landas ternyata adalah gempa. Saat itu, Mafella memang sempat merasakan pesawat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan getaran mendatar.

“Di kokpit kami sedang fokus airborne phase, jadi kami tetap laksanakan penerbangan karena menganggap nggak begitu mengganggu,” ucapnya.

Setelah pesawat mengudara, Mafella sempat menghubungi ATC Bandara Palu tapi tidak ada jawaban sama sekali. Saat itu, rupanya menara ATC sudah roboh akibat gempa. Pesan terakhir Anthonius pun dianggap Mafella dan seluruh penumpang sebagai penyelamat.

“Batik 6231 runway 33 clear for take off,” kalimat inilah yang terakhir kali diucapkan oleh Anthonius.

Kisah kepahlawanan Anthonius memang luar biasa ya, Millens. Semoga keluarganya diberi ketabahan atas musibah ini. (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: