BerandaFilm
Jumat, 14 Sep 2017 18:53

Silariang; Drama Cinta Tanpa Restu Bercitarasa Budaya Bugis dan Wisata Sulsel

Adegan dalam Silariang; Menggapai Keabadian Cinta. (Foto: Indonesia Sinema Persada)

"Kami ingin menunjukkan kepada publik keindahan Makassar dan Sulawesi Selatan yang kami ekspose secara maksimal di film ini."

Inibaru.id - Memasukkan unsur lokalitas ke dalam film agaknya bakal menjadi tren baru di kalangan sineas Tanah Air saat ini. Budaya, seni, adat, hingga tradisi setempat menjadi sentuhan yang membuat film jadi begitu berasa Indonesia. Penikmat film pun menyukainya.

Tak hanya “laku” di tingkatan lokal, film yang mengangkat unsur lokal berbagai daerah di Indonesia juga seringkali menjadi primadona di festival-festival internasional.

Masih lekang dalam ingatan ketika Sang Penari (2011) begitu dielu-elukan di ranah nasional dan internasional hingga beberapa tahun usai penayangannya. Mengangkat tema budaya dan tradisi lokal ngibing di Banyumas, film ini sukses melambungkan nama Prisia Nasution yang berperan sebagai penari bernama Srintil.

Tahun 2017 ini, produser Ichwan Persada mencoba peruntungannya dengan menggarap film drama berunsurkan budaya lokal berjudul Silariang: Menggapai Keabadian Cinta. Dalam bahasa Bugis, “silariang” berarti kawin lari. Ya, film ini memang tak jauh dari kisah tersebut.

Film itu tampak menjanjikan lantaran menampilkan unsur budaya dan tradisi Sulawesi Selatan yang cukup kental. Bergenre drama, Silariang: Menggapai Keabadian Cinta akan mengangkat cerita sepasang kekasih yang memilih kawin lari karena tidak memperoleh restu orang tua.

Dalam film dikisahkan, Yusuf (Bisma Karisma) dan Zulaikha (Andania Suri) adalah sepasang kekasih yang menjalani percintaan mereka dengan penuh perjuangan. Pada akhirnya, Zulaikha memilih silariang dengan Yusuf lantaran cinta keduanya tidak direstui orang tua.

Dalam trailer yang baru saja diunggah Minggu (10/9) lalu, film besutan Rere Art2tonic itu agaknya tak hanya akan mengangkat tradisi Bugis, tapi juga keindahan destinasi wisata Sulsel, Rammang-Rammang.

Dilansir dari Beritagar, Rammang-Rammang adalah sebuah landscape gugusan pegunungan karst (kapur) di Desa Salenrang, 40 kilometer sebelah utara Kota Makassar.

Kata “rammang berasal dari bahasa Makassar yang berarti awan atau kabut. Jika cuaca cerah, wisatawan bisa menikmati pemandangan matahari terbit di antara sela-sela pegunungan kapur.

Hampir seluruh wisatanya berupa alam, dari taman hutan batu kapur, Telaga Bidadari, Gua Bulu' Barakka, Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, Sungai Pute, dan Kampung Berua. Beberapa area juga dapat digunakan untuk dijelajahi para turis yang hobi berpetualang (trekking) di alam bebas.

“Kami ingin menunjukkan kepada publik keindahan Makassar dan Sulawesi Selatan yang kami ekspose secara maksimal di film ini,” ungkap produser Ichwan Persada dalam rilis resminya, Senin (11/9).

Pria yang juga menulis skenario Silariang menjelaskan, selain kecantikan landscape Sulsel, filmnya juga bakal mengangkat isu-isu yang relevan saat ini, terutama kepada masyarakat lokal.

"Ada sejumlah nilai budaya Bugis yang baik untuk bisa ditiru,” jelas Ichwan.

Sebagai putra daerah, Ichwan memang mengaku ingin mengangkat nilai-nilai budaya dari kampung halamannya, Makassar.

"Indonesia bukan hanya Jakarta atau Jawa. Saya percaya kearifan lokal bakal menjadi kekuatan baru di perfilman Indonesia," paparnya.

Silariang direncanakan akan mulai tayang di bioskaop negeri ini mulai November 2017 mendatang. Selain Bisma dan Andania, film ini juga akan dibintangi aktris senior Indonesia, Dewi Irawan, yang tampil menawan sebagai pemain pembantu di film Sang Penari.

Sejumlah pemain lokal Makassar juga akan turut andil dalam film ini, di antaranya Nurlela M Ipa, Muhary Wahyu Nurba, Sese Lawing, Cipta Perdana, Fhail Firmansyah, dan lain sebagainya. (OS/IB)

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Setop Buang Air Mendidih ke Wastafel!

9 Mar 2026

Dari Bazar hingga Iktikaf; Ramadan 24 Jam di Masjid Al-Muhajirin Palebon

9 Mar 2026

Jateng Bakal Diserbu 17 Juta Pemudik, Siapkan Ini biar Kamu Nyaman di Jalan!

9 Mar 2026

Alasan Mengapa Mudik Lebaran dengan Sepeda Motor Nggak Dianjurkan Banyak Pihak

10 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Air Terjun Sewawar Sedinding di Karanganyar

10 Mar 2026

Ramadan dalam Kepedulian, Ibu Profesional Semarang Gelar Program 'Berbagi Tanpa Sekat'

10 Mar 2026

Jangan Dimakan! Ikan Kakatua Itu 'Pabrik' Pasir Putih dan Penjaga Karang Karimunjawa

10 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: