BerandaFoto Esai
Senin, 22 Agu 2021 09:05

Sosok Wayang di Lembaran Kulit, Cara Kumoro Lestarikan Budaya Jawa

Melukis bisa dilakukan dengan alas apa saja. Namun, lelaki asal Kendal ini memilih kulit kambing sebagai kanvasnya. Sosok wayang menjadi objeknya.

Inibaru.id - Demi memenuhi titah sang guru Rsi Durna, Bima terjun ke samudera tiada batas tanpa menyandang senjata apa pun kecuali yang melekat pada tubuhnya. Ayahanda Gatotkaca itu kemudian bertarung dengan seekor naga. Tubuhnya dililit dengan kencang, tapi para akhirnya Bima menang duel setelah mampu menggorok tenggorokan ular raksasa tersebut.

Gambaran pertarungan tokoh wayang Bima dalam mencari jati diri ini dilukis dengan apik oleh Kumoro Raharjo. Bukan di atas kanvas, dia menggambarnya di atas selembar kulit kambing. Pelukis asal Kendal tersebut meyakini, penggalan kisah epik itu bakal tampak lebih hidup saat dilukis di atas kulit.

Dalam melukis, Kumoro memang tampak selalu mencurahkan segalanya. Darah seni yang mengalir dari mendiang sang ayah agaknya yang menjadikannya demikian. Tiap kali melukis, pandangannya selalu fokus pada "kanvas", mengabaikan siapa pun, bahkan kendati banyak tamu yang datang ke rumahnya.

“Seni itu butuh konsentrasi tingkat tinggi. Hati dan pikiran harus nyambung,” ujar lelaki yang sudah mulai melukis sejak duduk di bangku SD tersebut, Rabu (18/8/2021).

Bertempat di rumahnya, Kumoro biasanya bakal membiarkan para tamunya melihat-lihat galerinya tanpa perlu dia temani. Sementara, dia akan terus asyik mengulas kuas di teras hingga dirasa cukup dan butuh meregangkan otot atau mengeluk punggung.

Untuk menyelesaikan satu lukisan yang kebanyakan merupakan tokoh wayang atau penggalan kisah pewayangan ini Kumoro membutuhkan waktu yang lumayan lama. Sekitar sepekan. Itu pun tergantung seberapa besar lukisan yang dipesan pelangganya.

Melestarikan Budaya Jawa

Menjalani profesi sebagai pelukis dalam sedekade terakhir, Kumoro sengaja memilih dunia pewayangan sebagai tema lukisannya karena menyukai cerita dan tokoh-tokoh di dalamnya yang menurutnya penuh filosofi. Selain itu, dia juga punya misi untuk melestarikan budaya Jawa, khususnya untuk anak muda.

“Anak muda sekarang banyak yang nggak tahu. Jadi, sembari menyalurkan hobi, saya mencoba menghidupkan kesenian wayang,” ujar lelaki yang tinggal di Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, tersebut.

Yang menarik, selama melukis wayang, Kumoro hanya memilih sosok-sosok yang memiliki karakter baik atau punya kisah positif, di antaranya Bima, Nakula, Sadewa, Semar, dan Krisna. Karakter-karakter itu dianggapnya punya kisah inspiratif yang bisa dijadikan anutan generasi muda.

Lukisan-lukisan itu nantinya nggak cuma dipajang di rumahnya, tapi juga dijual. Biasanya, para pembeli bakal langsung datang ke galerinya untuk melihat-lihat sebelum memutuskan membeli yang mana. Selain itu, Kumoro juga menjajakan lukisannya di media sosial untuk menjangkau pembeli lebih luas.

Nggak hanya membeli lukisan yang sudah jadi, para pelanggan juga nggak sedikit yang rekues untuk dibuatkan lukisan sosok tertentu. Kumoro mengaku bakal dengan senang hati menerima permintaan itu.

Salah satu permintaan itu datang dari Sujarno yang nggak lain merupakan kawan SD Kumoro. Hari itu dia sengaja datang ke kediaman Kumoro untuk melihat-lihat sekaligus memesan lukisan tokoh Bima berukuran satu meter persegi.

“Iya, permintaan khusus. Karakter Bima berukuran semeter, Harganya Rp 500 ribu,” ujar lelaki yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Margomulyo tersebut setelah puas melihat-lihat galeri. "Bakat seni Mas Kumoro ini menarik. Berkarakter!" lanjutnya.

Sujarno berharap, kemampuan seni yang dimiliki Kumoro ke depan bakal bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional. Dia juga mendoakan yang terbaik untuk masa depan sobat SD-nya tersebut.

"Di tengah pandemi, banyak pekerja seni kehilangan pekerjaannya. Jadi, semoga kisah Kumoro bisa jadi pelecut semangat mereka. Pasti ada jalan!" tegasnya.

Menilik pertarungan Bima di lautan yang dilukis Kumoro, pandemi ini ibarat naga yang melilit tubuh Bima. Kendati tampak mustahil bagi kakak dari Arjuna itu untuk menang, Bima tetap bertahan. Maka, bertahanlah, para seniman. Hari yang cerah menanti di depan! (Triawanda Tirta Aditya/E03)

Aktivitas Kumoro saat melukis di depan rumahnya.
Hasil karya lukisan wayang milik Kumoro.
Langkah pertama, Kumoro harus memahat kulit kambing untuk membuat pola.
Kumoro memajang semua lukisanya di depan rumah.
Kulit Kambing juga dia jemur di depan rumahnya.
Kuas dan cat air adalah alat tempur Kumoro.
Warga desa melihat aktivitas melukis Kumoro dari kejauhan.
Kumoro juga bisa membuat lukisan Kaligrafi.
Perlu konsentrasi tinggi untuk melukis wayang.
Lukisan bisa dibuat dalam berbagai ukuran.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Jejak Upeti Pesisir Jawa yang Menguatkan Kerajaan Mataram

2 Nov 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: