BerandaHits
Kamis, 18 Apr 2018 17:29

Ini Dia Tiga Objek Wisata Mangrove di Semarang

Wisata mangrove di Semarang. (Inibaru.id/Faidah Umu)

Semarang memiliki sejumlah wisata mangrove yang indah. Berikut tiga wisata mangrove yang direkomendasikan buatmu.

Inibaru.id – Terletak di pesisir pantai utara Jawa, Semarang menjadi salah satu kota yang memiliki wisata bahari yang memikat hati. Pantai Marina, Maron, Baruna, Cipta, dan Tirang merupakan beberapa pantai yang sering dikunjungi wisatawan. Nah, sebagian pantai ada yang dilengkapi dengan wisata hutan mangrove.

Rimbun mangrove yang hijau itu memiliki daya pikat tersendiri bagi para wisatawan. Apalagi bila hutan mangrove itu dilengkapi dengan spot-spot intagramabel yang disukai anak muda. Tentu saja pengunjung akan membanjiri tempat tersebut. Nah, berikut tiga tempat wisata mangrove yang bisa kamu kunjungi di Semarang.

  1. Wisata Mangrove Tapak

Wisata mangrove di Tapak. (Inibaru.id/Faidah Umu)

Wisata Mangrove Tapak terletak di Desa Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Wisata yang dibuka setiap hari pukul 08.00 – 17.00 WIB ini biasanya ramai dikunjungi tiap Sabtu dan Minggu. Untuk masuk ke tempat ini, kamu nggak perlu mengeluarkan biaya seperser pun, lo.

Kawasan hutan mangrove seluas 200 hektare ini mulai dibuka sebagai objek wisata sejak 2015 silam. Ditunjang dengan suasana alam yang asri, hutan mangrove Tapak kerap dipadati pengunjung. Selain menikmati pemandangan alam, sebagian pengunjung juga datang ke tempat ini untuk menyalurkan hobi memancingnya.

Baca juga:
Menilik Manfaat Mangrove bagi Masyarakat
Menjadi Anak Muda Pelestari Mangrove, Kenapa Tidak?

Untuk menyusuri hutan mangrove, kamu bisa berjalan kaki atau menggunakan perahu. Cukup dengan membayar Rp 130 ribu satu kali jalan, kamu bisa mengitari hutan mangrove dan menyeberang ke Pulau Tirang yang ada di seberangnya.

“Kami juga menyediakan transportasi perahu untuk menyusuri hutan atau untuk menyeberang ke Pulau Tirang. Nah, pengunjung tinggal negosiasi saja ke nelayan di sini, atau bisa menghubungi Pokdarwis yang bertugas,” ungkap salah seorang nelayan setempat Mochamad Mufid.

Namun, bila kamu hanya ingin berfoto ria di sini, kamu cukup mengambil gambar dari atas menara pandang yang ada. Di sana juga tersedia beberapa spot foto yang bisa kamu gunakan untuk latar belakang pengambilan gambar.

  1. Maron Mangrove Edupark

Wisata mangrove di Maron Mangrove Edupark. (Inibaru.id/Faidah Umu)

Maron Mangrove Edupark merupakan wisata edukasi mangrove yang terletak di Desa Tugu, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Tempat wisata ini didirikan pada 2014 oleh Mekar Tani Lindung (Metal). Mereka merupakan kelompok petani dan nelayan di Tugu yang memiliki keinginan untuk mengembangkan edukasi tentang mangrove di tempat ini.

“Awalnya nggak kepikiran, cuma nanam-nanam saja buat ngelindungin dari abrasi. Terus lambat laun tumbuh agak lebat, baru terpikir untuk dijadikan tempat edukasi,” ungkap Ketua Kelompok 2 Metal Giyono.

Objek wisata ini buka setiap hari dari pukul 08.00 – 17.00 WIB. Untuk masuk ke objek wisata itu, kamu harus membayar biaya sebesar Rp 7.500 terlebih dahulu. Eits, biaya tersebut sudah termasuk bibit mangrove yang diberikan kepada pengunjung untuk ditanam di area wisata, lo. Jadi, selain berwisata kamu juga ikut mengembangkan hutan mangrove ini, Millens. Mantap banget deh!

Di sini, kamu juga bisa menyewa perahu untuk digunakan berkeliling sungai. Dengan harga Rp 50 ribu per perahu, kamu bisa berkeliling kawasan Maron Mangrove Edupark hingga ke bandara baru. Bandara yang dimaksud adalah Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang yang letaknya dekat dengan objek wisata ini. Bila beruntung, kamu bisa merasakan sensasi berada di bawah pesawat yang melintas dengan jarak yang sangat dekat. Wah!

Objek ini juga memiliki beberapa spot foto yang menarik, lo. Ada menara pandang, gazebo, dan bangunan bambu yang bisa kamu manfaatkan untuk mengambil foto. Kendati nggak seluas Tapak, objek wisata Maron Mangrove Edupark memiliki fasilitas yang cukup untuk memenuhi hasratmu berswafoto.

Sore hari bisa dijadikan pilihan terbaik untuk mengunjugi tempat ini. Saat sore, kamu bisa menikmati momen tenggelamnya matahari dari Pantai Maron yang nggak jauh dari objek wisata mangrove. Deburan ombak dan hembusan angin yang semilir mendukungmu yang pengin melepaskan penat sejenak.

  1. Puri Maerokoco

Salah satu spot foto di objek wisata mangrove. (Inibaru.id/Faidah Umu)

Di antara dua objek wisata yang sudah disebutkan, Puri Maerokoco menjadi objek wisata yang paling sering dikunjungi warga. Objek wisata yang terletak di kawasan PRPP (Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan) Jawa Tengah ini memiliki akses jalan yang mudah dijangkau baik kendaraan umum maupun pribadi. Hanya dengan Rp 10 ribu kamu sudah bisa menikmati keindahan Puri Maerokoco.

Tempat wisata yang buka dari pukul 08.00 – 18.00 WIB ini juga dikenal sebagai Taman Mini Jawa Tengah. Hal itu karena Puri Maerokoco berisi miniatur yang menggambarkan adat dan budaya Jawa Tengah. Kamu bisa menemukan 35 anjugan yang merupakan miniatur dari setiap kabupaten di Jawa Tengah.

Baca juga:
Kue dan Batik, Hasil Olahan Mangrove yang Ciamik
Membuka Mata Masyarakat Tentang Mangrove Ala Laili

Fasilitas dan sarana rekreasi yang diberikan pun sangat lengkap. Ada becak air, bom-bom car, bianglala, istana anak, museum Iptek, jalur mangrove, sarana outbond, taman bermain anak, dll. Dengan fasilitas yang tersedia, Puri Maerokoco cocok buat kamu yang pengin berwisata bersama teman maupun keluarga.

Jalur mangrove di Puri Maerokoco masih tergolong baru. Kendati baru, jalur yang mulai dibuka pada 2017 lalu itu memiliki sejumlah spot foto yang menarik. Jalan bambu yang ada di jalur mangrove menjadi salah satu spot foto yang paling favorit.

Hm, jadi bingung nih mau pilih objek wisata mangrove yang mana. Namun, yang pasti ketiga objek itu memiliki karakteristik masing-masing jadi nggak bakal rugi kalau kamu mengunjungi semua objek wisata itu. Selamat berwisata, Millens. (Faidah Umu/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: