BerandaHits
Kamis, 6 Agu 2025 17:12

Anggaran Perubahan 2025 Jateng Disepakati, Sumanto: Fokus pada Masalah Krusial!

Ketua DPRD Jateng Sumanto bersama para Wakil Ketua DPRD usai menandatangani persetujuan APBD Perubahan 2025 bersama Gubernur Ahmad Luthfi. (Humas DPRD Jateng)

Dengan fokus utama pada infrastruktur, kemiskinan, dan kesehatan, perubahan ini diharapkan mampu menjawab tantangan dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Inibaru.id – Kabar baik datang dari Gedung Berlian. DPRD Jawa Tengah akhirnya menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto pada Selasa (5/8) lalu.

Menurut Sumanto, struktur APBD Perubahan Jateng 2025 ini mencakup pendapatan sebesar Rp24,57 triliun dan belanja Rp25,15 triliun. Defisit senilai Rp577 miliar akan ditutup dengan pembiayaan dalam jumlah yang sama. Fokus utama APBD perubahan ini nggak jauh dari masalah-masalah krusial, yakni infrastruktur, kemiskinan, dan kesehatan.

“RTLH kita gelontorkan, baik anggaran dari pusat maupun daerah. Termasuk, nanti provinsi dan kabupaten/ kota akan menganggarkan. Ada tambahan dan pergeseran, intinya fokus pada infrastruktur menuju ketahanan pangan,” kata Sumanto.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran DPRD Jateng Sugiyarto menambahkan bahwa pihaknya memberikan sejumlah rekomendasi penting kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov). Tujuannya jelas, untuk mendukung visi misi kepala daerah demi kemajuan Jawa Tengah.

Pertama, Pemprov diimbau untuk mengalokasikan anggaran strategis yang berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Hal ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah, sekaligus meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan.

"Kami juga merekomendasikan penguatan ketahanan pangan dengan mengembangkan program-program yang mendukung ketahanan pangan daerah untuk menjamin ketersediaan dan akses pangan bagi seluruh masyarakat," ujar Sugiyarto.

Selain itu, DPRD juga mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Caranya, dengan membuat terobosan baru dalam sistem pemungutan pajak agar lebih efektif dan efisien. Sugiyarto juga menekankan perlunya memperkuat kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pengelolaan pendapatan daerah.

"Pemprov juga perlu mengembangkan sistem perpajakan daring untuk memudahkan masyarakat menunaikan kewajiban membayar pajak," tambahnya.

Prioritaskan Program Utama, Antisipasi Perubahan Kebijakan

Pemprov Jateng diharapkan memperioritaskan alokasi anggaran untuk program-program utama. (Humas DPRD Jateng)

Sugiyarto juga berharap Pemprov Jateng bisa memprioritaskan alokasi anggaran untuk program-program utama yang mendukung visi misi kepala daerah. Tujuannya agar APBD tidak mengalami perubahan signifikan jika ada regulasi efisiensi dari pemerintah pusat.

"Dengan memprioriotaskan program-program utama, diharapkan pelaksanaan pembangunan daerah dapat berjalan sesuai rencana meskipun terdapat perubahan kebijakan dari tingkat nasional," tegasnya.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi kerja sama baik antara Pemprov dan DPRD. Dia berharap kesepakatan ini bisa membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Semoga hasil kesepakatan ini dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Jateng. Sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan, Raperda Perubahan APBD 2025 ini akan kami kirimkan kepada Mendagri untuk dilakukan evaluasi dalam waktu 15 hari kerja," tutupnya.

Semoga dengan disepakatinya APBD Perubahan 2025 ini, segala program yang telah direncanakan bisa berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah. Ini saatnya kita mengawal bersama setiap kebijakan, memastikan anggaran betul-betul sampai pada sasaran yang tepat.

Jangan lupa, pembangunan daerah adalah tanggung jawab kita bersama. Yuk Gez, terus pantau dan berikan masukan konstruktif untuk Jateng yang lebih baik! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk MotoGP 2026

9 Okt 2026

Mengulik Asal Nama Rondo Royal, Jajanan Tape Goreng Khas Jepara

11 Okt 2026

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157 Ribu, Cetak Rekor Baru

12 Okt 2026

Gentengisasi Jateng Disiapkan, 1,1 Juta Keping Genteng Dibutuhkan

13 Okt 2026

Pemerintah Tutup Permanen Ekspor Benih Lobster, Penyelundup Bakal Diburu

14 Okt 2026

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal hingga 2028

21 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: